Mahasiswa kini tidak hanya dituntut untuk menguasai teori dan praktik laboratorium, tetapi juga memiliki kontribusi nyata di masyarakat. Di jurusan Teknologi Pangan, salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola makan sehat melalui inovasi produk pangan sederhana.
Mahasiswa Ma’soem University misalnya, banyak terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang mengajak warga untuk mengenal jenis makanan bergizi, cara penyajian yang tepat, hingga bagaimana memilih bahan makanan yang aman dan berkualitas.
Kegiatan yang Dijalankan Mahasiswa
-
Penyuluhan Gizi Berbasis Produk Buatan Sendiri
Mahasiswa membuat produk seperti camilan sehat atau minuman tinggi nutrisi, lalu membagikannya ke masyarakat disertai penjelasan manfaat gizinya. -
Simulasi Produksi Pangan Rumahan
Mereka mengajarkan cara sederhana mengolah bahan pangan lokal menjadi produk sehat yang bisa dijual kembali oleh ibu rumah tangga atau pelaku UMKM. -
Kolaborasi dengan Posyandu dan Sekolah
Program kerja lapangan mahasiswa juga menyasar anak-anak sekolah dan balita melalui kegiatan edukatif, pengukuran status gizi, serta pendistribusian makanan bergizi.
Menurut dosen pembimbing, mahasiswa yang aktif turun ke masyarakat tidak hanya belajar berkomunikasi dan menyampaikan ilmu dengan sederhana, tapi juga lebih memahami kondisi lapangan dan kebutuhan gizi masyarakat secara langsung.
Pendekatan edukatif berbasis produk ini dianggap sebagai metode efektif, karena masyarakat bisa langsung merasakan manfaat dan tidak hanya menerima teori. Mahasiswa pun mendapat kesempatan untuk mengembangkan empati, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan.
Program ini menjadi bagian dari visi kampus untuk mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tapi juga berdampak bagi masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan kualitas luaran.





