Perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Salah satu pendekatan yang semakin banyak diterapkan di berbagai institusi pendidikan adalah Pembelajaran Personalised Learning. Konsep ini hadir sebagai jawaban atas tantangan pembelajaran konvensional yang cenderung menyamaratakan kemampuan, gaya belajar, dan kecepatan belajar setiap mahasiswa.
Dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya di fakultas keguruan, personalised learning menjadi strategi penting untuk mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memahami karakteristik peserta didik secara individual.
Pengertian Pembelajaran Personalised Learning
Pembelajaran personalised learning adalah pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan materi, metode, tempo, dan evaluasi berdasarkan kebutuhan, minat, potensi, serta gaya belajar setiap peserta didik. Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang berpusat pada dosen (teacher-centered), personalised learning menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama pembelajaran (student-centered).
Dalam praktiknya, mahasiswa diberikan ruang untuk:
- Menentukan tujuan belajar secara personal
- Mengakses materi sesuai tingkat pemahaman
- Mengembangkan potensi berdasarkan minat dan bakat
- Mendapatkan umpan balik yang lebih spesifik dan bermakna
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mendorong kemandirian, motivasi intrinsik, dan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar.
Mengapa Personalised Learning Penting di Era Digital?
Era digital membawa perubahan besar dalam cara belajar dan mengajar. Akses informasi yang luas, perkembangan teknologi pendidikan, serta keberagaman latar belakang mahasiswa menuntut sistem pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif.
Beberapa alasan mengapa personalised learning menjadi sangat relevan saat ini antara lain:
- Perbedaan gaya belajar mahasiswa, seperti visual, auditori, dan kinestetik
- Kecepatan belajar yang tidak sama, sehingga perlu diferensiasi pembelajaran
- Pemanfaatan teknologi digital, seperti Learning Management System (LMS)
- Kebutuhan akan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas
Dengan pendekatan personalised learning, dosen dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih bermakna, bukan sekadar penyampaian materi.
Implementasi Personalised Learning di Pendidikan Tinggi
Penerapan pembelajaran personalised learning di perguruan tinggi dapat dilakukan melalui berbagai strategi, di antaranya:
1. Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran
Platform digital seperti LMS memungkinkan dosen menyediakan materi dalam berbagai format, mulai dari video, modul interaktif, hingga kuis adaptif. Mahasiswa dapat belajar sesuai ritme masing-masing tanpa kehilangan arah pembelajaran.
2. Diferensiasi Metode Pembelajaran
Dosen tidak terpaku pada satu metode mengajar, melainkan mengombinasikan diskusi, proyek, studi kasus, dan pembelajaran berbasis masalah. Hal ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memilih cara belajar yang paling sesuai.
3. Evaluasi Berbasis Proses dan Hasil
Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar. Umpan balik diberikan secara personal agar mahasiswa memahami kekuatan dan area yang perlu dikembangkan.
4. Pendampingan Akademik
Peran dosen sebagai fasilitator dan mentor menjadi sangat penting. Pendekatan ini membantu mahasiswa merancang jalur belajar yang sesuai dengan tujuan akademik dan karier mereka.
Peran FKIP dalam Mengembangkan Personalised Learning
Sebagai fakultas yang berfokus pada pendidikan dan keguruan, FKIP memiliki peran strategis dalam mengembangkan dan menerapkan pembelajaran personalised learning. Calon guru dan tenaga pendidik perlu dibekali pemahaman bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik unik yang harus dihargai.
Di Ma’soem University, khususnya melalui FKIP Ma’soem University, pendekatan pembelajaran modern menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan masa depan. Mahasiswa FKIP tidak hanya mempelajari teori pembelajaran, tetapi juga praktik penerapan strategi pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat.
Dengan dukungan lingkungan akademik yang kondusif, dosen yang kompeten, serta pemanfaatan teknologi pendidikan, personalised learning dapat diterapkan secara efektif dalam proses perkuliahan.
Manfaat Personalised Learning bagi Mahasiswa dan Calon Pendidik
Penerapan pembelajaran personalised learning memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa
- Mengembangkan potensi individu secara optimal
- Membantu mahasiswa mengenali gaya belajar pribadi
- Mempersiapkan calon guru yang peka terhadap kebutuhan peserta didik
Bagi mahasiswa FKIP, pengalaman belajar dengan pendekatan ini menjadi bekal penting saat mereka terjun langsung ke dunia pendidikan sebagai pendidik profesional.
Tantangan dan Solusi dalam Penerapan Personalised Learning
Meskipun memiliki banyak keunggulan, penerapan personalised learning juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu, kesiapan dosen, dan fasilitas pendukung. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi melalui:
- Pelatihan dosen secara berkelanjutan
- Pengembangan kurikulum berbasis teknologi
- Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa
- Dukungan institusi dalam penyediaan sarana pembelajaran
Dengan komitmen bersama, personalised learning dapat menjadi budaya belajar yang berkelanjutan di perguruan tinggi.
Pembelajaran personalised learning merupakan strategi pendidikan modern yang mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital. Pendekatan ini menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran dan mendorong pengembangan potensi secara menyeluruh.





