DTA dan TPQ Apakah Sama? Ternyata Ada Perbedaan Tujuan Pembelajaran

DTA dan TPQ sama-sama dikenal sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam yang membantu anak mengenal dan mempelajari ajaran agama sejak usia dini. Karena sama-sama berlangsung di luar sekolah formal dan sering memiliki kegiatan membaca Al-Qur’an, keduanya kerap dianggap sebagai lembaga yang sama. Padahal, DTA dan TPQ memiliki perbedaan, terutama dari sisi tujuan pembelajaran, materi, serta cakupan pendidikan yang diberikan.

Memahami perbedaan DTA dan TPQ penting bagi orang tua agar dapat memilih lembaga pendidikan yang sesuai kebutuhan anak. Keduanya dapat menjadi pelengkap pendidikan formal, tetapi fokus pembelajarannya tidak sepenuhnya sama.

Apa Itu DTA?

DTA merupakan singkatan dari Diniyah Takmiliyah Awaliyah. Pendidikan ini termasuk pendidikan keagamaan Islam nonformal yang memberikan pembelajaran agama sebagai pelengkap pendidikan umum yang diterima anak di sekolah.

DTA pada jenjang awaliyah umumnya ditujukan bagi anak usia sekolah dasar. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencakup berbagai pengetahuan dan praktik keagamaan.

Beberapa materi yang dapat dipelajari di DTA antara lain:

  • Al-Qur’an dan Hadis
  • Akidah
  • Akhlak
  • Fikih
  • Sejarah kebudayaan Islam
  • Bahasa Arab
  • Praktik ibadah dan pembiasaan keagamaan

Karena cakupan materinya lebih luas, proses belajar di DTA dapat berlangsung seperti kegiatan pendidikan yang memiliki pembagian materi dan waktu belajar tertentu.

Apa Itu TPQ?

TPQ atau Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang berfokus pada pembelajaran Al-Qur’an dan dasar-dasar keagamaan bagi anak-anak.

Kegiatan TPQ umumnya membantu anak mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an, menghafal surat-surat pendek, memahami doa sehari-hari, serta membangun kebiasaan beribadah dan berperilaku sesuai nilai-nilai Islam.

Materi pembelajaran TPQ dapat mencakup:

  • Pengenalan huruf hijaiyah
  • Membaca Iqra’ dan Al-Qur’an
  • Tajwid dasar
  • Hafalan surat pendek
  • Hafalan doa sehari-hari
  • Praktik salat
  • Pendidikan akhlak dan adab

Pelaksanaan TPQ juga sering menyesuaikan usia serta kemampuan setiap anak. Karena fokus utamanya adalah pendidikan Al-Qur’an, kegiatan membaca dan menghafal biasanya menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

Perbedaan DTA dan TPQ dari Tujuan Pembelajaran

Perbedaan paling mudah dilihat dari tujuan pembelajaran. TPQ memiliki fokus utama pada kemampuan anak dalam mempelajari Al-Qur’an beserta dasar-dasar agama. Sementara itu, DTA memberikan pendidikan keagamaan Islam yang lebih luas sebagai pelengkap pendidikan agama yang diperoleh anak di sekolah.

Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut:

AspekDTATPQ
KepanjanganDiniyah Takmiliyah AwaliyahTaman Pendidikan Al-Qur’an
FokusPendidikan agama Islam secara lebih luasPembelajaran Al-Qur’an dan dasar keagamaan
MateriFikih, akidah, akhlak, Al-Qur’an, Hadis, SKI, Bahasa Arab, dan lainnyaMembaca Al-Qur’an, tajwid, hafalan, doa, praktik ibadah, dan akhlak
SasaranUmumnya anak usia sekolah dasarAnak-anak yang sedang belajar Al-Qur’an
FungsiMelengkapi pendidikan agama anakMembantu membangun kemampuan dan kebiasaan membaca Al-Qur’an

Perlu dipahami bahwa praktik penyelenggaraan setiap lembaga dapat berbeda. Ada TPQ yang memberikan materi keislaman cukup luas dan ada pula DTA yang memberikan porsi besar pada pembelajaran Al-Qur’an.

Apakah Anak Harus Memilih DTA atau TPQ?

DTA dan TPQ tidak selalu harus diposisikan sebagai pilihan yang saling menggantikan. Kebutuhan anak dapat menjadi pertimbangan utama. Jika anak masih membutuhkan penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an, TPQ dapat menjadi pilihan yang relevan. Jika orang tua ingin anak memperoleh pembelajaran agama Islam yang lebih luas dan terstruktur, DTA dapat dipertimbangkan.

Dalam beberapa kondisi, anak juga dapat mengikuti pembelajaran Al-Qur’an di TPQ sekaligus memperoleh pendidikan diniyah. Pelaksanaannya tentu perlu disesuaikan dengan jadwal sekolah, kemampuan anak, dan kebijakan masing-masing lembaga.

Mengapa Pendidikan Agama Perlu Diberikan Sejak Anak-anak?

Pendidikan agama tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghafal materi. Anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran agama sejak usia anak dapat menjadi ruang untuk mengenalkan nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, menghormati orang tua, menjaga kebersihan, dan menghargai orang lain.

Karena itu, keberhasilan pembelajaran tidak hanya dapat dilihat dari seberapa banyak surat atau doa yang berhasil dihafalkan. Kebiasaan dan perilaku anak juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Pembelajaran DTA dan TPQ

Pembelajaran di DTA atau TPQ akan lebih mudah diterapkan apabila mendapat dukungan dari lingkungan keluarga. Orang tua dapat membantu anak mengulang materi tanpa menjadikan kegiatan belajar sebagai tekanan.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan di rumah antara lain:

  • Menyediakan waktu untuk membaca Al-Qur’an.
  • Mengajak anak mempraktikkan doa dalam aktivitas sehari-hari.
  • Membiasakan salat sesuai usia dan kemampuan anak.
  • Memberikan contoh perilaku sopan dan bertanggung jawab.
  • Menanyakan pengalaman anak setelah mengikuti kegiatan belajar.
  • Memberikan apresiasi terhadap proses belajar anak.

Pendekatan tersebut membantu anak melihat pendidikan agama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya kegiatan yang dilakukan ketika berada di lembaga pendidikan.

Pendidikan Keagamaan dan Dunia Pendidikan yang Lebih Luas

Pembahasan tentang DTA dan TPQ juga berkaitan dengan dunia pendidikan secara lebih luas. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas sekolah formal, tetapi juga melalui keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan nonformal.

Mahasiswa yang mempelajari bidang pendidikan dapat memahami bahwa proses pembelajaran perlu memperhatikan karakteristik peserta didik, tujuan pendidikan, materi, metode, serta lingkungan tempat belajar. Hal tersebut relevan bagi calon pendidik yang nantinya berinteraksi dengan anak-anak dalam berbagai konteks pendidikan.

Salah satu kampus swasta yang memiliki bidang pendidikan adalah Ma’soem University. Di lingkungan FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Pengetahuan tentang karakter peserta didik dan proses pembelajaran dapat menjadi bagian yang relevan bagi mahasiswa yang ingin memahami dunia pendidikan dari perspektif yang lebih luas.

Bagi calon pendidik, memahami keberagaman lembaga pendidikan seperti sekolah, DTA, dan TPQ juga dapat membantu melihat bahwa kebutuhan belajar anak tidak selalu sama. Setiap lingkungan pendidikan memiliki tujuan, karakteristik peserta didik, serta pendekatan pembelajaran yang perlu disesuaikan.

Memilih Lembaga Pendidikan Sesuai Kebutuhan Anak

DTA dan TPQ sama-sama dapat berperan dalam pendidikan keagamaan anak, tetapi keduanya memiliki fokus yang berbeda. Orang tua dapat mempertimbangkan usia anak, kemampuan membaca Al-Qur’an, kebutuhan pembelajaran agama, jadwal kegiatan, metode pengajaran, serta program yang tersedia sebelum menentukan pilihan.

Pemahaman tersebut membuat orang tua tidak hanya melihat nama lembaga, tetapi juga memperhatikan tujuan pembelajaran dan materi yang benar-benar diberikan kepada anak.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com