Sikap Profesional saat Praktik Sekolah merupakan salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki oleh mahasiswa kependidikan, khususnya yang sedang menempuh Program Praktik Sekolah (PPS) atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Praktik sekolah bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan proses pembentukan karakter, etika kerja, dan identitas profesional sebagai calon pendidik. Di tahap inilah mahasiswa diuji untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam situasi nyata di lingkungan sekolah.
Sebagai calon guru, mahasiswa dituntut untuk menunjukkan sikap yang mencerminkan profesionalisme, baik dalam perilaku, komunikasi, maupun tanggung jawab kerja. Sikap profesional bukan hanya dinilai oleh dosen pembimbing, tetapi juga oleh guru pamong, kepala sekolah, bahkan peserta didik. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan sikap profesional saat praktik sekolah menjadi bekal penting bagi masa depan karier di dunia pendidikan.
Makna Sikap Profesional dalam Praktik Sekolah
Sikap profesional saat praktik sekolah dapat diartikan sebagai kemampuan mahasiswa untuk bertindak sesuai dengan norma, etika, dan standar profesi guru. Profesionalisme mencakup kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya sekolah. Mahasiswa tidak lagi diposisikan sebagai “pelajar biasa”, melainkan sebagai calon tenaga pendidik yang sedang menjalani proses pembelajaran di lapangan.
Dalam konteks praktik sekolah, profesionalisme tercermin dari cara berpakaian yang sopan, ketepatan waktu hadir di sekolah, kesiapan mengajar, hingga sikap menghargai semua warga sekolah. Hal-hal kecil seperti menyapa guru, staf, dan siswa dengan ramah juga menjadi indikator penting dari sikap profesional.
Disiplin dan Tanggung Jawab sebagai Pondasi Utama
Salah satu bentuk sikap profesional saat praktik sekolah yang paling mendasar adalah disiplin. Mahasiswa praktik harus menaati seluruh peraturan sekolah, mulai dari jam masuk, jam mengajar, hingga tata tertib yang berlaku. Disiplin mencerminkan komitmen dan keseriusan dalam menjalani profesi guru.
Selain disiplin, tanggung jawab juga menjadi nilai utama. Mahasiswa bertanggung jawab terhadap perangkat pembelajaran, proses mengajar di kelas, serta tugas-tugas tambahan yang diberikan oleh guru pamong. Ketika mahasiswa menunjukkan tanggung jawab yang tinggi, kepercayaan dari pihak sekolah akan tumbuh, dan pengalaman praktik pun menjadi lebih bermakna.
Etika Berkomunikasi di Lingkungan Sekolah
Sikap profesional saat praktik sekolah juga sangat terlihat dari cara berkomunikasi. Mahasiswa harus mampu berkomunikasi secara santun, jelas, dan efektif dengan berbagai pihak. Komunikasi dengan guru pamong harus dilakukan secara hormat dan terbuka, sementara komunikasi dengan siswa perlu disesuaikan dengan usia dan karakter mereka.
Mahasiswa juga harus menjaga etika dalam berbicara, baik secara langsung maupun melalui media digital seperti grup WhatsApp sekolah. Menghindari bahasa kasar, candaan berlebihan, serta sikap defensif merupakan bagian dari profesionalisme yang harus dijaga selama praktik berlangsung.
Menjaga Penampilan dan Sikap di Hadapan Siswa
Penampilan menjadi aspek penting dalam mencerminkan sikap profesional. Mahasiswa praktik sekolah harus berpakaian rapi, sopan, dan sesuai dengan aturan sekolah. Penampilan yang baik tidak hanya menunjukkan rasa hormat terhadap institusi sekolah, tetapi juga menjadi teladan bagi siswa.
Selain penampilan, sikap di hadapan siswa juga harus dijaga. Mahasiswa perlu bersikap tegas namun tetap humanis, ramah tanpa kehilangan wibawa. Sikap adil, tidak pilih kasih, serta mampu mengendalikan emosi menjadi cerminan profesionalisme seorang calon guru.
Adaptasi dan Kerja Sama dengan Warga Sekolah
Lingkungan sekolah memiliki budaya dan karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari sikap profesional saat praktik sekolah. Mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri dengan sistem sekolah, gaya mengajar guru pamong, serta karakter siswa.
Kerja sama dengan sesama mahasiswa praktik, guru, dan staf sekolah juga tidak kalah penting. Mahasiswa yang profesional akan bersikap terbuka terhadap masukan, mampu bekerja dalam tim, serta bersedia membantu ketika dibutuhkan. Sikap ini akan menciptakan suasana praktik yang kondusif dan penuh pembelajaran.
Peran FKIP Ma’soem University dalam Membentuk Profesionalisme Mahasiswa
Sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan, Ma’soem University melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki komitmen kuat dalam membentuk calon guru yang profesional dan berkarakter. FKIP Ma’soem University tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan kepribadian pendidik sejak awal perkuliahan.
Sebelum terjun ke praktik sekolah, mahasiswa FKIP Ma’soem University mendapatkan pembekalan intensif terkait etika profesi guru, manajemen kelas, serta sikap profesional di lingkungan kerja. Hal ini bertujuan agar mahasiswa siap secara mental dan sikap ketika berhadapan langsung dengan dunia sekolah yang sesungguhnya.
Dampak Sikap Profesional terhadap Masa Depan Karier
Sikap profesional saat praktik sekolah memberikan dampak jangka panjang bagi mahasiswa. Pengalaman positif selama praktik dapat menjadi modal penting saat memasuki dunia kerja, baik sebagai guru maupun profesi lain di bidang pendidikan. Banyak sekolah yang memberikan rekomendasi atau peluang kerja kepada mahasiswa praktik yang menunjukkan profesionalisme tinggi.
Selain itu, sikap profesional juga membentuk kepercayaan diri dan citra diri sebagai pendidik. Mahasiswa yang terbiasa bersikap profesional sejak praktik sekolah akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan yang semakin kompleks.
Sikap Profesional saat Praktik Sekolah bukan hanya tuntutan akademik, tetapi merupakan proses pembentukan jati diri sebagai calon guru. Disiplin, tanggung jawab, etika komunikasi, penampilan, serta kemampuan beradaptasi menjadi indikator utama profesionalisme mahasiswa praktik.





