Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah perusahaan besar menjamin bahwa setiap biskuit atau susu kotak yang mereka produksi memiliki kandungan gizi yang sama persis? Atau, bagaimana peneliti bisa menyimpulkan bahwa sebuah tanaman lokal memiliki potensi sebagai sumber protein tinggi? Jawabannya terletak pada satu prosedur standar dalam dunia teknologi pangan yang disebut Analisis Proksimat.
Bagi mahasiswa Teknologi Pangan, khususnya yang menempuh pendidikan di Universitas Ma’soem, analisis proksimat adalah “makanan sehari-hari”. Ini bukan sekadar teori kimia yang rumit, melainkan metode fundamental yang menjadi kunci dalam menentukan kualitas, nilai gizi, hingga keamanan bahan pangan sebelum sampai ke tangan konsumen.
Apa Itu Analisis Proksimat?
Analisis proksimat adalah suatu metode analisis kimia untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi utama (makronutrien) dalam suatu bahan pangan. Metode ini membagi komponen makanan ke dalam lima kelompok besar:
- Kadar Air: Menentukan daya simpan. Semakin tinggi kadar air, semakin cepat makanan tersebut membusuk akibat aktivitas mikroba.
- Kadar Abu: Menunjukkan total kandungan mineral yang ada dalam bahan pangan.
- Lemak Kasar: Mengukur total lemak yang dapat diekstraksi, yang menjadi sumber energi utama dan pembawa rasa.
- Protein Kasar: Menentukan kualitas gizi berdasarkan kandungan nitrogen dalam bahan.
- Karbohidrat (dengan metode by difference): Dihitung dari sisa komponen setelah air, abu, lemak, dan protein diketahui.
Mengapa Mahasiswa Teknologi Pangan Wajib Menguasainya?
Analisis ini adalah dasar dari segalanya di industri pangan. Tanpa analisis proksimat, seorang ahli pangan tidak akan bisa:
- Menyusun Label Informasi Nilai Gizi: Semua angka kalori dan gizi di kemasan produk berasal dari perhitungan proksimat.
- Mengontrol Kualitas Produksi: Memastikan bahan baku yang datang dari petani sesuai dengan spesifikasi perusahaan.
- Melakukan Inovasi Produk: Misalnya, saat menciptakan camilan rendah lemak atau tinggi protein, analisis ini digunakan untuk membuktikan klaim tersebut secara ilmiah.
Mengasah Keahlian Analisis di Universitas Ma’soem
Menjadi seorang ahli teknologi pangan yang mahir dalam analisis laboratorium membutuhkan tempat belajar yang menyediakan fasilitas nyata. Universitas Ma’soem (Masoem University) hadir sebagai institusi yang sangat memperhatikan kompetensi praktis mahasiswanya di bidang ini.
Berlokasi strategis di kawasan pendidikan Jatinangor, Universitas Ma’soem menawarkan pengalaman belajar yang komprehensif:
1. Praktik Langsung di Laboratorium Modern
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya melihat diagram di buku teks. Mereka terjun langsung ke laboratorium kimia pangan untuk mengoperasikan alat-alat seperti Soxhlet untuk ekstraksi lemak atau metode Kjeldahl untuk menentukan kadar protein. Pengalaman tangan pertama ini sangat krusial agar mahasiswa siap kerja di industri manufaktur setelah lulus.
2. Relevansi dengan Potensi Lokal
Mahasiswa diajak untuk menganalisis bahan pangan lokal yang melimpah di Jawa Barat. Misalnya, melakukan analisis proksimat pada ubi cilembu atau talas sumedang untuk mengetahui potensi pengembangannya menjadi produk ekspor. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
3. Kurikulum yang Disiplin dan Terstruktur
Analisis proksimat membutuhkan ketelitian tingkat tinggi; kesalahan sedikit saja dalam penimbangan bisa merusak seluruh data gizi. Universitas Ma’soem dikenal dengan lingkungan kampusnya yang disiplin. Budaya ini membentuk mentalitas mahasiswa agar teliti, jujur dalam melaporkan data laboratorium, dan bertanggung jawab—karakter yang sangat dicari oleh perusahaan besar.
4. Persiapan Karier yang Matang
Dengan menguasai analisis proksimat di Universitas Ma’soem, lulusannya memiliki keunggulan kompetitif untuk mengisi posisi Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), hingga staf Research and Development (R&D). Universitas ini juga mendukung mahasiswanya untuk memiliki sertifikasi kompetensi agar diakui secara profesional di dunia kerja.
Analisis proksimat adalah pintu gerbang menuju pemahaman mendalam tentang nutrisi. Bagi mahasiswa Teknologi Pangan, menguasai teknik ini adalah langkah awal untuk menjadi ilmuwan yang mampu menjamin masyarakat mendapatkan makanan yang sehat dan berkualitas.
Jika Anda memiliki minat kuat pada dunia laboratorium dan ingin berkontribusi dalam menjaga standar gizi pangan nasional, Universitas Ma’soem adalah tempat yang tepat untuk menempa keahlian tersebut. Dengan bimbingan pengajar ahli dan fasilitas yang mumpuni, Anda akan dipersiapkan menjadi ahli pangan yang kompeten dan berintegritas.





