Menguasai vocabulary atau kosakata bahasa Inggris menjadi salah satu bagian penting ketika mempersiapkan IELTS. Peserta tidak hanya perlu memahami arti kata, tetapi juga harus mampu mengenali penggunaannya dalam kalimat, memahami sinonim, serta memilih kosakata yang sesuai konteks. Vocabulary yang terbatas dapat membuat proses memahami soal Reading menjadi lebih lambat dan menyulitkan peserta saat menyampaikan ide pada Speaking maupun Writing.
Kabar baiknya, memperkaya kosakata tidak harus selalu dilakukan melalui buku. Saat ini tersedia berbagai aplikasi belajar bahasa yang dapat membantu mahasiswa dan pelajar berlatih vocabulary secara lebih fleksibel. Beberapa aplikasi bahkan menyediakan latihan berdasarkan tingkat kemampuan, fitur pengulangan kata, hingga contoh penggunaan dalam kalimat.
Mengapa Vocabulary Penting dalam IELTS?
IELTS menguji kemampuan bahasa Inggris melalui empat bagian utama, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Vocabulary berhubungan erat dengan keempat keterampilan tersebut.
Pada Reading, peserta perlu memahami berbagai kata yang muncul dalam teks akademik maupun umum. Tidak semua kata akan memiliki arti yang familiar sehingga kemampuan mengenali konteks sangat diperlukan.
Vocabulary juga berpengaruh pada Writing. Penggunaan kata yang tepat dapat membantu peserta menyampaikan argumen secara lebih jelas dan bervariasi. Sementara itu, dalam Speaking, penguasaan kosakata membuat seseorang lebih mudah menjelaskan pendapat tanpa terlalu sering berhenti karena mencari kata yang tepat.
Karena itu, belajar vocabulary IELTS sebaiknya tidak hanya berfokus pada menghafalkan daftar kata. Peserta perlu memahami arti, penggunaan, sinonim, dan konteks dari kosakata yang dipelajari.
Aplikasi yang Bisa Membantu Menambah Vocabulary IELTS
Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk memperluas kosakata bahasa Inggris. Setiap aplikasi memiliki pendekatan yang berbeda sehingga pengguna dapat memilih berdasarkan kebutuhan belajarnya.
1. Quizlet
Quizlet populer untuk membuat dan menggunakan flashcard. Pengguna dapat memasukkan vocabulary yang sedang dipelajari, kemudian melakukan latihan secara berulang.
Aplikasi ini cocok bagi peserta IELTS yang ingin membuat daftar kosakata berdasarkan topik, misalnya education, environment, technology, health, atau employment.
Keunggulan flashcard terletak pada kemudahan melakukan review. Kata yang masih sulit diingat dapat dipelajari kembali secara berkala sehingga proses menghafal menjadi lebih terstruktur.
2. Anki
Anki menggunakan sistem spaced repetition atau pengulangan berjeda. Sistem ini membantu pengguna mengulang kosakata pada waktu yang dianggap tepat berdasarkan tingkat penguasaan terhadap kata tersebut.
Aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi pelajar yang ingin membangun vocabulary IELTS dalam jangka panjang. Pengguna juga dapat membuat kartu berisi kata, arti, contoh kalimat, dan informasi tambahan lainnya.
Kunci penggunaannya bukan pada jumlah kata yang dimasukkan, melainkan konsistensi melakukan review.
3. Memrise
Memrise menyediakan pembelajaran kosakata melalui latihan yang dibuat secara bertahap. Pendekatan yang lebih interaktif dapat membuat proses belajar terasa tidak terlalu monoton.
Aplikasi ini dapat digunakan untuk memperkenalkan kata baru sekaligus melatih pemahaman pengguna terhadap penggunaan bahasa Inggris dalam situasi tertentu.
Bagi peserta IELTS, aplikasi seperti ini dapat menjadi pelengkap ketika ingin memperbanyak paparan terhadap vocabulary sebelum masuk ke latihan soal yang lebih spesifik.
4. Cambridge Dictionary
Cambridge Dictionary dapat digunakan ketika menemukan vocabulary yang belum dipahami. Selain arti kata, pengguna dapat melihat contoh penggunaan dan informasi pelafalan.
Fitur tersebut penting karena mempelajari vocabulary IELTS tidak cukup hanya mengetahui terjemahan bahasa Indonesia. Peserta juga perlu mengetahui bagaimana sebuah kata digunakan dalam kalimat.
Misalnya, ketika menemukan kata significant, pelajar sebaiknya tidak berhenti pada arti “signifikan” atau “penting”. Contoh kalimat dapat membantu memahami bagaimana kata tersebut digunakan dalam konteks akademik.
5. Vocabulary.com
Vocabulary.com menawarkan latihan kosakata yang menyesuaikan proses belajar pengguna. Pendekatan berbasis latihan dapat membantu pelajar mengenali makna kata sekaligus penggunaannya.
Aplikasi atau platform seperti ini cocok bagi peserta yang merasa menghafalkan daftar vocabulary saja kurang efektif. Latihan berulang dapat membantu kata baru lebih mudah dikenali ketika muncul dalam bacaan atau percakapan.
Jangan Hanya Menghafalkan Arti Kata
Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat belajar vocabulary IELTS adalah menghafalkan kata dan terjemahannya tanpa memahami konteks.
Misalnya, seseorang menghafalkan kata issue sebagai “masalah”. Padahal, kata tersebut dapat memiliki beberapa penggunaan sesuai konteks. Dalam kalimat tertentu, issue dapat merujuk pada suatu topik atau persoalan yang sedang dibicarakan.
Agar vocabulary lebih mudah digunakan, setiap kata sebaiknya dipelajari melalui beberapa aspek:
- arti kata;
- contoh kalimat;
- sinonim dan antonim;
- kelas kata, seperti noun, verb, adjective, atau adverb;
- cara pengucapan;
- konteks penggunaan.
Cara tersebut membantu peserta IELTS tidak hanya mengenali kata ketika membaca, tetapi juga menggunakannya ketika berbicara atau menulis.
Buat Vocabulary Berdasarkan Topik IELTS
Belajar vocabulary secara acak terkadang membuat kosakata sulit digunakan ketika mengerjakan soal. Salah satu strategi yang dapat dicoba adalah mengelompokkan kata berdasarkan topik.
Beberapa topik yang sering relevan untuk latihan IELTS antara lain:
- education;
- environment;
- technology;
- health;
- transportation;
- employment;
- society;
- government;
- culture.
Misalnya, ketika mempelajari topik environment, peserta dapat mengumpulkan kata seperti pollution, conservation, deforestation, biodiversity, dan sustainable. Setelah itu, buat beberapa kalimat menggunakan kata tersebut agar pemahamannya tidak berhenti pada hafalan.
Gunakan Aplikasi Secara Konsisten
Aplikasi vocabulary akan lebih bermanfaat jika digunakan secara rutin. Belajar selama 15–20 menit setiap hari dapat menjadi pilihan yang lebih realistis dibandingkan menghafalkan puluhan kata dalam satu hari lalu berhenti belajar selama beberapa hari.
Pola sederhana yang dapat diterapkan adalah mempelajari beberapa kata baru, membuat contoh kalimat, melakukan review vocabulary lama, lalu mencoba menggunakan kata tersebut dalam tulisan atau percakapan.
Pelajar juga dapat mencatat kata yang ditemukan ketika membaca artikel, menonton video berbahasa Inggris, atau mendengarkan podcast. Kosakata dari sumber nyata sering kali lebih mudah dipahami karena langsung muncul dalam konteks.
Belajar Bahasa Inggris sebagai Persiapan Akademik
Kemampuan bahasa Inggris tidak hanya diperlukan untuk IELTS. Mahasiswa juga dapat menggunakannya ketika membaca jurnal, mengikuti perkuliahan, mengakses sumber akademik internasional, maupun berkomunikasi dalam lingkungan yang menggunakan bahasa Inggris.
Bagi mahasiswa yang ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris secara akademik, Pendidikan Bahasa Inggris dapat menjadi salah satu pilihan bidang studi. Di FKIP Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan yang lebih luas, termasuk vocabulary, pronunciation, grammar, reading, writing, listening, dan speaking. Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang memiliki kebutuhan akademik maupun rencana pengembangan karier yang berkaitan dengan bahasa Inggris.
Sebagai salah satu kampus swasta, Ma’soem University dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan kompetensi sesuai bidang yang diminati.
Padukan Aplikasi dengan Latihan IELTS
Menggunakan aplikasi vocabulary saja belum cukup untuk menghadapi IELTS. Setelah mempelajari kosakata baru, peserta perlu menggunakannya dalam latihan yang berkaitan langsung dengan empat keterampilan IELTS.
Vocabulary yang dipelajari dapat diterapkan melalui kegiatan seperti:
- membaca artikel berbahasa Inggris dan mencari kata baru;
- membuat kalimat menggunakan vocabulary tersebut;
- berlatih menjawab pertanyaan Speaking;
- menulis paragraf pendek berdasarkan topik IELTS;
- mendengarkan materi berbahasa Inggris untuk mengenali kata dalam pengucapan nyata.
Cara tersebut membuat vocabulary yang awalnya hanya bersifat pasif perlahan menjadi kosakata aktif yang dapat digunakan saat berkomunikasi.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




