Teacher Growth Mindset dalam pendidikan guru menjadi salah satu konsep kunci yang semakin relevan di tengah dinamika perubahan dunia pendidikan. Tantangan abad ke-21, perkembangan teknologi, serta keragaman karakter peserta didik menuntut guru tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki pola pikir yang terbuka terhadap proses belajar berkelanjutan. Pola pikir ini menentukan cara guru memandang tantangan, kegagalan, dan peluang pengembangan diri sepanjang karier profesionalnya.
Dalam konteks pendidikan guru, growth mindset bukan sekadar konsep psikologis, melainkan fondasi sikap profesional yang memengaruhi kualitas pembelajaran di kelas. Calon guru perlu dipersiapkan untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang adaptif, reflektif, dan resilien.
Konsep Growth Mindset dalam Dunia Pendidikan
Istilah growth mindset merujuk pada keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui usaha, strategi yang tepat, serta pembelajaran berkelanjutan. Pandangan ini berlawanan dengan fixed mindset yang menganggap kemampuan sebagai sesuatu yang statis dan sulit berubah.
Dalam dunia pendidikan, growth mindset berperan besar dalam membentuk cara guru menghadapi kesulitan mengajar, keberagaman kemampuan siswa, serta tuntutan kurikulum. Guru yang memiliki growth mindset cenderung melihat tantangan sebagai kesempatan belajar, bukan hambatan yang melemahkan motivasi.
Teacher Growth Mindset sebagai Kompetensi Profesional
Teacher Growth Mindset dalam pendidikan guru bukan hanya sikap personal, tetapi bagian dari kompetensi profesional. Guru dengan pola pikir berkembang menunjukkan keterbukaan terhadap umpan balik, kemauan mencoba pendekatan pembelajaran baru, serta kemampuan merefleksikan praktik mengajar secara kritis.
Sikap ini berdampak langsung pada iklim kelas. Guru yang terus belajar akan mendorong siswa untuk berani mencoba, tidak takut salah, dan memandang kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Secara tidak langsung, growth mindset guru menular kepada peserta didik melalui interaksi sehari-hari di kelas.
Peran Lembaga Pendidikan Guru dalam Menumbuhkan Growth Mindset
Lembaga pendidikan tenaga kependidikan memegang peran strategis dalam menanamkan growth mindset sejak masa perkuliahan. Kurikulum pendidikan guru perlu dirancang untuk mendorong refleksi diri, pemecahan masalah, serta pembelajaran kolaboratif.
Pendekatan perkuliahan yang menekankan diskusi kritis, microteaching reflektif, dan praktik lapangan membantu mahasiswa calon guru memahami bahwa kompetensi mengajar dibangun melalui proses panjang. Pengalaman tersebut membentuk kesadaran bahwa menjadi guru profesional tidak berhenti pada kelulusan, melainkan terus berkembang sepanjang karier.
Implementasi Teacher Growth Mindset di FKIP
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki posisi penting dalam membentuk karakter calon guru. Lingkungan akademik yang mendukung eksplorasi ide, toleransi terhadap kesalahan, serta pembimbingan yang konstruktif menjadi kunci pengembangan growth mindset.
Di FKIP, mahasiswa tidak hanya belajar teori pedagogik, tetapi juga dilatih untuk merefleksikan praktik mengajar, menerima kritik dosen maupun teman sejawat, serta memperbaiki strategi pembelajaran. Proses ini membiasakan mahasiswa melihat umpan balik sebagai sarana peningkatan kualitas diri.
Kontribusi FKIP Ma’soem University dalam Pendidikan Guru
Sebagai salah satu institusi yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan guru, Ma’soem University melalui FKIP berupaya menyiapkan calon pendidik yang adaptif dan berdaya saing. Pendekatan pembelajaran di FKIP Ma’soem University menekankan keseimbangan antara penguasaan teori, praktik lapangan, dan pembentukan karakter profesional.
Program microteaching, praktik pengalaman lapangan, serta pembelajaran berbasis refleksi menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan teacher growth mindset. Mahasiswa didorong untuk mengevaluasi proses mengajar, mengidentifikasi kelemahan, serta merancang perbaikan secara mandiri. Pola ini membentuk kebiasaan belajar yang berkelanjutan sejak dini.
Dampak Growth Mindset terhadap Kualitas Pembelajaran
Teacher Growth Mindset dalam pendidikan guru memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Guru yang memiliki pola pikir berkembang lebih fleksibel dalam menyesuaikan metode mengajar sesuai kebutuhan siswa. Inovasi pembelajaran lebih mudah muncul karena guru tidak takut mencoba strategi baru.
Selain itu, hubungan guru dan siswa menjadi lebih positif. Guru yang memahami proses belajar sebagai perjalanan panjang akan lebih empatik terhadap kesulitan siswa. Sikap tersebut menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan mendorong partisipasi aktif.
Tantangan dalam Mengembangkan Teacher Growth Mindset
Meskipun penting, pengembangan growth mindset tidak selalu berjalan mudah. Budaya akademik yang terlalu menekankan hasil akhir, nilai, atau standar kaku dapat menghambat proses ini. Calon guru berisiko terjebak pada pola pikir performatif tanpa refleksi mendalam.
Oleh sebab itu, pendidikan guru perlu secara sadar membangun budaya belajar yang menghargai proses. Dosen berperan sebagai fasilitator yang mencontohkan growth mindset melalui sikap terbuka terhadap diskusi, kritik, dan pembaruan pengetahuan.
Teacher Growth Mindset dalam pendidikan guru merupakan fondasi penting bagi terciptanya pendidik profesional yang adaptif dan reflektif. Pola pikir ini membekali guru untuk terus belajar, berkembang, dan menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.





