Tantangan Mengajar di Sekolah Full Day bagi Mahasiswa FKIP

Penerapan sistem sekolah full day semakin luas di berbagai daerah di Indonesia. Model ini menuntut peserta didik berada di sekolah hingga sore hari dengan durasi belajar yang lebih panjang dibandingkan sekolah reguler. Di balik tujuan positif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter, sistem full day school menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sedang menjalani praktik mengajar atau program pengalaman lapangan.

Mahasiswa FKIP tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ritme sekolah yang padat. Kondisi ini menjadi pengalaman berharga sekaligus ujian kesiapan mental dan profesional calon guru. Tantangan tersebut perlu dipahami secara komprehensif agar proses pendidikan guru berjalan optimal.

Karakteristik Sekolah Full Day

Sekolah full day memiliki ciri utama berupa durasi belajar yang panjang, integrasi kegiatan akademik dan non-akademik, serta penekanan pada pembinaan karakter. Siswa tidak hanya mengikuti pelajaran inti, tetapi juga berbagai kegiatan tambahan seperti pengembangan minat bakat, literasi, dan pembiasaan nilai-nilai sosial.

Situasi ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang variatif dan tidak monoton. Mahasiswa FKIP yang terlibat dalam praktik mengajar sering kali menghadapi kelas pada jam-jam rawan kelelahan siswa. Konsentrasi menurun, motivasi belajar melemah, dan respons kelas menjadi kurang aktif. Kondisi tersebut menantang mahasiswa untuk mengelola kelas secara kreatif.

Kesiapan Fisik dan Mental Mahasiswa FKIP

Salah satu tantangan utama mengajar di sekolah full day terletak pada kesiapan fisik dan mental mahasiswa FKIP. Jadwal mengajar yang panjang membutuhkan stamina prima dan manajemen waktu yang baik. Mahasiswa tidak hanya mengajar, tetapi juga harus menyiapkan perangkat pembelajaran, melakukan refleksi, serta menyelesaikan tugas akademik di kampus.

Tekanan ini dapat memicu kelelahan jika tidak diimbangi dengan manajemen diri yang matang. Pengalaman tersebut sebenarnya menjadi sarana pembelajaran nyata tentang dunia kerja guru. Profesi pendidik menuntut dedikasi tinggi, bukan hanya kemampuan akademik semata.

Pengelolaan Kelas yang Kompleks

Kelas dalam sistem full day school memiliki dinamika yang lebih kompleks. Siswa cenderung mengalami kejenuhan akibat lamanya waktu berada di sekolah. Mahasiswa FKIP dituntut mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.

Strategi pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, dan pemanfaatan media visual menjadi sangat penting. Tantangan muncul ketika mahasiswa belum memiliki pengalaman mengajar yang cukup. Situasi kelas yang kurang kondusif dapat memengaruhi efektivitas penyampaian materi.

Adaptasi Kurikulum dan Metode Pembelajaran

Sekolah full day umumnya menerapkan kurikulum yang padat dan terintegrasi. Mahasiswa FKIP perlu memahami alur pembelajaran secara menyeluruh agar metode yang digunakan tetap relevan dengan tujuan pembelajaran. Kesalahan dalam memilih metode dapat berdampak pada rendahnya ketercapaian kompetensi siswa.

Kemampuan adaptasi menjadi kunci penting. Mahasiswa perlu menyesuaikan strategi mengajar sesuai kondisi kelas dan waktu pembelajaran. Proses ini melatih fleksibilitas berpikir dan kepekaan pedagogis calon guru.

Peran Pembimbing dan Lingkungan Sekolah

Keberhasilan mahasiswa FKIP menghadapi tantangan mengajar di sekolah full day tidak terlepas dari peran guru pamong dan lingkungan sekolah. Bimbingan yang intensif membantu mahasiswa memahami karakter siswa dan budaya sekolah.

Lingkungan akademik yang suportif mendorong mahasiswa untuk berkembang dan tidak ragu mencoba inovasi pembelajaran. Kolaborasi antara mahasiswa dan guru senior menjadi sarana transfer pengalaman yang sangat berharga.

Kontribusi FKIP Ma’soem University dalam Menyiapkan Calon Guru

Sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik, Ma’soem University melalui FKIP memiliki peran strategis dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi realitas sekolah full day. Kurikulum yang aplikatif, pembekalan microteaching, serta program praktik lapangan dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa.

FKIP Ma’sоem University mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori pendidikan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara kontekstual. Pengalaman mengajar di sekolah full day menjadi wahana penguatan karakter calon guru agar siap menghadapi tantangan dunia pendidikan modern.

Nilai Pembelajaran bagi Mahasiswa FKIP

Di balik berbagai tantangan, pengalaman mengajar di sekolah full day memberikan nilai pembelajaran yang signifikan. Mahasiswa FKIP belajar mengelola stres, meningkatkan kreativitas, serta membangun komunikasi efektif dengan siswa dan guru. Proses ini membentuk profesionalisme dan rasa tanggung jawab sebagai pendidik.

Pengalaman lapangan tersebut juga membantu mahasiswa melakukan refleksi diri. Kelemahan dan kelebihan selama praktik mengajar menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan diri di masa depan.