Di era modern, tren makanan sehat seperti rendah gula, tinggi serat, organik, hingga bebas gluten terus berkembang. Mahasiswa jurusan Teknologi Pangan, termasuk di Ma’soem University, perlu memahami tren ini sejak awal agar dapat menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Tidak cukup hanya membuat makanan yang enak dan aman, produk pangan saat ini dituntut untuk menjawab kebutuhan gaya hidup sehat. Konsumen masa kini lebih sadar akan kandungan nutrisi dan dampak jangka panjang dari makanan yang mereka konsumsi.
Apa yang Perlu Dipelajari Mahasiswa?
Nutrisi Fungsional & Komposisi Seimbang
Mahasiswa diajarkan merancang makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan: tinggi antioksidan, probiotik, rendah lemak, dan lainnya.
Analisis Pasar dan Perilaku Konsumen
Mereka juga belajar membaca tren pasar dan preferensi konsumen, agar produk yang dikembangkan tepat sasaran dan punya peluang dipasarkan secara luas.
Inovasi Produk di Laboratorium
Lewat praktikum, mahasiswa mengembangkan produk seperti minuman sehat, snack rendah kalori, dan makanan alternatif berbahan lokal.
Menurut dosen Teknologi Pangan di Ma’soem University, mahasiswa yang peka terhadap tren makanan sehat cenderung lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha sendiri. “Tren pasar cepat berubah, dan mahasiswa yang adaptif akan lebih unggul baik di industri maupun saat berwirausaha,” ujarnya.
Dengan pemahaman nutrisi, teknologi, dan pemasaran yang terintegrasi, mahasiswa Teknologi Pangan berpeluang besar untuk berkontribusi menciptakan produk pangan masa depan yang sehat dan berkelanjutan.





