Kepercayaan diri merupakan salah satu modal utama bagi mahasiswa calon pendidik. Tanpa rasa percaya diri, kemampuan akademik yang baik sering kali tidak tersampaikan secara optimal. Di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya fakultas keguruan, penguatan kepercayaan diri menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Hal inilah yang menjadi perhatian utama di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ma’soem University, yang secara konsisten mengembangkan sistem pembelajaran untuk membentuk calon guru yang kompeten sekaligus percaya diri.
Pentingnya Kepercayaan Diri bagi Mahasiswa FKIP
Mahasiswa FKIP dipersiapkan untuk menjadi pendidik, konselor, maupun tenaga kependidikan profesional. Profesi ini menuntut kemampuan berbicara di depan umum, mengelola kelas, menyampaikan materi dengan jelas, serta menjadi figur teladan bagi peserta didik. Semua peran tersebut membutuhkan kepercayaan diri yang kuat.
Kurangnya kepercayaan diri dapat membuat mahasiswa ragu mengemukakan pendapat, takut salah saat presentasi, hingga tidak maksimal ketika praktik mengajar. Oleh karena itu, pembelajaran di FKIP tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan karakter dan mental mahasiswa.
Lingkungan Pembelajaran yang Mendukung di FKIP Ma’soem University
Salah satu cara meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa adalah melalui lingkungan belajar yang kondusif dan suportif. FKIP Ma’soem University menciptakan suasana akademik yang mendorong mahasiswa aktif berpartisipasi tanpa rasa takut disalahkan.
Dosen berperan sebagai fasilitator yang membimbing, bukan sekadar pengajar satu arah. Mahasiswa diberi ruang untuk berdiskusi, berargumen, dan menyampaikan gagasan secara terbuka. Pola pembelajaran seperti ini secara bertahap melatih mahasiswa untuk lebih berani berbicara dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Metode Pembelajaran Aktif dan Kolaboratif
Pembelajaran aktif menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa FKIP. Metode seperti diskusi kelompok, presentasi kelas, simulasi pembelajaran, dan microteaching diterapkan secara konsisten. Dalam microteaching, misalnya, mahasiswa berperan sebagai guru di hadapan teman-temannya.
Melalui praktik ini, mahasiswa belajar mengatasi rasa gugup, mengatur intonasi suara, serta membangun komunikasi yang efektif. Evaluasi yang diberikan bersifat membangun, sehingga mahasiswa tidak merasa terintimidasi, melainkan termotivasi untuk terus berkembang.
Peran Praktik Lapangan dalam Membentuk Mental Pendidik
Kepercayaan diri tidak dapat dibentuk hanya di ruang kelas. FKIP Ma’soem University menyadari pentingnya pengalaman nyata melalui program praktik lapangan di sekolah-sekolah mitra. Mahasiswa diterjunkan langsung untuk berinteraksi dengan siswa, guru pamong, dan lingkungan sekolah yang sesungguhnya.
Pengalaman ini membantu mahasiswa mengenali potensi diri, menghadapi tantangan nyata, serta belajar mengambil keputusan secara mandiri. Setelah melalui praktik lapangan, banyak mahasiswa merasakan peningkatan signifikan dalam rasa percaya diri dan kesiapan menjadi pendidik profesional.
Pembinaan Karakter dan Soft Skill Mahasiswa
Selain kompetensi akademik, FKIP Ma’soem University juga menekankan pembinaan karakter dan soft skill. Kegiatan seperti pelatihan public speaking, kepemimpinan, serta pengembangan kepribadian menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran.
Mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, bersikap empatik, dan mampu mengelola emosi. Soft skill inilah yang sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri, terutama saat mahasiswa harus berhadapan dengan berbagai karakter peserta didik di masa depan.
Dukungan Dosen dan Budaya Akademik Positif
Dosen di FKIP Ma’soem University tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor. Pendekatan personal yang diterapkan membuat mahasiswa merasa dihargai dan didukung. Ketika mahasiswa merasa aman secara psikologis, kepercayaan diri akan tumbuh dengan sendirinya.
Budaya akademik yang positif, saling menghargai, dan menjunjung etika juga menjadi faktor penting. Mahasiswa terbiasa menerima perbedaan pendapat dan belajar dari kesalahan, tanpa merasa rendah diri atau tertekan.
Kepercayaan Diri sebagai Bekal Karier Lulusan FKIP
Lulusan FKIP yang memiliki kepercayaan diri tinggi akan lebih siap menghadapi dunia kerja. Baik sebagai guru, konselor, maupun tenaga kependidikan lainnya, kepercayaan diri membantu lulusan tampil meyakinkan, profesional, dan adaptif.
FKIP Ma’soem University membuktikan bahwa pembelajaran yang terstruktur, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan karakter mampu membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara mental.





