Bagi sebagian orang yang belum mengenal dunia agribisnis secara mendalam, sering kali muncul anggapan bahwa ilmu ini terasa “tanggung”. Mereka bertanya-tanya: Kenapa tidak belajar Ilmu Pertanian saja sekalian agar ahli di lapangan? Atau, kenapa tidak ambil Ilmu Ekonomi saja agar jago di kantor? Pandangan ini sering kali membuat calon mahasiswa ragu. Namun, benarkah ilmu Agribisnis itu setengah-setengah? Ataukah justru ia merupakan paket lengkap yang paling dibutuhkan oleh industri modern saat ini?
Universitas Ma’soem membedah mitos ini dengan menghadirkan kurikulum yang membuktikan bahwa Agribisnis adalah ilmu “Hybrid” yang paling strategis. Di era ketidakpastian global, menguasai satu bidang saja tidak lagi cukup. Mari kita bedah faktanya: apakah Agribisnis itu tanggung atau justru sebuah keunggulan yang lengkap?
Mengapa Sering Dianggap “Tanggung”?
Anggapan “tanggung” muncul karena Agribisnis berdiri di persimpangan dua dunia. Di mata orang teknik, Agribisnis dianggap kurang mendalam mempelajari biologi tanaman. Di mata orang ekonomi murni, Agribisnis dianggap terlalu spesifik hanya mengurusi pertanian.
Namun, menganggap Agribisnis sebagai ilmu yang tanggung adalah kekeliruan besar dalam memahami kebutuhan industri pangan. Faktanya, masalah terbesar di sektor pangan Indonesia bukanlah kurangnya orang yang jago menanam, melainkan kurangnya orang yang jago mengelola bisnis hasil tanam tersebut. Banyak petani yang sukses memanen dalam jumlah besar, namun gagal mendapatkan keuntungan karena tidak paham rantai pasok, manajemen keuangan, dan strategi pemasaran. Di sinilah peran Agribisnis menjadi sangat krusial.
Faktanya: Agribisnis Adalah Ilmu yang Paling “Lengkap”
Sebaliknya, jika kita melihat dari perspektif kebutuhan profesional, Agribisnis adalah disiplin ilmu yang sangat komprehensif. Lulusannya dipersiapkan untuk menguasai hulu hingga hilir. Berikut adalah alasan mengapa ilmu ini disebut paket lengkap:
1. Kombinasi Hard Skill dan Soft Skill Mahasiswa Agribisnis di Universitas Ma’soem tidak hanya diajarkan cara kerja ekosistem tanah dan tanaman, tetapi juga dibekali dengan ilmu manajemen operasional, akuntansi biaya, hingga hukum bisnis. Ini menciptakan profil lulusan yang bisa berbicara di depan petani dengan bahasa teknis, namun juga bisa bernegosiasi di ruang rapat direksi dengan bahasa bisnis yang tajam.
2. Adaptabilitas yang Luar Biasa Karena mempelajari banyak bidang, lulusan Agribisnis memiliki tingkat adaptabilitas yang tinggi. Mereka tidak “terkunci” di satu jenis pekerjaan. Jika industri manufaktur sedang lesu, mereka bisa bergeser ke perbankan sebagai analis kredit karena mereka paham cara menghitung risiko bisnis produktif. Fleksibilitas ini tidak dimiliki oleh mereka yang hanya belajar ilmu satu dimensi.
3. Jembatan Teknologi (Smart Farming) Agribisnis modern adalah tentang teknologi. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa belajar bagaimana mengintegrasikan digitalisasi ke dalam pertanian tradisional. Memahami Big Data pasar pangan sekaligus memahami siklus panen adalah keahlian yang sangat langka dan mahal di mata perusahaan multinasional.
Persiapan Karier: Menuju Profesionalisme yang “Paten”
Menjadi lulusan yang “lengkap” menuntut persiapan mental dan disiplin yang tinggi. Kelemahan dari ilmu yang luas adalah risiko menjadi dangkal jika tidak ditekuni secara profesional. Oleh karena itu, Universitas Ma’soem sangat menekankan pada pembentukan karakter dan integritas.
Apa yang perlu disiapkan oleh calon mahasiswa Agribisnis agar ilmunya tidak terasa tanggung?
- Penguasaan Data: Jangan hanya belajar teori, mulailah akrab dengan statistik dan analisis data keuangan.
- Wawasan Global: Pangan adalah komoditas dunia. Lulusan Agribisnis harus melek terhadap isu ekspor-impor dan kebijakan ekonomi internasional.
- Integritas Profesional: Mengelola bisnis pangan adalah mengelola kepercayaan publik. Di Universitas Ma’soem, kedisiplinan dan kejujuran menjadi fondasi utama dalam setiap praktik manajemen.
Ilmu yang Menjawab Tantangan Zaman
Agribisnis bukanlah ilmu yang tanggung. Ia adalah ilmu yang efisien. Ia membuang kerumitan teori yang tidak perlu dan fokus pada apa yang membuat sebuah usaha pangan bisa berkelanjutan dan menguntungkan. Di tengah ancaman krisis pangan dunia, keahlian “Lengkap” yang dimiliki oleh sarjana Agribisnis adalah investasi yang paling relevan.
Pendidikan di Universitas Ma’soem memastikan bahwa setiap lulusannya tidak hanya menjadi penonton di industri pangan, melainkan menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata bagi ekonomi nasional. Dengan ilmu yang lengkap dan karakter yang kuat, masa depan Anda di puncak karier agribisnis sudah berada dalam genggaman.
Apakah Anda setuju bahwa menjadi “Hybrid” adalah kunci sukses di masa depan? Jika Anda ingin melihat bagaimana simulasi bisnis nyata dilakukan di kampus kami, mari diskusikan lebih lanjut mengenai program praktik kerja lapangan di Universitas Ma’soem!





