Bagian listening sering menjadi tantangan bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan TOEFL. Materi yang diperdengarkan tidak selalu menggunakan kecepatan bicara yang mudah diikuti. Penutur juga dapat menggunakan kosakata akademik, ungkapan sehari-hari, serta perubahan intonasi yang membuat informasi terasa lebih sulit dipahami.
Kesulitan tersebut sebenarnya dapat dilatih secara bertahap. Selain mengerjakan soal TOEFL listening, mahasiswa dapat memanfaatkan aplikasi belajar bahasa Inggris dan podcast untuk membiasakan telinga mendengar berbagai jenis percakapan. Latihan rutin akan membantu meningkatkan kemampuan menangkap informasi utama, memahami detail, serta mengenali kata yang diucapkan secara cepat.
Mengapa TOEFL Listening Terasa Sulit?
TOEFL listening tidak hanya menguji kemampuan mengenali kosakata bahasa Inggris. Peserta perlu memahami informasi ketika audio diputar dalam waktu tertentu. Tidak ada kesempatan untuk menghentikan percakapan saat mengerjakan tes sebenarnya.
Beberapa faktor yang membuat bagian listening terasa sulit antara lain:
- Kecepatan bicara penutur cukup tinggi.
- Pengucapan kata tidak selalu terdengar seperti bentuk tertulisnya.
- Terdapat kosakata atau istilah yang belum familiar.
- Percakapan dapat melibatkan beberapa informasi sekaligus.
- Penutur menggunakan intonasi untuk menunjukkan maksud tertentu.
- Konsentrasi harus dipertahankan selama audio berlangsung.
Kebiasaan menerjemahkan setiap kata ke dalam bahasa Indonesia juga dapat membuat proses memahami audio menjadi lebih lambat. Karena itu, latihan sebaiknya diarahkan pada kemampuan menangkap makna secara langsung.
Aplikasi untuk Melatih TOEFL Listening
Aplikasi belajar bahasa Inggris dapat menjadi pilihan praktis bagi mahasiswa yang ingin berlatih kapan saja. Banyak aplikasi menyediakan materi audio, latihan kosakata, percakapan, hingga soal listening berdasarkan tingkat kemampuan.
Penggunaan aplikasi sebaiknya tidak hanya berfokus pada memperoleh skor tinggi. Mahasiswa perlu memperhatikan bagian yang masih sering salah. Jika kesulitan muncul karena kosakata, latihan dapat diarahkan pada pengenalan kata baru. Jika masalahnya adalah kecepatan bicara, latihan mendengarkan audio secara bertahap dapat lebih membantu.
Salah satu pola latihan yang dapat diterapkan adalah mendengarkan audio terlebih dahulu tanpa melihat teks. Setelah itu, dengarkan kembali sambil membaca transkrip untuk mengetahui bagian yang terlewat. Cara tersebut membantu menghubungkan bunyi yang terdengar di telinga dengan bentuk kata dalam tulisan.
Podcast untuk Membiasakan Telinga Mendengar Bahasa Inggris
Podcast juga dapat digunakan sebagai media latihan listening karena menawarkan berbagai topik dan gaya berbicara. Mahasiswa dapat memilih podcast berdasarkan tingkat kemampuan serta bidang yang disukai agar latihan terasa lebih konsisten.
Podcast berbahasa Inggris memiliki kelebihan karena percakapannya cenderung lebih natural dibandingkan audio latihan yang sengaja dibuat untuk pembelajar. Pendengar dapat menemukan variasi aksen, intonasi, kecepatan berbicara, serta penggunaan ungkapan sehari-hari.
Untuk pemula, pilih episode yang tidak terlalu panjang dan memiliki transkrip jika tersedia. Setelah kemampuan meningkat, materi yang lebih panjang dapat digunakan untuk melatih daya konsentrasi.
Cara Latihan Listening Menggunakan Podcast
Mendengarkan podcast secara pasif sambil melakukan aktivitas lain memang dapat membantu membiasakan telinga terhadap bahasa Inggris. Namun, latihan akan lebih efektif jika dilakukan secara aktif.
Beberapa langkah yang bisa dicoba yaitu:
- Dengarkan tanpa melihat transkrip. Catat informasi yang berhasil dipahami, seperti topik utama, nama, tempat, angka, atau pendapat pembicara.
- Dengarkan kembali bagian yang sulit. Perhatikan kata atau kalimat yang sebelumnya tidak terdengar jelas.
- Gunakan transkrip. Cocokkan apa yang terdengar dengan teks untuk menemukan kesalahan pemahaman.
- Catat kosakata baru. Tidak perlu mencatat semua kata, cukup kata yang sering muncul atau penting untuk memahami isi pembicaraan.
- Dengarkan ulang. Setelah memahami transkrip, putar kembali audio tanpa membaca teks.
Teknik tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan listening secara bertahap tanpa harus selalu mengerjakan soal TOEFL.
Latihan TOEFL Listening Tidak Harus Lama
Konsistensi lebih penting daripada durasi latihan yang terlalu panjang tetapi hanya dilakukan sesekali. Mahasiswa dapat menyediakan waktu sekitar 15–30 menit setiap hari untuk mendengarkan materi bahasa Inggris.
Contoh pembagian latihan dalam satu sesi dapat dilakukan seperti berikut:
- 5 menit mendengarkan audio tanpa teks.
- 10 menit memeriksa bagian yang belum dipahami.
- 5 menit mempelajari kosakata baru.
- 5–10 menit mendengarkan kembali audio.
Setelah terbiasa, durasi dan tingkat kesulitan dapat ditingkatkan. Pola tersebut juga dapat dikombinasikan dengan latihan soal TOEFL listening agar kemampuan memahami audio tetap terhubung dengan kebutuhan tes.
Jangan Hanya Berlatih dari Satu Jenis Audio
Kemampuan listening akan berkembang lebih baik jika mahasiswa terbiasa mendengar berbagai situasi komunikasi. Selain podcast, materi dapat berasal dari video pembelajaran, wawancara, berita, film, atau percakapan bahasa Inggris.
Variasi materi penting karena setiap sumber memiliki karakteristik berbeda. Ada penutur yang berbicara cepat, ada yang menggunakan kosakata akademik, dan ada pula yang menggunakan ungkapan informal. Paparan terhadap berbagai bentuk bahasa Inggris membuat pendengar lebih siap menghadapi audio yang tidak familiar.
Mahasiswa juga dapat melatih kemampuan mengenali main idea, supporting details, speaker’s purpose, dan informasi spesifik. Kemampuan tersebut berguna ketika menghadapi pertanyaan listening yang meminta pemahaman terhadap isi percakapan, bukan sekadar mengenali kata.
Hubungkan Latihan Listening dengan Pembelajaran di Kampus
Kemampuan bahasa Inggris dapat dikembangkan melalui latihan mandiri sekaligus pembelajaran akademik. Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan bahasa Inggris, kemampuan listening juga menjadi bagian penting karena bahasa digunakan dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan komunikasi.
Ma’soem University merupakan salah satu kampus swasta yang memiliki lingkungan pendidikan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik dan bahasa. Pada FKIP Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dapat menjadikan latihan listening sebagai bagian dari kebiasaan belajar untuk menunjang kemampuan berbahasa Inggris secara lebih konsisten.
Latihan mandiri menggunakan aplikasi dan podcast dapat melengkapi proses belajar di kelas. Mahasiswa tidak harus menunggu tugas dari dosen untuk berlatih mendengarkan bahasa Inggris. Kebiasaan mendengarkan secara rutin dapat dilakukan melalui perangkat yang sudah digunakan sehari-hari.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Latihan
Ada beberapa kebiasaan yang justru dapat membuat latihan listening kurang efektif. Salah satunya adalah terlalu sering menghentikan audio setiap kali menemukan kata yang tidak dipahami.
Dalam tes TOEFL, peserta harus tetap mengikuti alur informasi meskipun ada beberapa kata yang tidak diketahui. Karena itu, latihan sebaiknya mengajarkan kemampuan memahami konteks. Jika satu kata terlewat, lanjutkan mendengarkan dan gunakan informasi dari kalimat berikutnya untuk memperkirakan maknanya.
Kesalahan lain adalah hanya mengerjakan soal tanpa mengevaluasi jawabannya. Setelah latihan, periksa alasan jawaban benar dan salah. Perhatikan apakah kesalahan terjadi karena tidak mengenali kosakata, kehilangan konsentrasi, salah memahami maksud penutur, atau tidak menangkap informasi tertentu.
Bangun Kebiasaan Mendengar Bahasa Inggris Setiap Hari
Persiapan TOEFL listening tidak harus selalu dilakukan melalui sesi belajar formal. Podcast dapat didengarkan saat perjalanan, aplikasi dapat digunakan ketika memiliki waktu luang, sedangkan video berbahasa Inggris dapat menjadi latihan tambahan.
Kunci utamanya adalah membuat paparan terhadap bahasa Inggris menjadi bagian dari rutinitas. Semakin sering telinga mendengar berbagai pola pengucapan dan struktur kalimat, semakin terbiasa pula otak memproses informasi dalam bahasa Inggris.
Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan TOEFL, kombinasi latihan soal, aplikasi, podcast, dan materi audiovisual dapat digunakan secara bergantian. Strategi tersebut membuat latihan tidak monoton sekaligus membantu membangun kemampuan listening secara lebih menyeluruh.
Informasi Ma’soem University
- No. WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




