Kamu Harus Tahu Bagaimana Mahasiswa Mengidentifikasi Hama dan Penyakit dalam Praktikum Perlindungan Tanaman

Dalam budidaya pertanian, kesehatan tanaman merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan panen. Mahasiswa Fakultas Pertanian tidak hanya belajar cara menanam, tetapi juga harus menguasai teknik perlindungan tanaman. Salah satu kegiatan yang paling krusial adalah Praktikum Perlindungan Tanaman, di mana mahasiswa belajar mendiagnosis gangguan pada tanaman secara ilmiah.

Di Universitas Ma’soem, praktikum ini dirancang untuk melatih ketelitian mahasiswa dalam mengidentifikasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) serta menentukan langkah pengendalian yang tepat dan efisien.

1. Observasi Gejala Serangan di Lahan

Kegiatan dimulai dengan pengamatan langsung di lahan praktik. Mahasiswa dilatih untuk membedakan antara kerusakan akibat hama (faktor biotik hewan) dan kerusakan akibat penyakit (faktor patogen seperti jamur, bakteri, atau virus).

  • Identifikasi Hama: Mahasiswa mengamati pola kerusakan pada bagian tanaman, seperti bekas gigitan, kerutan daun, atau lubang pada batang, kemudian mencari fisik hama untuk diklasifikasikan.
  • Diagnosa Penyakit: Mahasiswa menganalisis gejala visual seperti bercak daun, pembusukan akar, atau kelayuan sistemik yang sering kali memerlukan analisis lebih lanjut untuk menentukan penyebab pastinya.

2. Analisis Laboratorium dan Klasifikasi

Setelah sampel diambil dari lapangan, tahap berikutnya dilakukan di laboratorium. Mahasiswa menggunakan alat bantu seperti mikroskop untuk mengamati struktur tubuh serangga atau morfologi mikroorganisme patogen yang tidak terlihat oleh mata telanjang.

Proses ini bertujuan agar mahasiswa mampu menentukan spesies hama atau jenis penyakit secara akurat. Ketepatan dalam identifikasi sangat penting, karena kesalahan diagnosa akan menyebabkan kesalahan dalam pemilihan metode pengendalian, yang berujung pada pemborosan biaya operasional.


3. Penentuan Strategi Pengendalian Terpadu

Setelah penyebab kerusakan diketahui, mahasiswa belajar merumuskan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Fokus utama dari materi ini adalah bagaimana menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem. Mahasiswa mempelajari beberapa pendekatan:

  • Pengendalian Hayati: Memanfaatkan musuh alami atau agen antagonis untuk menekan patogen.
  • Pengendalian Fisik dan Mekanik: Melalui sanitasi lahan atau pemasangan perangkap.
  • Pengendalian Kimiawi: Digunakan sebagai opsi terakhir dengan dosis yang terukur dan tepat sasaran agar tidak mencemari lingkungan.

4. Relevansi Keahlian di Dunia Kerja

Kemampuan melakukan identifikasi OPT secara cepat dan akurat adalah keahlian yang sangat dibutuhkan di industri perkebunan dan instansi pemerintah. Lulusan yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan tanaman berperan sebagai “tenaga medis” bagi perkebunan besar yang bertugas menjaga stabilitas produksi dari ancaman wabah penyakit tanaman.


Persiapan Profesional di Universitas Ma’soem

Universitas Ma’soem memfasilitasi praktikum ini dengan ketersediaan lahan pengamatan dan laboratorium yang memadai. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibentuk menjadi praktisi yang memiliki integritas dan ketelitian tinggi dalam menjaga kualitas hasil pertanian.

Praktikum Perlindungan Tanaman memberikan gambaran nyata bahwa sektor pertanian memerlukan pendekatan sains yang mendalam. Dengan menguasai teknik identifikasi hama dan penyakit, mahasiswa siap berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan tanaman yang sehat dan berkelanjutan.