Linguistic Accommodation: Strategi Interaksi Bahasa di Ranah Pendidikan

Linguistic accommodation merupakan fenomena bahasa di mana penutur menyesuaikan cara berbicara mereka untuk menyelaraskan dengan lawan bicara. Penyesuaian ini bisa berupa perubahan kosakata, intonasi, aksen, hingga struktur kalimat. Teori ini awalnya dikembangkan oleh Howard Giles dan dikenal luas dalam kajian sosiolinguistik karena menyoroti hubungan antara bahasa, identitas sosial, dan dinamika komunikasi.

Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang linguistic accommodation menjadi penting, terutama bagi mahasiswa dan dosen di fakultas pendidikan seperti Ma’soem University. Kemampuan menyesuaikan bahasa membantu terciptanya interaksi kelas yang lebih efektif, meningkatkan pemahaman materi, dan membangun hubungan positif antaranggota kelas.

Bentuk-Bentuk Linguistic Accommodation

Terdapat beberapa bentuk linguistic accommodation yang sering muncul dalam interaksi sehari-hari maupun akademik:

  1. Convergence (Konvergensi)
    Konvergensi terjadi saat penutur menyesuaikan bahasa mereka untuk lebih mirip dengan lawan bicara. Misalnya, seorang dosen di FKIP Ma’soem University mungkin menurunkan tingkat formalitas saat berbicara dengan mahasiswa tingkat awal untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman.
  2. Divergence (Divergensi)
    Berbeda dengan konvergensi, divergensi terjadi saat penutur sengaja mempertahankan atau menonjolkan perbedaan bahasa untuk menunjukkan identitas sosial atau profesional. Contoh, mahasiswa yang ingin menekankan status akademiknya mungkin menggunakan terminologi khusus dalam presentasi seminar.
  3. Maintenance (Pemeliharaan Bahasa)
    Pemeliharaan bahasa berarti penutur tidak banyak menyesuaikan bahasa meskipun menghadapi perbedaan aksen atau dialek. Strategi ini sering dipakai oleh guru atau pengajar yang ingin mempertahankan standar bahasa tertentu agar materi yang disampaikan tetap jelas dan konsisten.

Linguistic Accommodation dalam Konteks Pendidikan

Di lingkungan akademik seperti FKIP Ma’soem University, fenomena ini terlihat jelas dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa. Pengajar yang paham konsep linguistic accommodation dapat mengubah gaya komunikasi mereka sesuai kebutuhan mahasiswa, misalnya saat menjelaskan teori bahasa Inggris kepada mahasiswa pemula versus mahasiswa tingkat lanjut.

Mahasiswa juga mempraktikkan strategi ini saat melakukan diskusi kelompok, presentasi, atau studi kasus. Penyesuaian bahasa bukan hanya soal mempermudah pemahaman, tetapi juga mencerminkan kemampuan sosial dan empati terhadap lawan bicara.

Faktor yang Mempengaruhi Linguistic Accommodation

Beberapa faktor kunci memengaruhi penerapan linguistic accommodation, antara lain:

  • Tujuan Komunikasi
    Penutur cenderung menyesuaikan bahasa jika tujuan utama adalah agar pesan tersampaikan dengan jelas. Dalam pembelajaran bahasa Inggris di FKIP Ma’soem University, misalnya, mahasiswa diminta menggunakan bahasa target secara tepat agar instruksi praktikum dapat diikuti.
  • Identitas Sosial
    Status, usia, atau pengalaman akademik memengaruhi cara seseorang berkomunikasi. Dosen senior mungkin menggunakan bahasa lebih formal, sedangkan mahasiswa sering menyesuaikan bahasa agar lebih mudah diterima di kalangan teman sebaya.
  • Keakraban dan Kedekatan
    Hubungan interpersonal juga menentukan seberapa banyak penyesuaian bahasa dilakukan. Semakin dekat hubungan, semakin besar kemungkinan terjadi konvergensi bahasa.

Contoh Penerapan di FKIP Ma’soem University

FKIP Ma’soem University memiliki beberapa program studi pendidikan bahasa yang mengintegrasikan teori linguistic accommodation ke dalam praktik pembelajaran. Contohnya:

  • Simulasi Kelas
    Mahasiswa melakukan role-play sebagai guru dan murid. Mereka berlatih menyesuaikan intonasi, kosakata, dan gaya bahasa sesuai karakter murid yang berbeda tingkat kemampuan bahasa Inggrisnya.
  • Diskusi Kelompok Multilevel
    Mahasiswa dari berbagai angkatan diminta berdiskusi mengenai topik tertentu. Mereka belajar bagaimana menyesuaikan bahasa agar semua anggota kelompok dapat memahami, tanpa mengurangi kualitas akademik.
  • Workshop Penulisan Akademik
    Dalam workshop, dosen menekankan pentingnya pemilihan kata, struktur kalimat, dan registrasi bahasa agar naskah ilmiah mudah dipahami pembaca, sekaligus mempertahankan gaya akademik yang profesional.

Manfaat Menguasai Linguistic Accommodation

Penguasaan konsep ini memberikan manfaat ganda, baik secara akademik maupun sosial:

  1. Memperbaiki Komunikasi Interpersonal
    Mahasiswa dapat berinteraksi lebih efektif dengan dosen, teman, atau masyarakat luas. Penyesuaian bahasa meningkatkan pemahaman dan meminimalisir kesalahpahaman.
  2. Meningkatkan Kemampuan Akademik
    Kemampuan menyesuaikan bahasa membantu mahasiswa menyampaikan ide secara jelas dalam diskusi, presentasi, atau publikasi ilmiah.
  3. Membangun Identitas Profesional
    Penggunaan bahasa yang tepat dalam konteks formal maupun informal memperkuat citra profesional mahasiswa sebagai calon pendidik.