3 Perbedaan Search Volume dan Competition yang Wajib Dipahami Sebelum Pilih Produk

Dalam riset produk, dua istilah yang sering muncul adalah search volume dan competition. Search volume menunjukkan seberapa sering suatu kata kunci dicari, sementara competition menunjukkan seberapa banyak penjual yang bersaing di kata kunci tersebut. Keduanya terdengar mirip, tetapi perannya berbeda. Seller yang memahami perbedaannya bisa memilih produk dengan peluang lebih realistis.

Sayangnya, banyak pemula hanya berpatokan pada search volume. Mereka memilih kata kunci dengan angka besar, lalu kecewa karena produknya tenggelam. Artikel ini membahas tiga perbedaan utama antara search volume dan competition, plus cara menggunakannya untuk memilih produk.

Perbedaan 1: Apa yang Diukur

Perbedaan pertama terletak pada objek yang diukur. Search volume mengukur minat pencarian. Angka tinggi berarti banyak orang mengetik kata kunci tersebut. Competition mengukur kepadatan penjual. Angka tinggi berarti banyak penjual menawarkan produk serupa.

Karena mengukur hal berbeda, keduanya tidak bisa saling menggantikan. Search volume tinggi tidak otomatis berarti competition rendah. Sebaliknya, competition rendah tidak otomatis berarti search volume tinggi. Keduanya perlu dibaca bersama.

Perbedaan 2: Implikasi bagi Seller Baru

Perbedaan kedua menyangkut implikasi strategis. Search volume tinggi memberi peluang kunjungan besar, tetapi jika competition juga tinggi, peluang itu sulit direbut. Seller baru dengan sumber daya terbatas sering kalah dari penjual besar yang punya ulasan banyak dan anggaran iklan.

Sebaliknya, competition rendah pada kata kunci dengan search volume sedang bisa menjadi peluang. Anda mungkin tidak mendapat kunjungan sebanyak kata kunci populer, tetapi persaingannya lebih ringan. Peluang muncul di halaman pertama lebih besar.

Jika Anda ingin memahami strategi membangun daya saing di pasar yang padat, baca pembahasan tentang nilai tambah tokomu agar Anda tidak hanya bersaing pada volume.

Perbedaan 3: Cara Mengukur dan Menafsirkan

Perbedaan ketiga berkaitan dengan cara mengukur. Search volume biasanya diukur dari data pencarian, baik di platform maupun mesin pencari. Competition diukur dari jumlah penjual, jumlah listing, atau tingkat persaingan iklan.

Di Shopee, Anda bisa melihat competition secara kasar dari jumlah produk yang muncul saat mencari kata kunci. Semakin banyak produk, semakin tinggi persaingan. Sementara search volume bisa dilihat dari saran pencarian dan tren dari waktu ke waktu.

Penafsirannya pun berbeda. Search volume tinggi menuntut strategi promosi dan diferensiasi kuat. Competition rendah menuntut strategi penetrasi dan konsistensi. Keduanya memerlukan pendekatan berbeda.

Tabel Perbandingan Search Volume dan Competition

AspekSearch VolumeCompetition
Objek yang diukurMinat pencarianKepadatan penjual
Angka tinggi berartiBanyak dicariBanyak pesaing
Implikasi untuk pemulaButuh strategi kuatPeluang lebih terbuka
Cara melihatSaran pencarian, trenJumlah produk sejenis
RisikoTenggelamSepi kunjungan

Kombinasi yang Ideal untuk Seller Baru

Kombinasi ideal bagi seller baru bukanlah search volume tinggi dengan competition tinggi, melainkan search volume sedang dengan competition rendah atau sedang. Kata kunci seperti ini memberi peluang kunjungan yang cukup tanpa harus bertarung melawan penjual besar.

Selain itu, pertimbangkan kata kunci spesifik. Kata kunci spesifik biasanya memiliki search volume lebih kecil, tetapi competition juga lebih rendah. Pembeli yang mengetik kata kunci spesifik punya niat beli lebih kuat, sehingga konversinya bisa lebih tinggi.

Cara Menganalisis Dua Data Ini Secara Praktis

Berikut langkah praktis yang bisa Anda lakukan.

  1. Tulis beberapa kata kunci kandidat produk.
  2. Cari setiap kata kunci di Shopee dan catat jumlah produk yang muncul.
  3. Perhatikan saran pencarian untuk melihat kata kunci yang sering diketik.
  4. Bandingkan jumlah produk dengan perkiraan minat pencarian.
  5. Pilih kata kunci dengan competition lebih ringan dan minat cukup.
  6. Uji dengan stok kecil sebelum memutuskan stok besar.

Langkah ini sederhana, tetapi membantu Anda menghindari jebakan memilih kata kunci populer yang terlalu padat.

Jika Anda ingin memahami kesalahan umum yang dilakukan penjual pemula dalam memilih produk, baca pembahasan tentang kesalahan fatal pebisnis online pemula sebagai bahan evaluasi.

Kesalahan dalam Menafsirkan Kedua Data

Beberapa kesalahan sering terjadi:

  • Hanya melihat search volume tanpa memeriksa competition.
  • Menganggap competition rendah selalu berarti peluang besar, padahal bisa berarti minat rendah.
  • Mengabaikan kata kunci spesifik yang sebenarnya lebih mudah dimenangkan.
  • Tidak memperbarui data, padahal persaingan berubah cepat.
  • Menyalin kata kunci kompetitor tanpa menyesuaikan dengan keunggulan sendiri.

Menghindari kesalahan ini membuat keputusan produk lebih tepat.

Search volume dan competition adalah dua data berbeda yang saling melengkapi. Search volume mengukur minat, competition mengukur kepadatan pesaing. Seller baru sebaiknya tidak hanya mengejar volume tinggi, tetapi mencari kombinasi yang memberi peluang realistis. Gunakan kata kunci spesifik, analisis jumlah produk sejenis, dan uji dengan stok kecil. Dengan memahami perbedaan keduanya, Anda bisa memilih produk yang lebih mungkin berhasil.

Untuk Anda yang ingin mempelajari analisis pasar dan bisnis digital secara lebih mendalam, Universitas Ma’soem adalah pilihan tepat. Kampus ini memiliki 5 fakultas unggulan: Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Melalui Universitas Ma’soem, mahasiswa dibekali kemampuan analitis yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

Info Kontak Universitas Ma’soem: