Pragmatics atau pragmatik merupakan salah satu cabang linguistik yang menarik untuk dijadikan topik skripsi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Bidang ini mempelajari bagaimana makna bahasa dipahami berdasarkan konteks penggunaannya, termasuk siapa yang berbicara, kepada siapa tuturan disampaikan, dan dalam situasi seperti apa percakapan berlangsung.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak selalu menyampaikan maksud secara langsung. Kalimat seperti “Could you open the window?” secara struktur berbentuk pertanyaan, tetapi dalam konteks tertentu berfungsi sebagai permintaan. Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa memahami bahasa Inggris tidak cukup hanya melalui tata bahasa dan kosakata. Konteks komunikasi juga berperan penting.
Bagi mahasiswa yang sedang mencari ide skripsi pragmatics bahasa Inggris, percakapan sehari-hari dapat menjadi sumber data yang relevan dan menarik. Topiknya bisa diambil dari percakapan dalam film, serial televisi, podcast, interaksi di kelas, atau komunikasi digital yang dapat diakses secara etis.
Mengapa Percakapan Sehari-hari Menarik untuk Penelitian Pragmatics?
Percakapan sehari-hari mengandung berbagai fenomena bahasa yang dapat dianalisis menggunakan teori pragmatik. Penutur dapat menyampaikan permintaan secara halus, menolak ajakan tanpa menyinggung lawan bicara, menyindir seseorang, atau menyampaikan maksud yang berbeda dari arti harfiah kalimatnya.
Situasi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meneliti hubungan antara bahasa dan konteks sosial. Selain itu, penggunaan data berupa dialog yang tersedia dalam transkrip atau rekaman publik dapat membantu proses pengumpulan data, selama sumbernya jelas dan penggunaannya sesuai ketentuan.
Agar penelitian lebih terarah, mahasiswa sebaiknya memilih satu fenomena pragmatik, menentukan sumber data yang spesifik, lalu merumuskan pertanyaan penelitian yang dapat dijawab melalui analisis.
7 Ide Skripsi Pragmatics Bahasa Inggris dari Percakapan Sehari-hari
1. Speech Acts dalam Percakapan Sehari-hari
Speech acts atau tindak tutur membahas tindakan yang dilakukan seseorang melalui ujaran. Ketika seseorang mengatakan “I promise I will help you,” ia tidak sekadar menyampaikan kalimat, tetapi juga melakukan tindakan berjanji.
Topik ini cocok bagi mahasiswa yang tertarik memahami fungsi tuturan dalam komunikasi sehari-hari.
Contoh judul skripsi:
- An Analysis of Speech Acts in Everyday English Conversations
- The Types of Speech Acts Used in Daily Conversations in an English TV Series
- An Analysis of Requesting and Refusing Speech Acts in English Conversations
Penelitian dapat menggunakan teori tindak tutur dari J. L. Austin atau John R. Searle. Data kemudian dikategorikan berdasarkan fungsi tuturan yang ditemukan.
2. Politeness Strategies dalam Menolak Permintaan atau Ajakan
Kesopanan merupakan bagian penting dalam komunikasi. Seseorang mungkin ingin menolak ajakan teman, tetapi tetap berusaha menjaga hubungan sosial melalui pilihan kata tertentu.
Misalnya, tuturan “I’d love to, but I have something to do” menunjukkan penolakan yang disertai alasan dan ungkapan positif.
Contoh judul skripsi:
- Politeness Strategies Used in Refusing Invitations in an English TV Series
- An Analysis of Politeness Strategies in Everyday English Conversations
Teori kesantunan Penelope Brown dan Stephen C. Levinson dapat digunakan untuk menganalisis strategi yang muncul. Penelitian dapat berfokus pada satu jenis interaksi agar pembahasan tidak terlalu luas.
3. Implicature dalam Percakapan Bahasa Inggris
Implicature berkaitan dengan makna yang tersirat dalam suatu tuturan. Artinya, maksud penutur tidak selalu sama dengan arti harfiah kata-kata yang digunakan.
Sebagai contoh, ketika seseorang bertanya, “Are you coming to the party?” lalu dijawab “I have an exam tomorrow,” jawaban tersebut dapat mengisyaratkan bahwa orang itu tidak akan datang. Namun, makna tersebut tetap perlu ditafsirkan berdasarkan konteks percakapan.
Contoh judul skripsi:
- Conversational Implicature in Everyday English Conversations
- An Analysis of Implicature in Casual Conversations in an English TV Series
Teori implikatur percakapan dari H. P. Grice dapat membantu peneliti menjelaskan bagaimana makna tersirat muncul dan bagaimana konteks mendukung interpretasinya.
4. Deixis dalam Percakapan Sehari-hari
Deiksis merupakan fenomena bahasa yang maknanya bergantung pada konteks, seperti orang, tempat, dan waktu. Kata I, you, here, there, now, dan tomorrow dapat memiliki referen berbeda berdasarkan situasi komunikasi.
Fenomena ini relatif mudah ditemukan dalam dialog film, percakapan kelas, atau rekaman interaksi sehari-hari.
Contoh judul skripsi:
- An Analysis of Deixis in Everyday English Conversations
- Person and Spatial Deixis in Dialogues of an English TV Series
Teori deiksis dari George Yule dapat menjadi salah satu pilihan landasan teori. Penelitian dapat dibatasi pada deiksis persona dan tempat jika jumlah data terlalu banyak untuk dianalisis secara menyeluruh.
5. Flouting of Grice’s Maxims dalam Percakapan
Dalam komunikasi, penutur terkadang menyampaikan tuturan yang tampak tidak sesuai dengan prinsip kerja sama percakapan. Fenomena ini dikenal sebagai flouting of maxims dan dapat digunakan untuk menghasilkan humor, sindiran, atau makna tersirat.
Misalnya, ketika seseorang bertanya apakah makanan yang disajikan enak, lawan bicara menjawab, “Well, the plate is beautiful.” Dalam konteks tertentu, jawaban tersebut dapat mengisyaratkan bahwa makanan itu tidak terlalu disukai.
Contoh judul skripsi:
- Flouting of Grice’s Maxims in Casual Conversations in an English Sitcom
- An Analysis of Conversational Maxims in Everyday English Dialogues
Penelitian ini cocok bagi mahasiswa yang tertarik pada humor, ironi, dan cara penutur menyampaikan maksud secara tidak langsung. Teori prinsip kerja sama Grice dapat digunakan untuk mengidentifikasi maksim yang dilanggar atau disimpangkan serta menafsirkan fungsi tuturan berdasarkan konteks.
6. Dispreferred Responses dalam Percakapan
Dalam analisis percakapan, respons tertentu seperti penolakan, ketidaksetujuan, atau penolakan terhadap tawaran sering kali disampaikan secara lebih tidak langsung dibandingkan respons yang mendukung atau menyetujui. Fenomena ini dapat dikaji melalui konsep preference organization dalam Conversation Analysis.
Contohnya, seseorang berkata, “Do you want to join us for dinner?” lalu dijawab, “Umm, I’m not sure. I might have to finish my assignment.”
Jawaban tersebut memperlihatkan bagaimana penolakan dapat disampaikan melalui keraguan dan alasan sebelum maksud utamanya dinyatakan.
Contoh judul skripsi:
- Dispreferred Responses in Everyday English Conversations
- An Analysis of Refusals in Casual Conversations in an English TV Series
Topik ini dapat menggunakan pendekatan Conversation Analysis, terutama jika data berupa rekaman percakapan yang memungkinkan peneliti mengamati urutan tuturan, jeda, dan respons antarpeserta.
7. Deceptive Politeness dan Sarcasm dalam Percakapan
Sarkasme terjadi ketika penutur menggunakan tuturan yang maknanya berbeda atau bertentangan dengan maksud yang ingin disampaikan. Dalam interaksi sehari-hari, sarkasme dapat muncul sebagai bentuk kritik, sindiran, atau humor.
Contohnya, seseorang yang datang sangat terlambat mungkin disambut dengan kalimat “Wow, you’re so early!” Makna sebenarnya baru dapat dipahami melalui situasi dan pengetahuan bersama antara penutur dan pendengar.
Contoh judul skripsi:
- An Analysis of Sarcasm in Everyday English Conversations in a Sitcom
- Pragmatic Functions of Sarcastic Utterances in English Dialogues
Mahasiswa dapat menggunakan pendekatan pragmatik untuk mengidentifikasi tuturan sarkastis dan menjelaskan fungsi komunikatifnya. Istilah deceptive politeness sebaiknya digunakan hanya jika penelitian memiliki definisi konseptual dan teori yang jelas, karena tidak semua kesantunan yang tampak tidak tulus dapat dikategorikan dengan cara yang sama.
Cara Memilih Topik Pragmatics yang Mudah Diteliti
Banyaknya fenomena pragmatik tidak berarti semua topik harus diteliti sekaligus. Mahasiswa perlu mempertimbangkan ketersediaan data, kesesuaian teori, dan batasan penelitian sebelum menentukan judul.
Beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan adalah:
- Ketersediaan sumber data: pilih film, serial, podcast, atau percakapan yang transkrip maupun rekamannya dapat diakses secara legal.
- Fokus penelitian: tentukan satu fenomena utama, misalnya tindak tutur penolakan atau implikatur percakapan.
- Kesesuaian teori: pastikan teori yang dipilih benar-benar dapat menjelaskan fenomena dalam data.
- Kejelasan rumusan masalah: susun pertanyaan yang dapat dijawab melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data.
- Kelayakan waktu: hindari sumber data yang terlalu panjang apabila waktu penelitian terbatas.
Pendekatan kualitatif deskriptif dapat digunakan untuk sejumlah topik pragmatik, terutama ketika penelitian bertujuan mengidentifikasi bentuk tuturan dan menjelaskan maknanya berdasarkan konteks. Namun, pendekatan dan teknik analisis tetap perlu disesuaikan dengan pertanyaan penelitian serta karakteristik data.
Relevansi Penelitian Pragmatics bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris
Pragmatik memiliki hubungan erat dengan pembelajaran bahasa Inggris karena membantu menjelaskan bagaimana bahasa digunakan dalam situasi komunikasi nyata. Pengetahuan ini dapat mendukung pemahaman tentang permintaan yang sopan, penolakan, makna tersirat, dan perbedaan cara berbicara berdasarkan konteks sosial.
Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, penelitian pragmatik juga dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan analisis bahasa secara lebih mendalam. Mahasiswa tidak hanya mempelajari struktur kalimat, tetapi juga menelaah bagaimana penutur membangun makna dan menyesuaikan ujaran dengan lawan bicara.
Ma’soem University merupakan salah satu kampus swasta di Bandung yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling serta Pendidikan Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa yang menekuni bidang Pendidikan Bahasa Inggris, kajian linguistik seperti pragmatik dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan penelitian akademik sesuai minat, sumber data, dan arahan dosen pembimbing.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




