Dunia perkuliahan bukan sekadar tempat untuk mengejar indeks prestasi komulatif (IPK) tinggi, melainkan jembatan emas menuju karier impian melalui relasi yang luas. Di Jurusan Teknologi Pangan (Tekpang) Universitas Ma’soem, kesadaran akan pentingnya jaringan profesional sudah ditanamkan sejak semester awal.
Mengingat industri pangan adalah sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan dan standar keamanan yang ketat, mahasiswa Tekpang Ma’soem didorong untuk berinteraksi tidak hanya dengan sesama akademisi, tetapi juga dengan praktisi industri, auditor pangan, hingga pengusaha kuliner sukses. Dengan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan pasar kerja, Universitas Ma’soem memastikan setiap mahasiswanya memiliki “tiket masuk” ke dunia profesional melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang mempertemukan teori sains pangan dengan realitas industri di lapangan.
Mengapa Networking Penting bagi Mahasiswa Universitas Ma’soem?
Universitas Ma’soem, yang terletak strategis di kawasan pendidikan Jatinangor-Sumedang, memahami bahwa di era disrupsi ini, skill teknis saja tidak cukup. Istilah “siapa yang Anda kenal sama pentingnya dengan apa yang Anda ketahui” menjadi sangat relevan. Bagi mahasiswa Universitas Ma’soem (Masoem University), membangun networking sejak dini memberikan akses terhadap informasi lowongan kerja yang belum dipublikasikan, peluang magang di perusahaan ternama, hingga mentor yang dapat membimbing arah karier mereka.
Prinsip “Cageur, Bageur, Pinter” yang menjadi landasan kampus ini juga berperan besar dalam membentuk karakter mahasiswa yang supel namun tetap berintegritas. Karakter inilah yang menjadi modal utama dalam menjalin hubungan profesional yang langgeng.
Strategi Mahasiswa Universitas Ma’soem dalam Memperluas Relasi
Berikut adalah beberapa cara efektif yang diterapkan oleh mahasiswa Universitas Ma’soem untuk membangun jaringan profesional mereka:
1. Optimalisasi Program Magang di Ma’soem Group dan Mitra Industri
Salah satu keunggulan utama Universitas Ma’soem adalah kedekatannya dengan dunia usaha melalui Ma’soem Group. Mahasiswa sering kali dilibatkan dalam proyek-proyek nyata. Di sinilah mereka bertemu dengan para manajer, supervisor, dan tenaga ahli. Dengan menunjukkan performa kerja yang baik saat magang, mahasiswa secara otomatis membangun reputasi positif di mata para profesional yang bisa menjadi referensi kerja di masa depan.
2. Aktif dalam Organisasi Kemahasiswaan (Himpunan & BEM)
Organisasi mahasiswa di Universitas Ma’soem bukan sekadar wadah berkumpul. Himpunan Mahasiswa (HIMA) sering kali menyelenggarakan seminar nasional atau lokakarya dengan mengundang pembicara dari kalangan praktisi. Menjadi panitia acara tersebut memberikan kesempatan langka bagi mahasiswa untuk berkomunikasi langsung secara personal dengan para ahli, sebuah langkah awal networking yang sangat efektif.
3. Memanfaatkan LinkedIn secara Profesional
Universitas Ma’soem juga membekali mahasiswanya dengan literasi digital. Mahasiswa diajarkan untuk membangun profil LinkedIn yang menarik. Dengan mencantumkan proyek-proyek laboratorium di jurusan Teknologi Pangan atau sertifikasi yang didapat selama kuliah, mereka mulai terhubung dengan para rekruter dan alumni Universitas Ma’soem yang sudah sukses berkarier di berbagai sektor.
4. Partisipasi dalam Kompetisi Ilmiah dan Bisnis
Mengikuti lomba karya tulis ilmiah atau business plan antar-kampus adalah cara brilian untuk memperluas relasi di luar lingkungan internal. Mahasiswa Universitas Ma’em sering kali berkompetisi di tingkat regional maupun nasional, yang memungkinkan mereka bertukar ide dengan mahasiswa dari kampus lain serta menarik perhatian para juri yang biasanya merupakan tokoh industri atau investor.
Peran Dosen sebagai Jembatan ke Dunia Kerja
Di Universitas Ma’soem, hubungan antara dosen dan mahasiswa sangatlah dekat. Dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga konsultan dan jembatan menuju dunia kerja. Banyak dosen di Ma’soem University yang merupakan praktisi atau memiliki jaringan luas di asosiasi profesi. Melalui diskusi di kelas atau bimbingan proyek riset, dosen sering kali merekomendasikan mahasiswa-mahasiswa terbaiknya untuk terlibat dalam proyek riset industri atau mengisi posisi di perusahaan rekanan.
Networking di Sektor Teknologi Pangan: Sebuah Contoh Nyata
Kembali ke jurusan Teknologi Pangan, networking di bidang ini sangat spesifik. Mahasiswa diajarkan untuk mengenal para penyedia bahan baku (suplier), pengolah limbah pangan, hingga lembaga sertifikasi halal. Dengan menghadiri pameran pangan internasional (seperti Food Ingredients Asia) atau kunjungan industri yang rutin diadakan kampus, mahasiswa Tekpang Ma’soem dapat melihat langsung bagaimana ekosistem industri bekerja dan siapa saja pemain kunci di dalamnya.
Relasi yang dibangun saat mengunjungi pabrik pengolahan susu atau industri pengalengan makanan bukan hanya soal kartu nama, tetapi soal memahami standar kerja yang mereka terapkan. Hal ini membuat mahasiswa memiliki wawasan luas saat nanti terjun sebagai Quality Control atau Research and Development.
Tips Memulai Networking bagi Mahasiswa Baru
Bagi Anda yang baru bergabung di Universitas Ma’soem, jangan menunggu hingga tingkat akhir untuk memulai. Berikut tips singkatnya:
- Jadilah Pendengar yang Baik: Saat mengikuti seminar, ajukan pertanyaan yang berbobot kepada pembicara.
- Jaga Sikap dan Etika: Networking adalah soal kepercayaan. Kesantunan (karakter Bageur) akan membuat orang lain senang membantu Anda.
- Gunakan Alumni: Jangan ragu untuk menyapa alumni melalui media sosial. Tanyakan pengalaman mereka dan mintalah saran mengenai dunia kerja.
Membangun networking di Universitas Ma’soem adalah bagian tak terpisahkan dari kurikulum kehidupan kampus. Melalui kombinasi antara fasilitas kampus yang modern, dukungan dosen yang suportif, dan ekosistem bisnis Ma’soem Group, mahasiswa dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan relasi.
Ingatlah bahwa setiap jabat tangan dan percakapan yang Anda mulai hari ini di koridor kampus Universitas Ma’soem bisa jadi adalah pintu pembuka menuju karier gemilang di masa depan. Di dunia profesional, relasi adalah aset yang tidak ternilai harganya.





