Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang banyak dibutuhkan mahasiswa, baik untuk keperluan akademik maupun persiapan memasuki dunia kerja. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris adalah melalui TOEFL. Bagi mahasiswa yang ingin belajar secara fleksibel, aplikasi TOEFL dapat menjadi pilihan karena latihan bisa dilakukan melalui laptop maupun smartphone.
Namun, banyaknya aplikasi belajar TOEFL membuat mahasiswa perlu lebih selektif. Tidak semua aplikasi menyediakan materi yang lengkap atau metode latihan yang sesuai kebutuhan. Memilih aplikasi TOEFL yang tepat sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah pengguna atau tampilan aplikasinya, tetapi juga memperhatikan fitur yang tersedia.
Mengapa Mahasiswa Membutuhkan Aplikasi TOEFL?
Persiapan TOEFL membutuhkan latihan yang dilakukan secara rutin. Mahasiswa tidak selalu memiliki waktu untuk mengikuti kelas tambahan secara tatap muka karena jadwal kuliah, tugas, organisasi, maupun kegiatan lainnya.
Aplikasi TOEFL dapat membantu menyediakan ruang belajar yang lebih fleksibel. Mahasiswa dapat mengerjakan latihan dalam waktu singkat, misalnya saat memiliki waktu luang di antara jadwal perkuliahan.
Aplikasi juga dapat membantu mahasiswa mengenali bagian TOEFL yang masih perlu ditingkatkan. Hasil latihan yang tercatat secara berkala dapat digunakan sebagai bahan evaluasi sebelum mengikuti tes sebenarnya.
1. Materi Listening yang Berkualitas
Listening menjadi salah satu bagian penting dalam latihan TOEFL. Karena itu, aplikasi yang dipilih sebaiknya memiliki materi audio yang jelas serta menyediakan latihan dalam berbagai tingkat kesulitan.
Fitur yang dapat diperhatikan antara lain:
- Audio yang memiliki kualitas suara baik.
- Percakapan atau monolog dalam berbagai konteks.
- Pilihan soal setelah mendengarkan audio.
- Transkrip untuk membantu mengevaluasi jawaban.
- Pengulangan audio jika diperlukan.
Transkrip menjadi fitur yang cukup berguna bagi mahasiswa yang masih kesulitan memahami percakapan bahasa Inggris. Setelah mengerjakan soal, mahasiswa dapat membandingkan apa yang didengar dengan teks untuk menemukan bagian yang belum dipahami.
2. Latihan Structure and Grammar
Pemahaman tata bahasa juga penting dalam persiapan TOEFL. Aplikasi yang baik seharusnya tidak hanya memberikan soal pilihan ganda, tetapi juga menyediakan penjelasan mengenai alasan sebuah jawaban dianggap benar.
Materi grammar dapat mencakup subject-verb agreement, tenses, conjunction, passive voice, adjective clause, noun clause, hingga berbagai pola kalimat yang sering muncul dalam latihan TOEFL.
Penjelasan setelah mengerjakan soal membantu mahasiswa belajar dari kesalahan. Fitur ini lebih bermanfaat dibandingkan sekadar melihat skor akhir tanpa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.
3. Latihan Reading dan Vocabulary
Kemampuan membaca diperlukan untuk memahami teks akademik dalam bahasa Inggris. Aplikasi TOEFL sebaiknya menyediakan bacaan yang memiliki tingkat kesulitan bervariasi.
Mahasiswa dapat mencari aplikasi yang menyediakan latihan untuk:
- Menentukan gagasan utama.
- Menemukan informasi spesifik.
- Memahami makna kata berdasarkan konteks.
- Menentukan kesimpulan dari bacaan.
- Mengenali referensi kata atau frasa.
- Memahami kosakata akademik.
Fitur vocabulary juga penting karena keterbatasan kosakata dapat membuat mahasiswa kesulitan memahami teks. Aplikasi yang menyediakan daftar kata, contoh penggunaan, kuis, dan pengulangan kosakata dapat membantu proses belajar menjadi lebih terarah.
4. Simulasi TOEFL dan Timer
Salah satu fitur yang layak diprioritaskan adalah simulasi tes. Latihan menggunakan batas waktu dapat membantu mahasiswa membiasakan diri mengerjakan soal dalam kondisi yang mendekati tes sebenarnya.
Timer juga dapat melatih kemampuan mengatur waktu. Mahasiswa perlu mengetahui kapan harus membaca soal secara teliti dan kapan harus segera menentukan jawaban agar tidak kehilangan terlalu banyak waktu pada satu pertanyaan.
Aplikasi yang menyediakan simulasi secara berkala akan lebih membantu mahasiswa memantau perkembangan kemampuan dibandingkan aplikasi yang hanya menyediakan latihan per topik.
5. Sistem Penilaian dan Riwayat Belajar
Fitur skor sebaiknya tidak berhenti pada angka akhir. Aplikasi yang lebih informatif biasanya memberikan data mengenai perkembangan hasil latihan dari waktu ke waktu.
Contohnya, mahasiswa dapat mengetahui apakah skor latihan meningkat setelah rutin mempelajari listening atau grammar. Riwayat tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan materi yang perlu mendapat perhatian lebih banyak.
Fitur statistik dapat membantu mahasiswa membuat target belajar yang lebih realistis. Misalnya, mahasiswa dapat menetapkan target latihan beberapa kali dalam seminggu dan mengevaluasi hasilnya secara berkala.
6. Pembahasan Jawaban yang Mudah Dipahami
Pembahasan soal merupakan fitur penting yang sering diabaikan. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan jawaban benar, tetapi juga alasan mengapa pilihan tersebut benar.
Pembahasan yang baik seharusnya menjelaskan konsep secara singkat dan mudah dipahami. Jika soal berkaitan dengan grammar, misalnya, penjelasan dapat menunjukkan struktur kalimat yang digunakan. Pada reading, pembahasan dapat menunjukkan bagian teks yang mendukung jawaban.
Fitur seperti ini membuat aplikasi berfungsi sebagai media belajar, bukan hanya tempat mengumpulkan skor.
7. Level Kesulitan yang Bertahap
Kemampuan mahasiswa dalam bahasa Inggris tentu berbeda-beda. Aplikasi TOEFL yang memiliki level pemula, menengah, dan lanjut akan memudahkan pengguna menyesuaikan latihan.
Mahasiswa yang masih membangun dasar bahasa Inggris dapat memulai dari materi yang lebih mudah. Setelah kemampuan meningkat, tingkat kesulitan dapat dinaikkan secara bertahap.
Sistem seperti ini juga dapat mengurangi rasa kewalahan ketika mahasiswa baru mulai mempersiapkan TOEFL.
8. Fitur Speaking dan Writing sebagai Nilai Tambahan
Tidak semua aplikasi latihan TOEFL memiliki fitur speaking dan writing yang lengkap. Namun, jika tersedia, fitur tersebut dapat menjadi nilai tambah.
Latihan speaking dapat membantu mahasiswa membangun keberanian berbicara dan memperhatikan pronunciation. Sementara itu, latihan writing dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan menyusun kalimat dan paragraf dalam bahasa Inggris.
Mahasiswa sebaiknya tetap memperhatikan jenis TOEFL yang akan diikuti karena format dan komponen tes dapat berbeda. Aplikasi yang dipilih perlu disesuaikan dengan kebutuhan tes, bukan hanya berdasarkan popularitasnya.
Aplikasi TOEFL sebagai Pendukung Pembelajaran di Kampus
Penggunaan aplikasi sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap pembelajaran, bukan satu-satunya sumber belajar. Mahasiswa tetap dapat memperoleh manfaat dari perkuliahan, diskusi, latihan bersama teman, serta bimbingan dosen.
Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, latihan melalui aplikasi juga dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris secara mandiri. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi lingkungan pendidikan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik dan bahasa Inggris.
Di FKIP Ma’soem University sendiri terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran digital, termasuk aplikasi latihan bahasa, sebagai salah satu sarana untuk mendukung proses belajar secara mandiri.
Cara Memilih Aplikasi TOEFL yang Sesuai
Sebelum menggunakan sebuah aplikasi, mahasiswa dapat membandingkan beberapa aspek berikut:
- Kesesuaian format, pastikan materi sesuai jenis TOEFL yang sedang dipersiapkan.
- Kelengkapan materi, periksa apakah aplikasi menyediakan latihan listening, reading, grammar, vocabulary, dan komponen lain yang dibutuhkan.
- Kualitas pembahasan, pilih aplikasi yang menjelaskan kesalahan, bukan hanya memberikan skor.
- Simulasi tes, fitur timer dan latihan lengkap dapat membantu membangun kemampuan mengatur waktu.
- Riwayat perkembangan, statistik belajar membantu mahasiswa melihat peningkatan kemampuan.
- Kemudahan penggunaan, tampilan yang sederhana membuat proses belajar lebih nyaman.
- Kesesuaian kebutuhan, pilih fitur yang benar-benar mendukung target belajar daripada mengejar jumlah fitur.
Penggunaan aplikasi TOEFL akan lebih efektif jika dilakukan secara konsisten. Mahasiswa dapat menentukan jadwal latihan, mencatat jenis soal yang sering salah, kemudian mengulang materi yang masih belum dikuasai. Pola belajar seperti ini membuat penggunaan aplikasi tidak sekadar menjadi aktivitas mengerjakan soal, tetapi bagian dari persiapan akademik yang lebih terarah.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




