Ide Skripsi tentang Politeness dalam Percakapan Bahasa Inggris

Politeness atau kesantunan berbahasa merupakan salah satu topik yang menarik untuk diteliti dalam bidang linguistik, khususnya pragmatik. Dalam percakapan bahasa Inggris, kesantunan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan kata-kata yang terdengar sopan, tetapi juga cara seseorang menyampaikan permintaan, menolak ajakan, memberikan kritik, atau merespons lawan bicara sesuai konteks komunikasi.

Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, topik politeness dapat dikembangkan menjadi penelitian skripsi yang relevan dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Data penelitian bisa berasal dari film, serial televisi, percakapan mahasiswa, interaksi di kelas, hingga komunikasi melalui media sosial. Pilihan sumber data tersebut memungkinkan mahasiswa mengkaji kesantunan berbahasa melalui pendekatan pragmatik secara lebih terarah.

Apa Itu Politeness dalam Pragmatik?

Politeness merupakan strategi berbahasa yang digunakan untuk menjaga hubungan sosial, menghormati lawan bicara, dan mengurangi potensi konflik dalam komunikasi. Suatu tuturan dapat dianggap sopan atau kurang sopan bergantung pada situasi, hubungan antara penutur dan pendengar, tujuan komunikasi, serta norma sosial yang berlaku.

Contohnya, seseorang dapat mengatakan, “Open the window!” ketika meminta orang lain membuka jendela. Namun, dalam situasi formal, penutur mungkin memilih kalimat, “Could you please open the window?”

Kedua kalimat tersebut memiliki tujuan yang sama, tetapi berbeda dalam cara penyampaiannya. Perbedaan inilah yang dapat dianalisis melalui kajian politeness.

Dalam penelitian linguistik, kesantunan juga tidak selalu ditentukan oleh ada atau tidaknya kata please. Peneliti perlu memperhatikan konteks tuturan, hubungan sosial, intonasi jika tersedia, serta respons lawan bicara agar interpretasi lebih akurat.

Teori Politeness yang Bisa Digunakan untuk Skripsi

Sebelum menentukan judul skripsi, mahasiswa perlu memilih teori yang sesuai dengan fokus penelitian. Dua pendekatan yang cukup dikenal dalam kajian kesantunan berbahasa adalah teori Brown dan Levinson serta teori Leech.

1. Teori Politeness Brown dan Levinson

Teori Brown dan Levinson (1987) menjelaskan kesantunan melalui konsep face, yaitu citra diri atau keinginan seseorang untuk memperoleh penghargaan dan mempertahankan kebebasannya dalam interaksi sosial.

Teori ini membedakan dua aspek utama:

  • Positive face: keinginan seseorang untuk diterima, dihargai, dan memiliki hubungan sosial yang positif dengan orang lain.
  • Negative face: keinginan seseorang agar kebebasan bertindak dan ruang pribadinya tidak terlalu dibatasi oleh orang lain.

Dalam kerangka ini, strategi kesantunan yang dapat dianalisis meliputi bald on record, positive politeness, negative politeness, dan off-record. Penelitian dapat berfokus pada strategi yang digunakan karakter film ketika meminta bantuan, menyampaikan ketidaksetujuan, atau menghadapi konflik.

Teori ini cocok untuk penelitian yang ingin mengidentifikasi strategi kesantunan sekaligus menjelaskan alasan pemilihan strategi berdasarkan konteks percakapan.

2. Teori Politeness Leech

Leech (2014), melalui pengembangan teori pragmatiknya, menawarkan perspektif untuk memahami kesantunan dalam komunikasi. Salah satu kerangka yang dikenal adalah Grand Strategy of Politeness dan prinsip kesantunan yang mencakup sejumlah maksim.

Beberapa maksim yang dapat dipertimbangkan dalam penelitian meliputi:

  • Tact maxim: berkaitan dengan upaya meminimalkan kerugian bagi orang lain dan memaksimalkan manfaat bagi orang lain.
  • Generosity maxim: menekankan upaya meminimalkan keuntungan bagi diri sendiri dan memaksimalkan pengorbanan diri.
  • Approbation maxim: berkaitan dengan meminimalkan kecaman terhadap orang lain dan memaksimalkan penghargaan.
  • Agreement maxim: berkaitan dengan meminimalkan ketidaksetujuan dan memaksimalkan kesepakatan.
  • Sympathy maxim: berkaitan dengan meminimalkan antipati dan memaksimalkan simpati terhadap orang lain.

Kerangka ini dapat digunakan untuk menganalisis bagaimana tokoh dalam film atau peserta percakapan menunjukkan penghargaan, persetujuan, simpati, dan pertimbangan terhadap orang lain. Mahasiswa perlu merujuk pada edisi teori yang digunakan agar kategori analisis tidak tercampur dengan kerangka Brown dan Levinson.

10 Ide Judul Skripsi tentang Politeness dalam Percakapan Bahasa Inggris

Berikut beberapa pilihan judul yang dapat dikembangkan sesuai minat, ketersediaan data, dan kemampuan analisis mahasiswa.

1. Politeness Strategies Used by the Main Characters in the Movie The Intern

Penelitian ini dapat mengidentifikasi strategi kesantunan yang digunakan oleh karakter utama dalam film The Intern. Data diambil dari dialog yang memperlihatkan permintaan, penghargaan, penolakan, atau interaksi di tempat kerja.

Teori Brown dan Levinson (1987) dapat digunakan untuk mengklasifikasikan strategi kesantunan. Fokus penelitian sebaiknya dibatasi pada karakter tertentu agar analisis lebih mendalam.

2. An Analysis of Politeness Strategies in English Classroom Interaction

Topik ini berfokus pada kesantunan dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa atau antara guru dan siswa ketika pembelajaran berlangsung.

Data dapat berupa transkrip percakapan kelas yang diperoleh melalui observasi dan rekaman setelah mendapatkan izin. Penelitian dapat mengkaji cara peserta mengajukan pertanyaan, meminta klarifikasi, memberikan pendapat, atau menyampaikan ketidaksetujuan.

3. Politeness Strategies in Request Expressions Used by English Education Students

Penelitian ini berfokus pada strategi kesantunan ketika mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris menyampaikan permintaan dalam bahasa Inggris.

Data dapat dikumpulkan melalui percakapan alami atau skenario komunikasi yang dirancang sesuai tujuan penelitian. Jika menggunakan skenario, peneliti perlu menjelaskan bahwa data menggambarkan respons terhadap situasi yang diberikan, bukan selalu perilaku komunikasi alami.

4. Positive and Negative Politeness in the Movie Pride and Prejudice

Judul ini cocok bagi mahasiswa yang tertarik pada hubungan sosial, perbedaan status, dan komunikasi antartokoh dalam film.

Penelitian dapat menganalisis bagaimana karakter menunjukkan kedekatan sosial atau menghormati jarak dan kebebasan lawan bicara. Pembahasan konteks hubungan antartokoh akan membantu menjelaskan pemilihan strategi kesantunan.

5. Politeness Strategies in English YouTube Interviews

Penelitian ini mengkaji strategi kesantunan yang digunakan pewawancara dan narasumber dalam wawancara berbahasa Inggris di YouTube.

Mahasiswa dapat memilih satu atau dua video yang memiliki transkrip atau audio yang jelas. Batasan durasi, jumlah pembicara, dan jenis wawancara perlu ditentukan agar pengumpulan data tetap realistis.

6. An Analysis of Politeness in Refusal Expressions in English Conversations

Penolakan menjadi topik menarik karena seseorang perlu menyampaikan ketidaksetujuan tanpa selalu merusak hubungan sosial.

Penelitian dapat mengidentifikasi bagaimana penutur menolak ajakan, permintaan, atau tawaran. Sumber data dapat berasal dari film, serial, atau percakapan yang ditranskripsikan.

7. Politeness Strategies Used by Characters in the Harry Potter Film Series

Penelitian ini mengkaji strategi kesantunan dalam interaksi antarkarakter. Agar tidak terlalu luas, mahasiswa dapat membatasi analisis pada satu film, dua karakter, atau jenis interaksi tertentu.

Pembatasan tersebut membantu peneliti memperoleh data yang lebih terkelola dan menghindari pembahasan seluruh dialog yang tidak relevan dengan fokus penelitian.

8. Politeness in English Comments on Social Media

Topik ini membahas kesantunan dalam komentar berbahasa Inggris di platform media sosial. Data dapat berupa komentar publik yang berkaitan dengan satu unggahan atau topik tertentu.

Peneliti perlu mempertimbangkan etika penelitian digital, menyamarkan identitas pengguna bila diperlukan, dan menghindari pengambilan data yang melanggar privasi. Analisis juga harus memperhatikan bahwa komentar tertulis tidak selalu memperlihatkan intonasi atau maksud penutur secara lengkap.

9. Politeness Strategies in Apology Expressions in English Movies

Penelitian ini berfokus pada cara karakter meminta maaf, mengakui kesalahan, dan merespons konflik. Analisis dapat mengidentifikasi strategi kesantunan yang digunakan ketika karakter berusaha memperbaiki hubungan sosial.

Judul ini cocok bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen tanpa harus merekrut banyak responden.

10. Politeness Strategies Used by English Teachers in Giving Feedback to Students

Penelitian ini mengkaji bagaimana guru menyampaikan pujian, koreksi, saran, atau kritik kepada siswa dalam bahasa Inggris.

Data dapat diperoleh melalui observasi kelas dan transkripsi percakapan setelah memperoleh izin dari pihak terkait. Penelitian dapat menjelaskan strategi yang muncul beserta konteks penggunaannya, tanpa langsung menyimpulkan bahwa satu strategi selalu lebih baik daripada strategi lainnya.

Cara Memilih Judul Skripsi yang Paling Sesuai

Banyaknya pilihan topik tidak berarti semua judul harus diteliti sekaligus. Mahasiswa perlu memilih penelitian yang memiliki fokus jelas dan sumber data yang dapat diakses.

Beberapa pertimbangan penting meliputi:

  • Ketersediaan data: pilih film, wawancara, atau interaksi yang dapat diakses dan ditranskripsikan secara memadai.
  • Kejelasan teori: tentukan teori utama sebelum menyusun kategori analisis agar pembahasan konsisten.
  • Batasan penelitian: fokus pada strategi tertentu, jenis tindak tutur, karakter, atau situasi komunikasi.
  • Kesesuaian metode: analisis dialog film umumnya dapat dilakukan melalui penelitian kualitatif deskriptif dan analisis dokumen.
  • Kebaruan penelitian: periksa penelitian terdahulu melalui Google Scholar untuk mengetahui objek, fokus, dan hasil yang sudah pernah diteliti.

Kebaruan tidak harus berasal dari teori yang benar-benar baru. Perbedaan sumber data, konteks komunikasi, fokus strategi, atau cara membandingkan penggunaan kesantunan dapat menjadi dasar pengembangan penelitian selama dijelaskan secara akademis.

Relevansi Kajian Pragmatik bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris

Kajian politeness memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya mencakup tata bahasa dan kosakata. Penggunaan bahasa juga membutuhkan pemahaman konteks, hubungan sosial, tujuan komunikasi, dan cara menyampaikan maksud secara tepat.

Di lingkungan perguruan tinggi, kajian tersebut dapat dikembangkan melalui mata kuliah linguistik, pragmatik, dan penelitian bahasa sesuai kurikulum yang berlaku. Mahasiswa juga dapat menggunakan hasil penelitian untuk meningkatkan pemahaman tentang komunikasi lintas budaya serta praktik berbahasa Inggris dalam situasi formal dan informal.

Ma’soem University merupakan salah satu kampus swasta di Bandung yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa yang menaruh minat pada pembelajaran bahasa, program Pendidikan Bahasa Inggris relevan dengan pengembangan kompetensi kebahasaan dan pemahaman penggunaan bahasa dalam konteks pendidikan.

Penentuan topik skripsi tetap perlu disesuaikan dengan pedoman akademik, arahan dosen pembimbing, serta ketersediaan sumber data. Langkah tersebut membantu mahasiswa mengembangkan penelitian yang terarah, memiliki dasar teori yang jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253

Instagram: @masoem_university

Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com