
Penulis: Ilma Aulia Misbah & Putri Elsa Safira Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Komputer, Universitas Ma’soem
Di era digital saat ini, pengelolaan hubungan dengan pelanggan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan sebuah usaha, termasuk di bidang kuliner. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan teknologi mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi, tidak hanya dalam hal produk, tetapi juga dalam cara membangun interaksi dengan pelanggan. Hal ini menjadikan Customer Relationship Management (CRM) sebagai aspek yang perlu diperhatikan secara serius.
Seblak Sindang merupakan salah satu usaha kuliner yang menyajikan makanan khas Jawa Barat, yaitu seblak. Usaha ini berdiri pada 14 September 2023 di daerah Panyawungan dan berkembang cukup pesat hingga membuka cabang baru di Cibiru pada 01 April 2025. Konsep prasmanan yang diterapkan menjadi daya tarik utama, karena memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk memilih topping serta tingkat kepedasan sesuai dengan selera masing-masing.
Selain konsep yang menarik, variasi bahan yang disediakan juga cukup beragam, mulai dari kerupuk, mie, makaroni, hingga berbagai jenis lauk dan sayuran. Sistem harga yang fleksibel serta pilihan layanan dine-in dan take away membuat usaha ini mampu menjangkau berbagai kalangan pelanggan.
Perubahan Kebutuhan Pelanggan di Era Digital
Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dan kebiasaan pelanggan juga mengalami perubahan. Konsumen saat ini cenderung mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan aksesibilitas dalam bertransaksi. Banyak di antaranya yang lebih memilih menggunakan platform digital untuk mencari informasi maupun melakukan pemesanan.
Kondisi ini menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga pada pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Interaksi yang cepat, layanan yang responsif, serta kemudahan akses menjadi bagian penting dalam membangun kepuasan pelanggan.
Tantangan dalam Penerapan CRM pada Seblak Sindang
Dalam praktiknya, penerapan CRM pada Seblak Sindang masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satu yang paling terlihat adalah belum optimalnya pemanfaatan platform digital. Usaha ini belum terintegrasi dengan layanan pesan-antar online, sehingga akses pelanggan menjadi terbatas, terutama bagi mereka yang mengandalkan layanan digital.
Selain itu, pengelolaan data pelanggan juga belum dilakukan secara sistematis. Informasi seperti preferensi menu atau kebiasaan pembelian belum terdokumentasi dengan baik, sehingga sulit untuk digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.
Interaksi dengan pelanggan melalui media digital juga masih minim. Padahal, media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun komunikasi dua arah, menyampaikan informasi, serta meningkatkan kedekatan dengan pelanggan.
Tantangan lainnya adalah belum adanya program loyalitas yang terstruktur. Tanpa adanya insentif tambahan, pelanggan tidak memiliki dorongan khusus untuk melakukan pembelian ulang. Hal ini dapat memengaruhi tingkat retensi pelanggan dalam jangka panjang.
Dampak terhadap Hubungan dengan Pelanggan
Berbagai keterbatasan dalam penerapan CRM tersebut memberikan dampak terhadap kualitas hubungan dengan pelanggan. Kemudahan akses yang belum maksimal dapat menurunkan kenyamanan pelanggan dalam bertransaksi. Selain itu, kurangnya interaksi juga membuat hubungan yang terjalin menjadi kurang kuat.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan. Pelanggan yang tidak mendapatkan pengalaman yang optimal cenderung akan beralih ke usaha lain yang menawarkan layanan lebih lengkap dan mudah diakses.
Upaya Pengembangan Strategi CRM
Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan upaya pengembangan strategi CRM yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mulai memanfaatkan platform delivery online untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain itu, penggunaan media sosial juga dapat dioptimalkan sebagai sarana komunikasi dan promosi. Melalui konten yang menarik dan interaksi yang aktif, usaha dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.
Pengelolaan data pelanggan juga perlu mulai diterapkan, meskipun secara sederhana. Data tersebut dapat digunakan untuk memahami perilaku konsumen serta menyusun strategi yang lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, pengembangan program loyalitas pelanggan juga dapat menjadi langkah efektif untuk meningkatkan retensi. Dengan memberikan nilai tambah kepada pelanggan, hubungan jangka panjang dapat terbangun dengan lebih baik.
Dengan adanya strategi CRM ini, perkembangan bisnis ini akan lebih terarah dan memiliki peluang yang besar untuk meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi serta penguatan interaksi. Upaya tersebut dapat mendorong terciptanya hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan sekaligus memperluas jangkauan pasar di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin dinamis.




