Peran Guru dalam Pengambilan Keputusan Sekolah

Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, nilai, dan budaya belajar. Di balik berjalannya sistem pendidikan yang efektif, terdapat berbagai keputusan strategis yang menentukan arah dan kualitas sekolah. Salah satu aktor utama dalam proses tersebut adalah guru. Peran guru dalam pengambilan keputusan sekolah menjadi semakin penting seiring tuntutan pendidikan yang dinamis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Selama ini, pengambilan keputusan sekolah sering dipersepsikan sebagai tanggung jawab kepala sekolah atau manajemen saja. Padahal, guru merupakan pihak yang paling dekat dengan proses pembelajaran dan kondisi riil siswa. Oleh karena itu, keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan bukan hanya relevan, tetapi juga krusial demi terciptanya kebijakan sekolah yang tepat sasaran.

Guru sebagai Pengambil Keputusan Profesional

Guru bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut menjadi modal utama bagi guru dalam berkontribusi pada pengambilan keputusan sekolah. Dalam praktiknya, guru mampu memberikan perspektif berbasis pengalaman kelas, pemahaman karakter siswa, serta evaluasi nyata terhadap efektivitas program sekolah.

Keputusan terkait kurikulum, metode pembelajaran, penilaian, hingga penanganan masalah siswa akan jauh lebih tepat jika melibatkan guru secara aktif. Guru dapat menilai apakah suatu kebijakan realistis diterapkan, sesuai dengan kondisi siswa, dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian, guru berperan sebagai mitra strategis dalam manajemen sekolah.

Keterlibatan Guru dalam Kebijakan Akademik

Salah satu ruang utama peran guru dalam pengambilan keputusan sekolah adalah bidang akademik. Guru terlibat dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan, pengembangan perangkat pembelajaran, serta penentuan strategi evaluasi. Keputusan akademik yang dihasilkan melalui musyawarah guru cenderung lebih kontekstual dan adaptif.

Misalnya, guru dapat mengusulkan inovasi pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi digital, atau pendekatan diferensiasi sesuai kebutuhan siswa. Masukan tersebut sangat berharga bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tanpa keterlibatan guru, kebijakan akademik berisiko bersifat administratif semata dan kurang menyentuh kebutuhan nyata di kelas.

Peran Guru dalam Pengambilan Keputusan Non-Akademik

Selain aspek akademik, guru juga berperan dalam keputusan non-akademik seperti tata tertib sekolah, pembinaan karakter, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Guru sering kali menjadi pihak pertama yang memahami dinamika perilaku siswa, sehingga pandangannya penting dalam merumuskan aturan dan program pembinaan.

Keputusan terkait penanganan pelanggaran disiplin, penguatan pendidikan karakter, hingga pencegahan perundungan akan lebih efektif jika melibatkan guru. Guru dapat memberikan pertimbangan yang seimbang antara pendekatan disiplin dan pembinaan, sehingga kebijakan sekolah tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga mendidik.

Guru sebagai Penghubung antara Sekolah dan Siswa

Dalam pengambilan keputusan sekolah, guru berperan sebagai jembatan antara kepentingan manajemen dan kebutuhan siswa. Guru memahami suara, kesulitan, serta potensi peserta didik secara langsung. Oleh sebab itu, keterlibatan guru membantu sekolah mengambil keputusan yang berpihak pada siswa.

Keputusan mengenai beban belajar, jadwal pelajaran, atau kebijakan evaluasi akan berdampak langsung pada siswa. Guru dapat menyampaikan aspirasi siswa secara objektif dan profesional, sehingga kebijakan yang diambil lebih humanis dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara utuh.

Penguatan Budaya Demokratis di Sekolah

Keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan sekolah juga berkontribusi pada terciptanya budaya demokratis. Ketika guru diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam musyawarah, tercipta iklim kerja yang sehat dan kolaboratif. Hal ini berdampak positif pada motivasi kerja guru dan kualitas layanan pendidikan.

Budaya pengambilan keputusan secara partisipatif mendorong rasa memiliki terhadap sekolah. Guru tidak hanya merasa sebagai pekerja, tetapi sebagai bagian penting dari institusi pendidikan. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan komitmen guru dalam menjalankan kebijakan yang telah disepakati bersama.

Peran Lembaga Pendidikan Guru dalam Membentuk Kompetensi Pengambilan Keputusan

Agar guru mampu berperan optimal dalam pengambilan keputusan sekolah, diperlukan bekal kompetensi sejak masa pendidikan tinggi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki peran strategis dalam menyiapkan calon guru yang tidak hanya mahir mengajar, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan.

Di Ma’soem University, khususnya melalui FKIP Ma’soem University, mahasiswa calon guru dibekali pemahaman manajemen pendidikan, etika profesi, serta keterampilan berpikir kritis dan reflektif. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik lapangan yang melatih mahasiswa untuk menganalisis masalah dan mengambil keputusan secara bijak.

Lingkungan akademik yang kolaboratif mendorong mahasiswa FKIP untuk terbiasa berdiskusi, berargumentasi, dan menghargai perbedaan pendapat. Hal ini menjadi modal penting ketika mereka terjun ke sekolah dan terlibat dalam forum pengambilan keputusan bersama kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya.

Tantangan dan Solusi Keterlibatan Guru

Meskipun peran guru dalam pengambilan keputusan sekolah sangat penting, masih terdapat tantangan di lapangan. Beban administrasi, keterbatasan waktu, serta budaya birokrasi yang hierarkis sering kali menghambat partisipasi guru. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah perlu membangun sistem yang memberi ruang dan kepercayaan kepada guru.

Solusinya antara lain dengan membentuk tim pengembang sekolah, forum musyawarah guru, serta pelatihan kepemimpinan bagi guru. Dukungan dari pimpinan sekolah sangat menentukan keberhasilan keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan.

Peran guru dalam pengambilan keputusan sekolah merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pengambil keputusan profesional yang memahami kebutuhan siswa dan dinamika pembelajaran. Keterlibatan guru menghasilkan kebijakan sekolah yang lebih tepat, humanis, dan berkelanjutan.