Panduan Praktis Identifikasi Bahan Berisiko Non-Halal pada Produk  Olahan Daging

Oleh : Putri Fenny

Produk olahan daging memiliki kompleksitas tinggi dalam komposisi bahan tambahan yang berpotensi mengandung unsur non-halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan kritis serta memberikan panduan praktis berbasis ilmiah bagi konsumen. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal internasional dan nasional. Hasil menunjukkan bahwa gelatin, emulsifier, enzim, dan flavoring merupakan komponen utama yang perlu diperhatikan dalam sistem jaminan halal.

Produk olahan daging seperti sosis, nugget, dan bakso banyak dikonsumsi karena praktis dan memiliki cita rasa tinggi. Namun, dalam proses produksinya digunakan berbagai bahan tambahan yang dapat berasal dari sumber hewani maupun non-hewani.

Dalam perspektif ilmu pangan halal, kehalalan tidak hanya bergantung pada bahan utama, tetapi juga bahan tambahan dan proses produksi. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik untuk mengidentifikasi potensi bahan non-halal.

Identifikasi bahan non-halal pada olahan daging memerlukan ketelitian karena banyak bahan kritis yang tersembunyi dalam label komposisi. Berikut adalah panduan praktis berdasarkan tinjauan ilmiah dan implementasi belanja harian:

1.Titik Kritis Bahan Utama (Daging & Lemak)

    Sumber Hewan waspadai istilah pork, bacon, ham, lard (lemak babi), atau gelatin yang tidak bersumber dari sapi/ikan. Proses Penyembelihan: Daging sapi atau ayam dari negara non-muslim tanpa logo halal berisiko tidak disembelih sesuai syariat (titik kritis utama secara ilmiah).

    2.Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang Rawan

      Banyak bahan pendukung olahan daging (seperti sosis, nugget, bakso) berasal dari turunan lemak atau tulang hewan: Emulsifier (Pelembut): Kode E471, E472, dan E481 sering kali berasal dari asam lemak hewan. Jika tidak ada keterangan “plant-based” atau logo halal, bahan ini berisiko mengandung lemak babi atau hewan non-halal. Flavor/ Perisa “gurih” atau smoky terkadang menggunakan prekursor dari ekstrak hewan. Casing (Selongsong Sosis) sosis dengan kulit yang bisa dimakan bisa terbuat dari kolagen sapi (halal jika disembelih benar) atau kolagen babi (non-halal).

      3.Panduan Praktis Identifikasi (Implementasi Konsumen)

        a. Cek Logo Halal Resmi, pastikan produk mencantumkan logo Halal Indonesia yang diterbitkan oleh BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Pindai komposisi (Ingredients) waspadai bahan turunan hewan tanpa keterangan sumber yang jelas.

        b. Hindari gelatin (jika tidak ada keterangan sapi/halal), Casing/Selongsong (jika tidak ada keterangan edible casing halal), Lard (lemak babi), Tallow (lemak sapi, pastikan halal).

        c. Waspadai istilah asing “No Pork, No Lard” bukan jaminan halal. Ini hanya berarti tidak ada daging/lemak babi secara langsung, namun bisa mengandung turunan babi lain (gelatin) atau daging lain yang tidak disembelih secara syar’i.

        d. Gelatin/Kolagen pastikan berlabel gelatin sapi/ikan atau berlogo halal.

        e. Kode E waspadai emulsifier dengan kode E tertentu (misal: E471) jika berasal dari lemak hewan tidak halal.

        f. Cek rantai pasok/tempat produksi hindari membeli produk olahan daging yang diproduksi di tempat yang sama dengan produk daging babi tanpa pemisahan fasilitas yang jelas.

        g. Gunakan aplikasi/website halal cek sertifikat halal melalui aplikasi Halal MUI atau situs BPJPH. 

        4. Tanda-Tanda Risiko Tinggi pada Daging Olahan

          Casing berisiko haram jika tidak tertulis “Casing Halal/Sapi”. Bakso/nugget penggunaan MDM (Mechanically Deboned Meat) berisiko tinggi jika berasal dari negara non-muslim yang tidak menerapkan syariat penyembelihan. Daging Olahan Impor umumnya tinggi risiko babi atau gelatin babi, wajib memiliki logo halal atau sertifikat halal yang diakui BPJPH. 

          Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

          Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.

          Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

          Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

          WhatsApp: 081385501914

          Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/