DTA Itu Apa? Mengenal Pendidikan Keagamaan untuk Anak

Pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, berhitung, atau memahami pelajaran di sekolah. Pendidikan agama juga memiliki peran penting dalam membantu anak mengenal nilai-nilai keagamaan sejak usia dini. Salah satu lembaga pendidikan yang banyak dikenal masyarakat untuk mendukung kebutuhan tersebut adalah DTA.

Bagi sebagian orang tua, istilah DTA mungkin sudah tidak asing. Namun, masih ada yang belum mengetahui pengertian DTA, kegiatan pembelajarannya, serta manfaatnya bagi perkembangan pengetahuan agama anak. Kehadiran DTA dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan keagamaan yang melengkapi pembelajaran anak di sekolah formal.

DTA Itu Apa?

DTA adalah singkatan dari Diniyah Takmiliyah Awaliyah. Lembaga ini merupakan pendidikan keagamaan Islam yang memberikan pembelajaran tambahan bagi anak, terutama dalam mengenal dasar-dasar agama Islam.

Istilah “takmiliyah” berkaitan dengan fungsi pendidikan yang bersifat melengkapi. Artinya, pembelajaran di DTA dapat menjadi pendamping pendidikan agama yang diperoleh anak di sekolah formal.

DTA umumnya diperuntukkan bagi anak usia sekolah dasar. Kegiatan belajar dapat dilaksanakan di luar jam sekolah formal, sehingga anak tetap dapat mengikuti pendidikan umum sekaligus mendapatkan pembelajaran agama secara lebih terarah.

Apa Tujuan Pendidikan di DTA?

Pendidikan di DTA tidak hanya berfokus pada kemampuan anak menghafal materi keagamaan. Proses pembelajaran juga diarahkan untuk mengenalkan pengetahuan dan praktik dasar agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa tujuan yang dapat didukung melalui pendidikan DTA antara lain:

  • Mengenalkan dasar-dasar ajaran Islam kepada anak.
  • Membantu anak memahami tata cara ibadah.
  • Melatih kemampuan membaca Al-Qur’an.
  • Mengenalkan doa dan bacaan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menanamkan nilai akhlak dan perilaku terpuji.
  • Membiasakan anak menjalankan kegiatan keagamaan secara bertahap.
  • Membantu anak memahami pentingnya sikap baik kepada orang tua, guru, teman, dan lingkungan.

Pembelajaran tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kebiasaan dan karakter anak.

Apa Saja yang Dipelajari di DTA?

Materi pembelajaran DTA dapat berbeda sesuai kurikulum, tingkat pendidikan, dan kebijakan lembaga masing-masing. Secara umum, anak dapat memperoleh beberapa materi dasar keagamaan.

Al-Qur’an dan Hadis

Anak dapat belajar membaca Al-Qur’an secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga membaca ayat. Materi hadis juga dapat diberikan untuk mengenalkan pesan-pesan keagamaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Akidah dan Akhlak

Materi akidah membantu anak mengenal dasar-dasar keimanan. Sementara itu, pembelajaran akhlak berkaitan dengan perilaku yang baik, seperti menghormati orang tua, menjaga sopan santun, berkata jujur, dan menyayangi sesama.

Fikih

Fikih menjadi salah satu materi yang berkaitan erat dengan praktik ibadah. Anak dapat diperkenalkan pada tata cara wudu, salat, puasa, serta berbagai pengetahuan dasar mengenai ibadah sesuai tingkat pemahamannya.

Bahasa Arab

Pada tingkat tertentu, anak juga dapat memperoleh pengenalan bahasa Arab. Materinya dapat berupa kosakata sederhana, tulisan Arab, atau istilah yang sering digunakan dalam pembelajaran agama.

Sejarah Kebudayaan Islam

Anak dapat mengenal kisah nabi, rasul, sahabat, serta perkembangan Islam. Penyampaian materi melalui cerita dapat membantu membuat pembelajaran lebih mudah dipahami oleh anak.

Mengapa DTA Penting bagi Anak?

Masa anak-anak merupakan periode ketika kebiasaan dan nilai yang diperoleh dari lingkungan dapat berkembang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama yang diberikan secara terarah dapat membantu anak memperoleh pemahaman keagamaan secara bertahap.

DTA juga memberikan ruang bagi anak untuk belajar agama bersama teman sebaya. Interaksi tersebut dapat membuat kegiatan belajar tidak hanya berlangsung melalui teori, tetapi juga melalui pembiasaan dan praktik.

Peran orang tua tetap penting. Pendidikan agama di lembaga pendidikan akan lebih efektif apabila nilai yang dipelajari anak juga diperkuat melalui kebiasaan di rumah.

Perbedaan DTA dan Sekolah Formal

DTA dan sekolah formal memiliki fungsi yang berbeda. Sekolah formal memberikan pendidikan berdasarkan jenjang dan kurikulum pendidikan nasional, sedangkan DTA berfokus pada pendidikan keagamaan Islam sebagai pendidikan tambahan.

Perbedaan tersebut membuat keduanya dapat berjalan berdampingan. Anak dapat mengikuti pendidikan formal pada pagi atau siang hari, kemudian mengikuti pembelajaran DTA pada waktu yang telah ditentukan oleh lembaga.

Pilihan tersebut tentu perlu disesuaikan dengan usia anak, jadwal sekolah, kondisi keluarga, serta kesiapan anak mengikuti kegiatan tambahan.

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Keagamaan Anak

Pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan. Orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan keagamaan anak.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan di rumah antara lain:

  • Membiasakan anak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
  • Mengajak anak melaksanakan ibadah sesuai kemampuannya.
  • Mendampingi anak membaca Al-Qur’an.
  • Memberikan contoh perilaku jujur dan sopan.
  • Mengajak anak berdiskusi tentang nilai baik dan buruk melalui situasi sehari-hari.
  • Menghargai pertanyaan anak mengenai agama dan memberikan penjelasan yang sesuai usianya.

Keteladanan orang tua dapat menjadi bagian penting karena anak belajar bukan hanya dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari.

Pendidikan Anak dan Peran Perguruan Tinggi

Pembahasan mengenai pendidikan anak juga berkaitan dengan kebutuhan tenaga pendidik dan konselor yang memahami perkembangan peserta didik. Perguruan tinggi dapat menjadi salah satu tempat bagi calon pendidik untuk mempelajari ilmu pendidikan, perkembangan anak, komunikasi, serta pendekatan pembelajaran.

Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang yang berkaitan dengan pendidikan dan pendampingan peserta didik. Pada FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.

Program Bimbingan dan Konseling memiliki keterkaitan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan proses pendampingan, sedangkan Pendidikan Bahasa Inggris berfokus pada bidang pendidikan bahasa. Pengetahuan mengenai perkembangan dan kebutuhan anak juga dapat menjadi bekal penting bagi seseorang yang nantinya berinteraksi dalam lingkungan pendidikan.

Pilihan pendidikan tinggi tersebut dapat disesuaikan berdasarkan bidang yang ingin ditekuni dan rencana karier masing-masing mahasiswa.

Memilih DTA yang Sesuai untuk Anak

Orang tua dapat mempertimbangkan beberapa hal sebelum menentukan lembaga DTA bagi anak. Jarak dan jadwal belajar penting diperhatikan agar kegiatan tambahan tidak membuat anak terlalu lelah.

Selain itu, orang tua dapat mencari informasi mengenai:

  • Kurikulum dan materi pembelajaran.
  • Jadwal kegiatan belajar.
  • Metode pengajaran yang digunakan.
  • Kompetensi dan pengalaman tenaga pengajar.
  • Fasilitas yang tersedia.
  • Kegiatan keagamaan yang dilakukan.
  • Lingkungan belajar dan interaksi antarsiswa.

Kesesuaian antara program DTA, kebutuhan anak, dan kondisi keluarga menjadi pertimbangan penting. Pendidikan keagamaan akan lebih mudah diterima ketika materi dan kegiatan disampaikan secara bertahap sesuai usia serta kemampuan anak.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com