Bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), istilah PPL dan PAL sering kali terdengar sejak awal perkuliahan. Keduanya sama-sama berkaitan dengan praktik lapangan, namun memiliki konsep, waktu pelaksanaan, dan tujuan yang berbeda. Lalu, apa bedanya PPL dengan PAL di Ma’soem University? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap agar tidak terjadi salah paham, khususnya bagi mahasiswa FKIP.
Sekilas tentang Ma’soem University
Ma’soem University merupakan perguruan tinggi swasta yang dikenal dengan sistem pendidikan terintegrasi antara teori dan praktik. Kampus ini memiliki komitmen kuat dalam menyiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja, termasuk dalam bidang pendidikan melalui FKIP. Oleh karena itu, kurikulum dirancang agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan yang relevan.
Pengertian PPL (Praktik Pengalaman Lapangan)
PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) adalah kegiatan praktik mengajar yang wajib diikuti oleh mahasiswa kependidikan. Tujuan utama PPL adalah melatih mahasiswa agar memahami kondisi nyata di sekolah, mulai dari manajemen kelas, interaksi dengan siswa, hingga penerapan perangkat pembelajaran.
Di Ma’soem University, PPL dilaksanakan pada semester 2 (smt 2) untuk mahasiswa FKIP. Pada tahap ini, mahasiswa masih berada pada fase awal perkuliahan, sehingga PPL difokuskan pada pengenalan dunia sekolah dan dasar-dasar praktik pendidikan. Mahasiswa biasanya melakukan observasi kelas, membantu guru, serta mulai belajar memahami karakter peserta didik.
Pengertian PAL (Pengenalan Lapangan)
Sementara itu, PAL (Pengenalan Lapangan) di beberapa kampus lain biasanya dilaksanakan pada semester menengah, seperti semester 4. PAL bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan kerja atau institusi pendidikan secara lebih mendalam, namun belum seintensif PPL atau magang.
Namun, di FKIP Ma’soem University tidak terdapat program PAL pada semester 4. Hal ini sering menjadi pertanyaan mahasiswa baru, terutama yang membandingkan kurikulum Ma’soem University dengan kampus lain.
Kenapa FKIP Ma’soem University Tidak Ada PAL?
Tidak adanya PAL di semester 4 bukan berarti mahasiswa kehilangan pengalaman lapangan. Justru sebaliknya, Ma’soem University mengganti konsep PAL dengan sistem magang yang lebih terstruktur dan aplikatif.
Alih-alih PAL, mahasiswa FKIP diarahkan untuk:
- Mendapatkan dasar praktik lebih awal melalui PPL di semester 2
- Mendalami pengalaman nyata melalui magang pada semester 7
Dengan pola ini, mahasiswa tidak hanya “mengenal” dunia sekolah, tetapi benar-benar terlibat secara aktif dalam aktivitas pendidikan.
Magang Semester 7 sebagai Pengganti PAL
Sebagai pengganti PAL, mahasiswa FKIP Ma’soem University akan mengikuti program magang pada semester 7 (smt 7). Program ini dilaksanakan di:
- Sekolah Menengah Atas (SMA)
- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Pada tahap magang, mahasiswa sudah dibekali pengetahuan pedagogik dan keilmuan yang matang. Karena itu, peran mahasiswa di sekolah tidak lagi sebatas observasi, melainkan:
- Membantu proses pembelajaran secara aktif
- Terlibat dalam administrasi pendidikan
- Mengembangkan media dan strategi pembelajaran
- Beradaptasi dengan budaya kerja guru dan tenaga kependidikan
Pengalaman magang ini dinilai jauh lebih siap menghadapi dunia kerja dibandingkan PAL yang bersifat pengenalan semata.
Perbedaan PPL dan PAL di Ma’soem University
Berikut ringkasan perbedaan PPL dan PAL dalam konteks FKIP Ma’soem University:
- PPL
- Dilaksanakan di semester 2
- Fokus pada pengenalan dan dasar praktik mengajar
- Wajib bagi mahasiswa FKIP
- PAL
- Tidak dilaksanakan di FKIP Ma’soem University, tetapi dilaksanakan di Fakultas lain.
- Digantikan dengan sistem magang yang lebih aplikatif
- Magang
- Dilaksanakan di semester 7
- Penempatan di SMA atau SMK
- Fokus pada pengalaman kerja nyata di bidang pendidikan
Jadi, bedanya PPL dengan PAL di Ma’soem University terletak pada konsep dan penerapannya. FKIP Ma’soem University tidak menerapkan PAL di semester 4, melainkan menggantinya dengan PPL di semester 2 dan magang di semester 7. Skema ini dirancang agar mahasiswa mendapatkan pengalaman lapangan secara bertahap, dari pengenalan awal hingga praktik profesional yang sesungguhnya.
Dengan sistem ini, lulusan FKIP Ma’soem University diharapkan lebih siap menjadi pendidik yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia pendidikan.





