Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tidak hanya dituntut menguasai teori pembelajaran dan penguasaan materi ajar, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Decision making skill atau keterampilan pengambilan keputusan menjadi kompetensi penting bagi calon pendidik karena setiap hari guru dihadapkan pada berbagai situasi kelas yang dinamis. Mulai dari memilih strategi pembelajaran, menentukan media yang sesuai, hingga mengambil keputusan cepat saat menghadapi permasalahan siswa, semuanya membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab.
Dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya di FKIP, decision making skill tidak hadir secara instan. Keterampilan ini dibentuk melalui proses akademik, pengalaman praktik, dan lingkungan kampus yang mendukung. Oleh karena itu, mahasiswa FKIP perlu memahami pentingnya keterampilan ini sejak dini sebagai bekal profesionalisme di dunia pendidikan.
Pengertian Decision Making Skill
Decision making skill adalah kemampuan individu dalam memilih satu alternatif terbaik dari beberapa pilihan yang tersedia berdasarkan pertimbangan logis, data, dan nilai-nilai yang dianut. Dalam dunia pendidikan, pengambilan keputusan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga etis dan pedagogis. Guru harus mempertimbangkan dampak keputusan terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan sosial peserta didik.
Bagi mahasiswa FKIP, decision making skill berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan refleksi diri. Keterampilan ini melibatkan proses mengidentifikasi masalah, menganalisis alternatif solusi, mempertimbangkan risiko, serta mengevaluasi hasil keputusan yang telah diambil.
Pentingnya Decision Making Skill bagi Mahasiswa FKIP
Sebagai calon pendidik, mahasiswa FKIP dipersiapkan untuk menjadi pengambil keputusan di ruang kelas maupun di lingkungan sekolah. Keputusan yang diambil guru akan memengaruhi iklim belajar, motivasi siswa, dan pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, decision making skill menjadi salah satu soft skill utama yang harus dimiliki.
Selain itu, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang kompleks, seperti keberagaman karakter siswa, perkembangan teknologi, dan tuntutan kurikulum yang terus berubah. Mahasiswa FKIP yang memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang baik akan lebih adaptif dan mampu merespons perubahan dengan bijak.
Decision Making Skill dalam Proses Perkuliahan FKIP
Di lingkungan FKIP, decision making skill dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas akademik. Diskusi kelompok, studi kasus, microteaching, dan praktik pengalaman lapangan merupakan sarana efektif untuk melatih mahasiswa dalam mengambil keputusan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar menganalisis masalah pembelajaran nyata dan menentukan solusi yang paling tepat.
Misalnya, dalam kegiatan microteaching, mahasiswa harus memutuskan metode, teknik, dan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik siswa. Proses ini melatih mahasiswa untuk berpikir sistematis dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.
Peran Kampus dalam Mengembangkan Decision Making Skill
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk decision making skill mahasiswa. Lingkungan akademik yang kondusif, dosen yang berperan sebagai fasilitator, serta kurikulum yang menekankan pembelajaran aktif sangat berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan ini.
Di Ma’soem University, khususnya di lingkungan FKIP Ma’soem University, pengembangan soft skill mahasiswa menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga dilatih untuk menjadi individu yang mandiri, kritis, dan mampu mengambil keputusan secara profesional. Pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis praktik membantu mahasiswa FKIP mengasah kemampuan decision making sejak bangku kuliah.
Decision Making Skill sebagai Bekal Calon Guru Profesional
Guru profesional adalah guru yang mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan situasi dan kebutuhan siswa. Decision making skill membantu guru dalam menentukan pendekatan pembelajaran yang efektif, mengelola kelas secara bijak, serta menyelesaikan konflik dengan cara yang edukatif.
Bagi mahasiswa FKIP, keterampilan ini menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja. Sekolah membutuhkan pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir cepat, tepat, dan bertanggung jawab. Dengan decision making skill yang baik, lulusan FKIP akan lebih siap menghadapi tantangan profesi guru.
Strategi Mengembangkan Decision Making Skill bagi Mahasiswa FKIP
Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan mahasiswa FKIP untuk meningkatkan decision making skill. Pertama, aktif terlibat dalam diskusi dan organisasi kemahasiswaan. Aktivitas ini melatih mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, mendengarkan perspektif orang lain, dan mengambil keputusan bersama.
Kedua, membiasakan diri dengan refleksi diri setelah mengambil keputusan. Mahasiswa dapat mengevaluasi keputusan yang telah diambil, menilai kelebihan dan kekurangannya, serta belajar dari pengalaman tersebut. Ketiga, memperbanyak latihan melalui studi kasus dan simulasi pembelajaran agar terbiasa menghadapi situasi nyata.
Decision making skill merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa FKIP sebagai calon pendidik. Kemampuan ini membantu mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan akademik dan profesional, khususnya dalam dunia pendidikan yang dinamis. Melalui proses perkuliahan, praktik pembelajaran, dan dukungan lingkungan kampus seperti di FKIP Ma’soem University, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan secara optimal.





