Perubahan dunia pendidikan berlangsung semakin cepat seiring perkembangan teknologi, kurikulum, serta karakter peserta didik. Guru tidak lagi diposisikan sekadar sebagai penyampai materi, melainkan sebagai fasilitator pembelajaran, pembimbing karakter, sekaligus pembelajar sepanjang hayat. Kondisi tersebut menuntut calon guru untuk memiliki kesiapan profesional yang tidak berhenti saat lulus dari bangku kuliah. Salah satu pendekatan penting yang relevan adalah Continuous Professional Development (CPD) atau pengembangan profesional berkelanjutan.
Bagi mahasiswa kependidikan, khususnya calon guru di lingkungan Ma’soem University melalui FKIP Ma’soem University, pemahaman dan penerapan CPD menjadi fondasi penting dalam membentuk identitas pendidik profesional sejak dini.
Konsep Continuous Professional Development dalam Profesi Guru
Continuous Professional Development merujuk pada proses sistematis yang dilakukan pendidik untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara berkelanjutan. CPD tidak bersifat insidental, melainkan dirancang sebagai perjalanan karier jangka panjang. Fokusnya bukan hanya pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, sikap reflektif, serta etika profesi.
Dalam konteks pendidikan, CPD mencakup berbagai aktivitas seperti pelatihan, penelitian tindakan kelas, diskusi komunitas guru, hingga pengembangan inovasi pembelajaran. Pola ini selaras dengan tuntutan guru abad ke-21 yang adaptif terhadap perubahan dan mampu merespons kebutuhan peserta didik secara kontekstual.
Urgensi CPD bagi Calon Guru
Calon guru berada pada fase krusial pembentukan kompetensi dasar profesi. Tanpa pemahaman CPD sejak masa perkuliahan, lulusan pendidikan berisiko mengalami stagnasi profesional ketika telah terjun ke sekolah. CPD membantu mahasiswa calon guru membangun kebiasaan belajar reflektif serta kesadaran bahwa kompetensi mengajar selalu berkembang.
Selain itu, dunia kerja pendidikan kini menuntut guru yang tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki literasi digital, kemampuan kolaboratif, dan kecakapan berpikir kritis. Semua tuntutan tersebut tidak dapat dipenuhi melalui pembelajaran formal semata, melainkan melalui praktik pengembangan diri yang berkelanjutan.
Strategi CPD yang Relevan bagi Calon Guru
1. Penguatan Literasi Akademik dan Riset
Calon guru perlu dibiasakan membaca jurnal ilmiah, buku pendidikan terkini, serta hasil penelitian yang relevan dengan bidang studi. Aktivitas ini melatih kemampuan berpikir analitis sekaligus membuka wawasan terhadap inovasi pembelajaran. Di FKIP Ma’soem University, penguatan literasi akademik dapat terintegrasi melalui mata kuliah metodologi penelitian dan seminar pendidikan.
Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen juga menjadi strategi efektif untuk menanamkan budaya ilmiah sejak dini. Pengalaman tersebut membekali calon guru kemampuan menganalisis masalah kelas berbasis data.
2. Refleksi Praktik Microteaching dan PPL
Microteaching dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan ruang strategis CPD bagi mahasiswa kependidikan. Refleksi terstruktur terhadap praktik mengajar membantu calon guru mengenali kekuatan dan kelemahan diri. Proses refleksi ini sebaiknya tidak berhenti pada evaluasi dosen, tetapi dilanjutkan melalui diskusi sejawat dan jurnal reflektif pribadi.
Pendekatan reflektif melatih calon guru menjadi pembelajar mandiri yang terbuka terhadap umpan balik. Kebiasaan tersebut sangat penting dalam perjalanan karier profesional guru.
3. Pengembangan Kompetensi Digital
Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru yang melek teknologi. Calon guru perlu menguasai Learning Management System, media interaktif, serta platform kolaborasi daring. Penguasaan teknologi bukan bertujuan menggantikan peran guru, melainkan memperkaya strategi pembelajaran.
Di lingkungan Ma’soem University, pengintegrasian teknologi pembelajaran dalam perkuliahan menjadi sarana awal CPD berbasis digital. Mahasiswa yang terbiasa menggunakan media digital akan lebih siap menghadapi tantangan sekolah modern.
4. Keterlibatan dalam Komunitas Profesional
CPD tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif. Calon guru perlu diperkenalkan pada komunitas belajar profesional, baik di tingkat kampus maupun eksternal. Forum diskusi, seminar pendidikan, dan organisasi mahasiswa kependidikan menjadi wadah berbagi praktik baik serta membangun jejaring profesional.
Keterlibatan aktif dalam komunitas ini menumbuhkan sikap kolaboratif dan rasa tanggung jawab terhadap profesi guru secara luas.
5. Penguatan Nilai Etika dan Karakter Pendidik
Pengembangan profesional guru tidak dapat dipisahkan dari nilai moral dan etika. CPD bagi calon guru harus mencakup pembentukan karakter pendidik yang berintegritas, empatik, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan peran guru sebagai teladan bagi peserta didik.
Melalui pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan di FKIP Ma’soem University, mahasiswa diarahkan untuk memahami profesi guru sebagai panggilan moral, bukan sekadar pekerjaan.
Peran Lembaga Pendidikan dalam Mendukung CPD
Keberhasilan CPD calon guru sangat dipengaruhi oleh dukungan institusi pendidikan. Perguruan tinggi kependidikan memiliki tanggung jawab menciptakan ekosistem akademik yang mendorong budaya belajar sepanjang hayat. Kurikulum yang adaptif, dosen yang reflektif, serta fasilitas pendukung menjadi faktor penting dalam proses ini.
Ma’soem University melalui FKIP berperan sebagai ruang awal pembentukan profesionalisme guru. Integrasi teori, praktik, dan refleksi dalam perkuliahan menjadi bentuk konkret dukungan institusi terhadap CPD mahasiswa.
Tantangan dan Upaya Penguatan CPD
Pelaksanaan CPD bagi calon guru menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan waktu, motivasi belajar yang fluktuatif, serta minimnya kesadaran akan pentingnya pengembangan diri jangka panjang. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya pendampingan akademik yang konsisten serta penanaman mindset growth sejak awal perkuliahan.
Dosen berperan sebagai role model CPD melalui praktik reflektif dan pengembangan keilmuan yang berkelanjutan. Keteladanan ini akan memengaruhi cara pandang mahasiswa terhadap profesi guru.
Strategi Continuous Professional Development bagi calon guru merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan mutu pendidikan. CPD membentuk calon guru yang adaptif, reflektif, dan berdaya saing tinggi. Melalui penguatan literasi akademik, refleksi praktik, kompetensi digital, komunitas profesional, serta nilai etika, CPD dapat ditanamkan sejak masa perkuliahan.





