Motivasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan mahasiswa pendidikan selama menjalani proses perkuliahan. Tanpa motivasi yang kuat, mahasiswa akan mudah merasa jenuh, kehilangan arah, bahkan mengalami penurunan prestasi akademik. Dalam kajian psikologi pendidikan, motivasi dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk karakter, semangat belajar, serta kesiapan mahasiswa pendidikan untuk menjadi pendidik profesional di masa depan.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa pendidikan, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta bagaimana lingkungan kampus—khususnya di Ma’soem University dan FKIP Ma’soem University—dapat berperan dalam menumbuhkan motivasi belajar yang berkelanjutan.
Pengertian Motivasi Intrinsik Mahasiswa Pendidikan
Motivasi intrinsik adalah dorongan yang berasal dari dalam diri individu untuk melakukan suatu aktivitas karena aktivitas tersebut dirasakan bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan nilai pribadi. Pada mahasiswa pendidikan, motivasi intrinsik biasanya muncul dari keinginan tulus untuk menjadi guru, pendidik, atau tenaga kependidikan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mahasiswa yang memiliki motivasi intrinsik tinggi cenderung belajar bukan hanya demi nilai, melainkan karena ingin memahami materi secara mendalam. Mereka merasa puas ketika berhasil menguasai konsep pedagogik, psikologi pendidikan, maupun strategi pembelajaran. Rasa ingin tahu, kesadaran akan tanggung jawab moral sebagai calon pendidik, serta panggilan hati untuk mencerdaskan generasi bangsa menjadi sumber utama motivasi intrinsik mahasiswa pendidikan.
Dalam jangka panjang, motivasi intrinsik sangat berpengaruh terhadap ketahanan belajar. Mahasiswa yang belajar karena dorongan dari dalam diri tidak mudah menyerah meskipun menghadapi tantangan akademik, tugas yang menumpuk, atau praktik lapangan yang menuntut kesiapan mental dan fisik.
Pengertian Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa Pendidikan
Berbeda dengan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang berasal dari luar diri individu. Motivasi ini muncul karena adanya faktor eksternal seperti nilai, penghargaan, beasiswa, pujian dosen, dukungan orang tua, hingga peluang kerja setelah lulus.
Pada mahasiswa pendidikan, motivasi ekstrinsik sering kali menjadi pemicu awal untuk tetap konsisten dalam menjalani perkuliahan. Contohnya, keinginan mendapatkan IPK tinggi agar memperoleh beasiswa, lulus tepat waktu, atau mendapatkan pekerjaan sebagai guru di sekolah unggulan. Faktor lingkungan kampus yang kompetitif dan suportif juga dapat memperkuat motivasi ekstrinsik mahasiswa.
Meskipun sering dianggap “kurang ideal” dibanding motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik tetap memiliki peran penting. Dalam banyak kasus, motivasi ekstrinsik justru membantu mahasiswa bertahan pada masa-masa awal perkuliahan sebelum akhirnya menemukan makna dan motivasi intrinsik yang lebih mendalam.
Perbedaan dan Hubungan Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik
Motivasi intrinsik dan ekstrinsik memiliki karakteristik yang berbeda, namun bukan berarti saling bertentangan. Motivasi intrinsik lebih bersifat jangka panjang dan berorientasi pada kepuasan pribadi, sedangkan motivasi ekstrinsik lebih berfokus pada hasil dan penghargaan eksternal.
Dalam konteks mahasiswa pendidikan, kombinasi keduanya sangat dibutuhkan. Motivasi intrinsik mendorong mahasiswa untuk mencintai profesi pendidik dan terus belajar sepanjang hayat, sementara motivasi ekstrinsik membantu menjaga disiplin, target akademik, dan pencapaian prestasi yang terukur.
Mahasiswa yang mampu menyeimbangkan kedua jenis motivasi ini biasanya memiliki performa akademik yang lebih stabil, sikap profesional yang baik, serta kesiapan mental untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus.
Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Mahasiswa Pendidikan
Motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi minat terhadap bidang pendidikan, kepercayaan diri, tujuan hidup, serta nilai-nilai pribadi. Sementara itu, faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, kualitas dosen, metode pembelajaran, fasilitas kampus, dan iklim akademik.
Lingkungan kampus yang kondusif berperan besar dalam menumbuhkan motivasi mahasiswa. Kurikulum yang relevan, dosen yang inspiratif, serta kesempatan pengembangan diri di luar kelas akan memperkuat motivasi belajar mahasiswa pendidikan.
Peran FKIP Ma’soem University dalam Meningkatkan Motivasi Mahasiswa
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan calon pendidik, FKIP Ma’soem University memiliki peran strategis dalam menumbuhkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa. Lingkungan akademik yang religius, disiplin, dan berorientasi pada karakter menjadi nilai tambah bagi mahasiswa pendidikan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan dunia pendidikan nyata. Kegiatan microteaching, praktik lapangan, serta pendampingan dosen membantu mahasiswa memahami peran dan tanggung jawab sebagai pendidik profesional. Hal ini secara tidak langsung memperkuat motivasi intrinsik mahasiswa karena mereka melihat langsung makna dari ilmu yang dipelajari.
Dari sisi motivasi ekstrinsik, Ma’soem University juga menyediakan berbagai bentuk dukungan seperti program beasiswa, penghargaan akademik, serta peluang pengembangan karier. Dukungan ini memberikan stimulus positif agar mahasiswa tetap bersemangat mencapai prestasi terbaik selama masa studi.
Dampak Motivasi terhadap Prestasi dan Karakter Mahasiswa
Motivasi yang kuat, baik intrinsik maupun ekstrinsik, terbukti berdampak positif terhadap prestasi akademik mahasiswa pendidikan. Mahasiswa yang termotivasi cenderung lebih aktif di kelas, disiplin dalam mengerjakan tugas, serta memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik.
Lebih dari itu, motivasi juga membentuk karakter. Mahasiswa pendidikan yang memiliki motivasi intrinsik tinggi biasanya menunjukkan sikap empati, tanggung jawab, dan komitmen terhadap profesi pendidik. Sementara motivasi ekstrinsik membantu menanamkan sikap profesional, kompetitif secara sehat, dan orientasi pada kualitas hasil kerja.
Motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa pendidikan merupakan dua elemen penting yang tidak dapat dipisahkan. Motivasi intrinsik memberikan makna dan ketahanan belajar jangka panjang, sedangkan motivasi ekstrinsik berperan sebagai pendorong pencapaian target dan prestasi akademik. Keduanya harus dikembangkan secara seimbang agar mahasiswa pendidikan mampu tumbuh menjadi pendidik yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan.





