Oleh: Dr. Jajang Suherman, MAB
Dosen Program Studi Bisnis Digital, Fakuktas Komputer Universitas Ma’soem

Ruang Lingkup Marketing
Marketing adalah tentang mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi singkat marketing adalah proses ‘memenuhi kebutuhan secara menguntungkan’. Hal ini disebut dengan sentrisitas seimbang (balanced centricity) y, aitu fokus pada pelanggan, namun juga pada perusahaan dan tujuannya. Marketing adalah fungsi menghasilkan pendapatan dalam suatu bisnis, dan ujian akhir keberhasilan marketing adalah tingkat keuntungan yang memungkinkan perusahaan mencapai kesejahteraan dalam jangka panjang (Gummesson, 2007). Marketing adalah fokus pelanggan yang meresapi fungsi dan proses organisasi dan diarahkan pada janji marketing melalui proposisi nilai, memungkinkan pemenuhan harapan individu yang diciptakan oleh janji tersebut dan memenuhi harapan tersebut, melalui dukungan terhadap proses pembangkitan nilai pelanggan, sehingga mendukung penciptaan nilai dalam proses perusahaan serta proses pelanggan dan stakeholderl ainnya (Gronroos, 2006).
Marketing Mix
Marketing mix adalah seperangkat alat marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan marketingnya di pasar sasaran. McCarthy mengklasifikasikan alat-alat ini ke dalam empat kelompok besar yang disebutnya empat P marketing, yaitu: product, price, place, dan promotion (McCarthy, 1999). Marketing mix menggambarkan seperangkat alat yang dapat digunakan manajemen untuk memengaruhi penjualan. Formulasi tradisionalnya disebut 4P, yaitu: product, price, placed, an promotion( Kotler, 2003:108).
Marketing Kontemporer
Mengintegrasikan pemasaran tradisional dan digital: pemasaran digital (digital marketing) tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemasaran tradisional. Sebaliknya, keduanya harus hidup berdampingan dengan pertukaran peran di seluruh jalur pelanggan. Pada tahap awal interaksi antara perusahaan dan pelanggan, pemasaran tradisional (traditional marketing) memainkan peran utama dalam membangun kesadaran dan minat. Ketika interaksi berlangsung dan pelanggan menuntut hubungan yang lebih dekat dengan perusahaan, digital marketing menjadi semakin penting. Peran terpenting digital marketing adalah mendorong tindakan dan advokasi. Karena digital marketing lebih akuntabel dibandingkan pemasaran tradisional, fokusnya adalah untuk mendorong hasil, sedangkan fokus traditional marketing adalah memulai interaksi pelanggan (Kotler et al., 2017:50–53).
Strategi Marketing Dalam Bidang Koperasi Dan UMKM
Konsep Koperasi
Koperasi mempunyai peran penting dalam perekonomian, berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi, namun jarang tercatat dalam literatur ekonomi sebagai wadah untuk mengembangkan inovasi, kewirausahaan, mengembangkan praktik bisnis yang beretika, serta berperan dalam pembangunan (Novkovic, 2008). Koperasi memainkan peran penting dalam penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial (Dogarawa, 2010). Secara umum, koperasi telah berperan di masyarakat, seperti meningkatkan skala usaha dan efisiensi, meningkatkan bargaining position‖ anggota koperasi dalam menghadapi persaingan pasar dan mendorong kebersamaan dan solidaritas antar anggota untuk saling memberikan dukungan dan loyalitas terhadap organisasi (Sinaga et al., 2006).
Konsep UMKM
Salah satu cara untuk meningkatkan kontribusi UMKM adalah dengan menciptakan nilai daya saing produk. Pengelolaan sumber daya diperlukan untuk menyediakan produk berkualitas tinggi dan keunggulan kompetitif perusahaan. Sumber daya manusia menjadi prioritas utama perhatian perusahaan dan urutannya adalah pemasaran dan distribusi, keuangan dan pendanaan, operasional dan produksi, serta penggunaan internet dan teknologi (Ristyawan, 2020).
Strategi Marketing Dalam Sektor Perbankan
Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearah peningkatan taraf hidup rakyat banyak.
Strategi Marketing Dalam Sektor Publik
Untuk mendapatkan fokus bagaimana relevansi penerapan marketing di sektor publik, kita dapat melihat apa tujuan dan manfaat marketing bagi sektor publik. Emslie and Bent (2007) menyebutkan ada beberapa manfaat dari penerapan marketing di sektor publik, yang tentu sekaligus menjadi tujuan dan manfaat marketing tersebut.
Strategi Digital Marketing
Strategi digital marketing adalah rencana komprehensif yang menguraikan bagaimana bisnis atau organisasi, akan memanfaatkan saluran dan teknologi digital untuk mempromosikan produk atau layanannya, berinteraksi dengan audiens targetnya, dan mencapai tujuan pemasarannya. Strategi digital marketing yang kuat sangat penting bagi keberhasilan organisasi, dalam lanskap bisnis saat ini. Perusahaan yang berkembang di dunia digital, biasanya mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk pengembangan strategi pemasaran digital.
Strategi Marketing Mix
Marketing mix merupakan konsep penting dalam pemasaran yang terdiri dari empat elemen: produk, harga, promosi, dan tempat. Keempat elemen tersebut harus diintegrasikan dengan baik untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan. Pengembangan strategi Marketing mix yang efektif memerlukan analisis situasi yang mendalam, penetapan target pasar yang tepat, penentuan positioning yang kuat, penyusunan strategi Marketing mix yang terintegrasi, dan evaluasi serta pengendalian yang berkelanjutan. Perusahaan perlu memahami dengan baik kebutuhan dan keinginan konsumen, serta faktor-faktor yang memengaruhi Marketing mix, untuk mengembangkan strategi yang tepat dan efektif dalam mencapai tujuan pemasarannya.
Meningkatkan Kepuasan Dan Loyalitas Konsumen
Pelanggan/Konsumen bisanya dihadapkan dengan banyak pilihan produk dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tertentu. Bagaimana mereka bisa memilih di antara sedemikian banyak produk dan jasa? Konsumen menentukan pilihan untuk membeli berdasarkan persepsi mereka terhadap nilai yang melekat terhadap produk dan jasa. Nilai pelanggan adalah selisih antara nilai yang diperoleh pelanggan dengan memiliki dan menggunakan suatu produk dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperolehnya.
Kepercayaan (trust) ini muncul apabila perusahaan mampu memberikan apa yang mereka janjikan kepada konsumen. Kepercayaan adalah suatu sifat yang paling mudah berubah dalam diri manusia. Perusahaan yang pandai adalah perusahaan yang mampu menjaga kepercayaan pelanggannya sesuai apa yang mereka janjikan. Pemenuhan janji kepada konsumen ini merupakan harga mati bagi Perusahaan yang ingin survife.
Sosial Media Marketing Vs Content Marketing
Pemasaran Media Sosial (SMM) mengacu pada penggunaan platform media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan. Di Indonesia, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya alat yang penting bagi bisnis. Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan TikTok populer di kalangan masyarakat Indonesia dan digunakan secara luas oleh merek untuk terhubung dengan audiens mereka, membangun kesadaran merek, dan mendorong penjualan. Pada Januari 2024, Indonesia memiliki 185,3. juta pengguna media sosial, jumlah yang terus bertambah setiap tahunnya (Social, 2024).
Pemasaran konten (CM) adalah tentang membuat dan berbagi konten yang berharga dan relevan untuk menarik dan melibatkan target audiens. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi pelanggan, membangun kepercayaan dan loyalitas dari waktu ke waktu. Di Indonesia, di mana konsumen semakin mencari konten yang autentik dan informatif, CM menjadi hal yang sangat penting, baik melalui blog, video, podcast, atau infografis, pemasaran konten membantu bisnis terhubung dengan audiens mereka dengan cara yang bermakna. 67% pemasar B2B memandang pemasaran konten sebagai komponen kunci yang menghasilkan prospek yang efektif (Baker, 2023).
Profil Penulis
| Dr. Jajang Suherman, MAB Pendidikan yang pernah ditempuh Sarjana Administrasi Bisnis (SAB) di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) lulus tahun 2013, kemudian melanjutkan pada pendidikan Magister Administrasi Bisnis (S2), dengan memperoleh Gelar Magister Administrasi Bisnis (MAB) lulus tahun 2015 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Bandung. |
Pada tahun 2017 melanjutkan studi S-3 program Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Islam Nusantara Bandung. Saat ini penulis sebagai Dosen pada Program Studi Bisnis Digital Fakultas Komputer Universitas Ma’soem. Penulis memiliki kepakaran di bidang administrasi bisnis dan manajemen. Untuk mewujudkan karir sebagai dosen profesional, penulis pun aktif sebagai peneliti di bidang kepakarannya tersebut. Selain peneliti, penulis juga aktif menulis buku dan jurnal dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan Negara.
E-mail Penulis: jajangsuherman333@gmail.com




