Speech Act dalam Film atau Serial Bahasa Inggris: Apakah Cocok untuk Skripsi?

Memilih topik skripsi sering menjadi tantangan bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Selain harus menarik, topik penelitian perlu memiliki landasan teori yang jelas, objek yang dapat dianalisis, serta ruang lingkup yang memungkinkan penelitian diselesaikan secara terarah. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah speech act atau tindak tutur dalam film dan serial berbahasa Inggris.

Film dan serial menghadirkan percakapan yang menggambarkan berbagai situasi komunikasi, mulai dari meminta bantuan, menyampaikan pendapat, menolak ajakan, hingga mengungkapkan perasaan. Dialog-dialog tersebut dapat dianalisis untuk memahami bagaimana bahasa digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu. Karena itu, penelitian speech act cukup relevan bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang pragmatik dan analisis bahasa dalam konteks komunikasi.

Apa Itu Speech Act dalam Kajian Linguistik?

Speech act atau tindak tutur merupakan konsep dalam pragmatik yang menjelaskan bahwa ujaran tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga dapat digunakan untuk melakukan suatu tindakan.

Ketika seseorang mengatakan, “I promise I will help you,” misalnya, ia bukan sekadar mengucapkan sebuah kalimat, melainkan juga melakukan tindakan berjanji. Begitu pula ketika seseorang mengatakan, “Could you open the door, please?” Kalimat tersebut berbentuk pertanyaan, tetapi dalam konteks tertentu berfungsi sebagai permintaan.

Teori tindak tutur banyak dikaitkan dengan J. L. Austin melalui bukunya How to Do Things with Words (1962), kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh John R. Searle dalam Speech Acts (1969).

Dalam kajian pragmatik, tindak tutur umumnya dibedakan menjadi tiga aspek:

  • Locutionary act: tindakan mengucapkan kalimat yang memiliki makna tertentu.
  • Illocutionary act: maksud atau tindakan yang dilakukan melalui ujaran, seperti meminta, memerintah, atau berjanji.
  • Perlocutionary act: dampak ujaran terhadap pendengar, misalnya membuat seseorang merasa yakin, takut, atau bersedia melakukan sesuatu.

Ketiga konsep tersebut membantu peneliti memahami bahwa makna percakapan tidak selalu dapat ditentukan hanya berdasarkan kata-kata yang digunakan. Konteks, hubungan antarpenutur, dan situasi komunikasi juga perlu diperhatikan.

Mengapa Film dan Serial Cocok Menjadi Objek Penelitian Speech Act?

Film dan serial berbahasa Inggris menyediakan data percakapan yang dapat diamati melalui dialog antarkarakter. Peneliti dapat mempelajari bagaimana tokoh menggunakan bahasa untuk mencapai tujuan komunikasi tertentu dalam berbagai situasi.

Ada beberapa alasan mengapa objek penelitian ini menarik bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris.

1. Dialog Menampilkan Berbagai Jenis Tindak Tutur

Dalam film atau serial, karakter dapat menyampaikan permintaan, memberikan informasi, menyampaikan janji, mengungkapkan perasaan, atau memengaruhi keputusan karakter lain. Variasi tersebut menyediakan data untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tindak tutur.

Sebagai contoh, percakapan antara guru dan murid mungkin memperlihatkan tindak tutur memerintah, sedangkan percakapan antara sahabat dapat memperlihatkan tindakan berterima kasih, meminta maaf, atau menawarkan bantuan.

2. Konteks Percakapan Relatif Mudah Diamati

Film dan serial menyediakan informasi visual dan situasional yang membantu peneliti memahami konteks dialog. Ekspresi wajah, hubungan antarkarakter, dan peristiwa yang sedang berlangsung dapat menjadi pertimbangan dalam menafsirkan maksud ujaran.

Meskipun demikian, peneliti tetap perlu membedakan bukti yang benar-benar relevan dari interpretasi pribadi. Penentuan jenis tindak tutur sebaiknya didasarkan pada teori yang digunakan dan konteks dialog yang dapat dijelaskan.

3. Data Dapat Dikumpulkan Secara Sistematis

Peneliti dapat menonton film atau episode tertentu, mentranskripsikan dialog yang relevan, lalu mengelompokkan data berdasarkan kategori tindak tutur. Proses tersebut memungkinkan penggunaan metode penelitian deskriptif kualitatif tanpa harus melibatkan responden atau menyebarkan kuesioner.

Namun, dialog yang dipilih tetap perlu dibatasi. Menganalisis seluruh percakapan dalam serial yang memiliki banyak musim dapat menghasilkan data yang terlalu besar untuk penelitian skripsi.

Jenis Speech Act yang Bisa Dianalisis dalam Skripsi

Salah satu kerangka yang sering digunakan dalam penelitian tindak tutur adalah klasifikasi John R. Searle (1979). Ia membagi tindak tutur ilokusi ke dalam lima kategori utama.

Jenis tindak tuturFungsiContoh ujaran
AssertivesMenyatakan sesuatu yang diyakini atau dianggap benar“I think you’re right.”
DirectivesMendorong pendengar melakukan sesuatu“Please help me.”
CommissivesMengikat penutur pada tindakan di masa depan“I promise I’ll come back.”
ExpressivesMengungkapkan perasaan atau sikap“I’m really sorry.”
DeclarationsMengubah status atau keadaan melalui ujaran yang memiliki kewenangan dan konteks yang sesuai“I hereby declare the meeting closed.”

Contoh tersebut merupakan ilustrasi, bukan kutipan dari film tertentu. Dalam penelitian sebenarnya, peneliti harus mengambil data dari objek yang dipilih dan menjelaskan alasan klasifikasinya.

Mahasiswa juga dapat memilih satu kategori tertentu, seperti directives, agar analisis lebih mendalam dan tidak terlalu luas. Pilihan ini berguna apabila penelitian ingin berfokus pada cara karakter meminta, menyarankan, memerintah, atau melarang sesuatu.

Contoh Judul Skripsi Speech Act dalam Film atau Serial

Judul skripsi sebaiknya menunjukkan konsep yang diteliti, objek penelitian, dan fokus analisis. Berikut beberapa alternatif yang dapat dikembangkan sesuai minat mahasiswa.

  • An Analysis of Speech Acts in the Movie Inside Out 2. Berfokus pada klasifikasi tindak tutur dalam dialog film.
  • Illocutionary Acts in the Dialogues of The Devil Wears Prada. Meneliti tindakan ilokusi yang muncul dalam percakapan antarkarakter.
  • Directive Speech Acts in the Netflix Series Wednesday. Berfokus pada ujaran yang bertujuan memengaruhi tindakan pendengar.
  • Expressive Speech Acts in the Movie Frozen. Menganalisis ungkapan yang menunjukkan perasaan atau sikap karakter.
  • The Functions of Commissive Speech Acts in an English-Language Series. Mengkaji janji, tawaran, dan bentuk komitmen lainnya dalam dialog serial yang dipilih.

Judul-judul tersebut merupakan contoh rancangan topik, bukan pernyataan bahwa penelitian dengan judul yang sama belum pernah dilakukan. Sebelum menetapkan judul, mahasiswa perlu memeriksa penelitian terdahulu melalui Google Scholar atau repositori perguruan tinggi untuk menemukan persamaan, perbedaan, dan celah penelitian yang dapat dikembangkan.

Bagaimana Menentukan Fokus agar Skripsi Tidak Terlalu Luas?

Topik speech act dapat menjadi terlalu luas jika peneliti berusaha mengidentifikasi seluruh jenis tindak tutur, menjelaskan setiap konteks, dan membandingkan banyak karakter sekaligus. Oleh sebab itu, pembatasan penelitian menjadi langkah penting.

Beberapa pertimbangan yang dapat digunakan adalah:

Pertama, pilih objek yang benar-benar menarik untuk dianalisis. Pastikan film atau serial memiliki dialog yang cukup jelas dan relevan dengan fokus penelitian. Ketersediaan transkrip dapat membantu, tetapi dialog tetap perlu diperiksa melalui tayangan asli.

Kedua, tentukan teori utama. Jika menggunakan klasifikasi Searle, jelaskan kategori yang digunakan dan indikator untuk mengidentifikasi setiap jenis tindak tutur. Hindari mencampurkan beberapa teori tanpa alasan metodologis yang kuat.

Ketiga, rumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik. Misalnya, jenis tindak tutur ilokusi apa saja yang ditemukan dalam film tertentu dan jenis apa yang paling sering muncul. Jika ingin membahas alasan pemilihan ujaran, diperlukan analisis konteks yang memadai, bukan hanya penghitungan frekuensi.

Keempat, tentukan batas data. Peneliti dapat memilih satu film, beberapa adegan, atau episode tertentu berdasarkan kriteria yang jelas. Pembatasan tersebut membantu proses transkripsi, pengodean, dan pembahasan berjalan lebih terarah.

Metode Penelitian yang Dapat Digunakan

Penelitian speech act dalam film atau serial umumnya dapat menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data utamanya berupa ujaran atau dialog karakter, sedangkan sumber data berasal dari film atau serial yang dipilih.

Tahapan penelitian dapat mencakup:

  1. Menentukan film atau serial berdasarkan kriteria penelitian.
  2. Menonton tayangan dan mengidentifikasi dialog yang relevan.
  3. Mentranskripsikan serta memeriksa kembali ujaran yang akan dianalisis.
  4. Mengklasifikasikan data berdasarkan teori tindak tutur yang digunakan.
  5. Menafsirkan fungsi ujaran dengan mempertimbangkan konteks percakapan.
  6. Menyajikan temuan beserta contoh data dan alasan klasifikasinya.

Jika penelitian juga ingin mengetahui kategori yang paling dominan, peneliti dapat menghitung frekuensi setiap kategori sebagai informasi pendukung. Penghitungan tersebut tidak otomatis menjadikan penelitian sebagai metode campuran, selama tujuan utamanya tetap berupa analisis kualitatif dan angka digunakan secara deskriptif.

Tantangan yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan munculnya perbedaan interpretasi. Satu ujaran dapat memiliki fungsi berbeda bergantung pada konteksnya. Oleh karena itu, peneliti perlu menyusun pedoman pengodean yang jelas, menyertakan bukti dialog, dan menjelaskan alasan ketika suatu ujaran dimasukkan ke kategori tertentu.

Relevansi Topik Speech Act bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris

Penelitian tindak tutur dapat membantu mahasiswa memahami hubungan antara bentuk bahasa dan maksud komunikatif. Pemahaman ini relevan bagi pembelajaran bahasa Inggris karena kemampuan berkomunikasi tidak hanya berkaitan dengan tata bahasa dan kosakata, tetapi juga penggunaan ujaran yang sesuai dengan situasi sosial.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dapat memanfaatkan penelitian ini untuk memperdalam kajian pragmatik, menganalisis penggunaan bahasa autentik, serta memahami bagaimana konteks memengaruhi interpretasi makna. Hasil penelitian juga dapat menjadi bahan refleksi dalam pembelajaran komunikasi, meskipun temuan dari dialog film tidak selalu menggambarkan penggunaan bahasa sehari-hari secara utuh karena percakapan film disusun untuk kebutuhan cerita.

Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling serta Pendidikan Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, kajian linguistik seperti pragmatik dapat menjadi salah satu bidang yang dipertimbangkan ketika menyusun topik penelitian akademik. Penentuan skripsi tetap perlu disesuaikan dengan pedoman program studi, arahan dosen pembimbing, serta ketersediaan sumber ilmiah yang relevan.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253

Instagram: @masoem_university

Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com