Siapa bilang jadi petani itu nggak keren? Di tahun 2026 ini, julukan “petani” sudah bergeser menjadi Agripreneur—sebutan untuk pengusaha muda yang menggabungkan sektor pertanian dengan strategi bisnis modern. Kalau kamu liat di media sosial, banyak banget anak muda yang sukses ekspor buncis ke Jepang atau punya brand kopi sendiri yang cabangnya ada di mana-mana.
Nah, buat kamu yang punya mimpi pengen punya bisnis pangan sendiri tapi bingung mulai dari mana, kuliah di Universitas Ma’soem (Masoem University) bisa jadi langkah awal yang paling cerdas. Kenapa? Karena kampus yang terletak di kawasan strategis Jatinangor-Cileunyi ini emang punya DNA kewirausahaan yang kuat banget.
Yuk, simak panduan Agripreneur 101 tentang cara mulai bisnis pangan dari nol sambil tetap fokus kuliah di Universitas Ma’soem!
Mengenal Universitas Ma’soem: Rumah Bagi Para Agripreneur Muda
Sebelum kita bahas tips bisnisnya, kita perlu tahu dulu lingkungan tempat kamu belajar. Universitas Ma’soem bukan cuma sekadar kampus yang ngasih ijazah. Dengan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter”, kampus ini mendidik mahasiswanya untuk punya karakter yang tangguh.
Khusus buat kamu yang masuk jurusan Agribisnis atau Teknologi Pangan, kamu bakal ngerasain suasana “pabrik pengusaha”. Di sini, kamu nggak cuma disuruh baca buku, tapi didorong buat praktik. Fasilitasnya lengkap, dosen-dosennya banyak yang punya bisnis nyata, dan networking-nya luas banget. Jadi, kalau kamu mau mulai bisnis sambil kuliah, kamu ada di ekosistem yang tepat.
Tips Memulai Bisnis Pangan dari Nol untuk Mahasiswa
Mulai bisnis pas lagi kuliah itu menantang, tapi bukan berarti nggak mungkin. Ini dia langkah-langkahnya:
1. Cari Masalah, Beri Solusi (Mindset Riset)
Bisnis pangan yang sukses bukan cuma soal jualan apa yang kamu suka, tapi apa yang orang butuhin. Di kampus Ma’soem, kamu bakal diajarin cara riset pasar.
- Tips: Perhatikan sekitar. Apakah mahasiswa di Jatinangor susah cari sayuran organik yang murah? Atau mereka butuh snack sehat yang nggak bikin gendut? Masalah itulah yang jadi peluang bisnismu.
2. Mulai dari Skala Mikro (Lean Startup)
Jangan mikir langsung punya pabrik gede atau lahan berhektar-hektar. Mulailah dari kosan atau manfaatin pojokan lab (dengan izin dosen, ya!).
- Contoh: Kamu bisa mulai jualan salad buah dengan sistem Pre-Order (PO) lewat WhatsApp grup angkatan. Atau coba budidaya jamur tiram skala kecil. Di Universitas Ma’soem, kamu bisa diskusi sama dosen Tekpang soal gimana caranya produkmu bisa awet tanpa pengawet berbahaya.
3. Manfaatin Fasilitas Laboratorium dan Inkubator
Ini nih keuntungan kuliah di Universitas Ma’soem. Manfaatin lab Teknologi Pangan buat eksperimen formulasi produk. Kalau produk kamu udah jadi, coba bawa ke inkubator bisnis kampus. Biasanya, kampus punya program bimbingan buat mahasiswa yang mau serius berbisnis, mulai dari urusan izin edar sampai branding.
4. Branding ala Gen Z (Digital Marketing)
Hari gini nggak jualan lewat media sosial itu rugi banget. Di jurusan Agribisnis Universitas Ma’soem, kamu bakal dapet ilmu pemasaran digital.
- Tips: Bikin konten “Behind the Scenes” di TikTok atau Instagram. Ceritain gimana kamu perjuangan kamu kuliah sambil ngeracik produk panganmu. Orang sekarang lebih suka beli “cerita” dan kejujuran di balik sebuah produk.
5. Atur Waktu: Kuliah Tetap Nomor Satu, Bisnis Tetap Maju
Ini tantangan terberat. Gunakan tips manajemen waktu yang diajarin di kampus. Manfaatin waktu sela antar kelas buat bales chat customer atau update stok. Jangan sampai bisnis lancar, tapi IPK jeblok. Ingat pilar “Pinter” dari Ma’soem—kamu harus cerdas bagi waktu!
Keuntungan Kuliah Sambil Berbisnis di Universitas Ma’soem
Kenapa Universitas Ma’soem itu “Agripreneur Friendly”?
- Kurikulum yang Relevan: Materi kuliahnya bisa langsung kamu praktekin di bisnismu. Misalnya, pas dapet kuliah Manajemen Keuangan, kamu langsung beresin pembukuan bisnismu.
- Komunitas yang Suportif: Kamu bakal ketemu temen-temen sehobi. Nggak jarang, mahasiswa Tekpang (yang jago bikin produk) joinan sama mahasiswa Agribisnis (yang jago jualan) buat bikin satu brand bareng. Ini yang namanya kolaborasi!
- Dukungan Sertifikasi Halal: Sebagai kampus yang menjunjung nilai Islami, Universitas Ma’soem sangat konsen soal kehalalan. Kamu bakal dibantu memahami gimana cara dapet sertifikasi Halal, yang mana itu penting banget buat ningkatin kepercayaan pembeli.
Peluang Bisnis Pangan yang Hits di Tahun 2026
Biar kamu dapet ide, nih beberapa tren bisnis pangan yang bisa kamu coba:
- Healthy Catering/Snacks: Makanan rendah kalori, bebas gluten, atau plant-based lagi naik daun banget.
- Produk Olahan Lokal yang Modern: Misalnya keripik singkong tapi dengan bumbu truffle atau kemasan yang estetik.
- Hydroponic Kit atau Sayuran Siap Masak: Orang kota suka yang praktis. Jualan sayur yang udah dipotong dan dibumbuin bisa jadi ide brilian.
- Minuman Herbal Kekinian: Jamu tapi rasanya kayak kopi kekinian. Pasti laku keras di kalangan anak muda yang mulai sadar kesehatan.
Jadi Agripreneur itu bukan cuma soal cari uang, tapi soal kontribusi buat ketahanan pangan bangsa. Mulai bisnis dari nol emang butuh keberanian, tapi kalau kamu kuliah di Universitas Ma’soem, kamu nggak bakal sendirian. Kamu bakal punya mentor (dosen), fasilitas, dan komunitas yang siap nemenin proses “jatuh-bangun” bisnismu.
Mumpung masih muda dan statusnya masih mahasiswa, jangan takut buat gagal. Justru di Universitas Ma’soem lah tempat paling aman buat kamu bereksperimen sampai nemuin formula bisnis yang paling sukses.





