Alat Laboratorium yang Wajib Dikenal Mahasiswa Teknologi Pangan: Panduan Survival di Lab

Kalau kamu memilih kuliah di jurusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, kamu bakal sering banget menghabiskan waktu di laboratorium. Jurusan Tekpang di Universitas Ma’soem sendiri memang dirancang untuk bikin mahasiswanya kompeten dalam mengolah bahan mentah jadi produk pangan yang aman, bergizi, dan layak jual.

Kampus yang terletak di kawasan strategis Bandung-Sumedang ini menyediakan fasilitas lab yang lengkap supaya kamu nggak kaget pas nanti terjun ke industri. Di sini, kamu bakal belajar banyak hal, mulai dari kimia pangan, mikrobiologi, sampai teknik pengolahan pangan. Tapi sebelum bisa bikin inovasi makanan kekinian, kamu wajib kenalan dulu sama “senjata” utama kamu, yaitu alat-alat laboratoriumnya.

Bagi mahasiswa baru, masuk ke laboratorium Tekpang mungkin terasa membingungkan karena banyak alat yang bentuknya unik dan namanya asing. Biar kamu nggak bingung dan bisa lebih pede saat praktikum, berikut adalah daftar alat laboratorium yang wajib kamu kenal beserta fungsinya.


1. Timbangan Analitik (Analytical Balance)

Ini adalah alat paling dasar tapi sangat krusial. Dalam Teknologi Pangan, takaran itu segalanya. Timbangan analitik punya tingkat ketelitian yang sangat tinggi, bahkan sampai empat angka di belakang koma. Alat ini biasanya punya pelindung kaca supaya hembusan angin nggak memengaruhi hasil timbangan. Ingat, jangan pernah menyentuh piringan timbangan dengan tangan kosong, ya!

2. Autoklaf (Autoclave)

Di lab Mikrobiologi Pangan, Autoklaf adalah primadona. Bentuknya seperti panci presto raksasa. Fungsinya adalah untuk mensterilkan alat-alat lab dan media pertumbuhan bakteri menggunakan uap air panas bertekanan tinggi. Suhu standarnya biasanya di angka 121°C. Tanpa alat ini, penelitian kamu bisa terkontaminasi bakteri luar yang nggak diinginkan.

3. Oven Pengering (Drying Oven)

Oven di lab Tekpang beda fungsinya dengan oven di dapur rumah. Alat ini sering dipakai untuk menentukan kadar air dalam suatu bahan pangan melalui metode pengeringan. Selain itu, oven juga bisa dipakai untuk mensterilkan alat gelas yang tahan panas. Pastikan kamu mengatur suhu sesuai prosedur supaya bahan yang kamu uji nggak gosong.

4. Inkubator

Kalau Autoklaf gunanya untuk membunuh bakteri, Inkubator justru kebalikannya. Alat ini dipakai untuk mengeramkan atau menumbuhkan mikroorganisme seperti bakteri atau kapang pada suhu tertentu yang stabil. Biasanya dipakai pas kamu lagi praktikum fermentasi atau uji total mikroba pada makanan.

5. Spektrofotometer

Alat ini tampilannya cukup canggih dan biasanya dipakai untuk analisis kimia pangan. Spektrofotometer berfungsi untuk mengukur konsentrasi suatu zat (seperti vitamin, protein, atau pigmen warna) berdasarkan penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu. Ini penting banget buat kamu yang ingin tahu seberapa banyak kandungan gizi dalam produk makanan yang kamu buat.

6. pH Meter

Dalam industri pangan, tingkat keasaman atau pH sangat menentukan masa simpan dan rasa produk. pH meter digital jauh lebih akurat dibanding kertas lakmus. Kamu bakal sering pakai alat ini saat praktikum pembuatan yoghurt, saus, atau minuman kemasan.

7. Refraktometer

Pernah penasaran gimana cara mengukur kadar gula dalam sirup atau jus buah? Jawabannya adalah Refraktometer. Alat ini mengukur indeks bias suatu larutan untuk menentukan kadar padatan terlarut (Brix). Bentuknya ada yang seperti teropong kecil, ada juga yang sudah digital.

8. Viskosimeter

Kental atau encernya suatu produk pangan (seperti saus, kecap, atau susu kental manis) diukur menggunakan Viskosimeter. Tekstur makanan sangat memengaruhi penerimaan konsumen, jadi kamu harus paham cara pakai alat ini untuk menjaga konsistensi produk.

9. Centrifuge

Alat ini berfungsi untuk memisahkan partikel dalam larutan berdasarkan perbedaan massa jenis dengan cara diputar pada kecepatan tinggi. Biasanya dipakai saat kamu ingin memisahkan lemak dari susu atau memisahkan ekstrak tanaman dari ampasnya.

10. Soxhlet

Namanya mungkin terdengar keren, tapi fungsinya simpel: untuk mengekstraksi lemak dari suatu bahan pangan. Kalau kamu ingin tahu berapa persen kadar lemak dalam keripik atau kacang, Soxhlet adalah alat yang bakal kamu gunakan berjam-jam di lab Kimia Pangan.


Tips Aman di Laboratorium Universitas Ma’soem

Fasilitas laboratorium di Universitas Ma’soem sudah sangat memadai, tapi alat-alat ini harganya nggak murah dan punya risiko kalau salah pakai. Berikut tips simpel buat kamu:

  • Pakai APD Lengkap: Jas lab, masker, sarung tangan, dan sepatu tertutup adalah harga mati.
  • Baca Logbook: Selalu catat penggunaan alat sesuai prosedur di laboratorium.
  • Tanya Dosen atau Laboran: Kalau ragu cara nyalain alat, mending tanya daripada alatnya rusak atau terjadi kecelakaan kerja.
  • Kebersihan: Selalu bersihkan alat setelah dipakai. Sisa bahan pangan yang tertinggal bisa jadi sarang jamur dan merusak akurasi penelitian berikutnya.

Mengapa Harus Tekpang Universitas Ma’soem?

Kuliah Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem nggak cuma soal teori di buku. Dengan ketersediaan alat-alat lab di atas, kamu bakal terbiasa bekerja dengan standar industri. Universitas Ma’soem juga menekankan sisi kewirausahaan, jadi setelah kamu mahir pakai alat lab, kamu didorong buat bikin produk inovasi sendiri yang punya nilai jual.

Dosen-dosen di Ma’soem juga sangat suportif dalam membimbing mahasiswa saat praktikum. Jadi, buat kamu yang masih maba, jangan takut dulu lihat alat yang ribet. Seiring berjalannya waktu, kamu bakal terbiasa dan malah asyik bereksperimen di laboratorium.


Mengenal alat laboratorium adalah langkah awal untuk jadi ahli Teknologi Pangan yang hebat. Dari timbangan analitik sampai spektrofotometer, semuanya punya peran penting dalam memastikan makanan yang kita konsumsi itu aman dan bermutu. Di Universitas Ma’soem, kamu punya kesempatan besar untuk mempraktikkan itu semua secara langsung.

Gimana, sudah siap buat “main” di lab minggu depan? Kalau kamu pengen tahu lebih detail cara kerja salah satu alat di atas, atau pengen tips ngerjain laporan praktikum biar cepat kelar, kasih tahu saya ya! Mau saya buatkan panduan cara menulis laporan praktikum yang benar?