Masalah gizi seperti stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Namun, lewat pendidikan tinggi, mahasiswa punya peluang untuk ikut berkontribusi menciptakan solusi. Di jurusan Teknologi Pangan, termasuk di Ma’soem University, mahasiswa mulai dilibatkan dalam pengembangan produk pangan bergizi tinggi sebagai bagian dari proyek pembelajaran.
Apa yang Dikerjakan Mahasiswa?
Formulasi Produk Kaya Nutrisi
Mahasiswa merancang produk seperti bubur instan tinggi protein, biskuit penambah zat besi, atau makanan tambahan anak dengan bahan lokal bernutrisi tinggi.
Riset Kandungan dan Stabilitas Gizi
Melalui laboratorium, mereka melakukan uji kandungan vitamin, mineral, dan daya simpan produk agar tetap layak dikonsumsi dan efektif meningkatkan gizi.
Desain Produk yang Praktis dan Terjangkau
Mahasiswa juga belajar mengemas produk dalam bentuk yang mudah didistribusikan ke masyarakat—terutama untuk daerah dengan akses terbatas.
Dosen Teknologi Pangan menyampaikan bahwa pembelajaran tidak berhenti di teori, tetapi diarahkan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga berisiko stunting.
Beberapa program seperti Project Lapangan dan Magang Bersertifikat memungkinkan mahasiswa terjun langsung ke komunitas, mengevaluasi kebutuhan gizi lokal, dan memberikan solusi berbasis produk pangan sederhana namun bergizi.
Dengan pendekatan ini, mahasiswa Teknologi Pangan tidak hanya disiapkan untuk industri, tapi juga untuk pengabdian masyarakat berbasis inovasi pangan. Mereka menjadi bagian dari ekosistem solusi nasional yang lebih luas, yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup lewat gizi.





