Oleh : Bunga Trissa Angraeni
Berbagai penyakit dalam tubuh disebabkan oleh adanya radikal bebas. Radikal bebas adalah atom atau gugus yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan. Radikal bebas dijumpai pada lingkungan, beberapa logam, asap rokok, obat, makanan dalam kemasan, bahan aditif, dan lain-lain. Dalam melindungi tubuh dari serangan radikal bebas, substansi antioksidan berfungsi untuk menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron dari radikal bebas sehingga menghambat terjadinya reaksi berantai.
Antioksidan adalah senyawa yang dapat digunakan untuk melindungi bahan pangan melalui perlambatan kerusakan, ketengikan atau perubahan warna yang disebabkan oleh oksidasi. Antioksidan mampu bertindak sebagai penyumbang radikal hidrogen atau sebagai akseptor radikal bebas sehingga dapat menunda tahap inisiasi pembentukan radikal bebas. Adanya antioksidan alami maupun sintetis dapat menghambat oksidasi lipid, mencegah kerusakan dan perubahan komponen organik dalam bahan makanan sehingga dapat memperpanjang umur simpan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa yang memiliki aktivitas farmakologi dan antioksidan seperti flavonoid, tanin dan xanton. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total fenolik ekstrak kulit buah manggis serta pengaruh ekstrak kulit buah manggis terhadap aktivitas antioksidan.
Metode
Sampel yang digunakan adalah kulit buah manggis segar dan kering yang diperoleh dari Pasar Bersehati, Manado. Sampel basah dicuci dan dipotong kecil, sedangkan sampel kering dikeringanginkan selama 3 hari, dihaluskan dan diayak 65 mesh ( disaring menggunakan ayakan sieve yang memiliki 65 lubang disetiap inci linear/25,4mm) . Sebanyak 50 g sampel dimaserasi dengan 200 ml metanol selama 24 jam dengan beberapa kali pengadukan, dan dilakukan perlakuan yang sama dengan pelarut air panas. Filtrat disaring, diuapkan, kemudian diperoleh ekstrak kulit buah manggis.
Penentuan kandungan total fenolik dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu dengan pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 750 nm dan dinyatakan sebagai mg ekivalen asam galat/g ekstrak. Penentuan aktivitas penangkal radikal bebas dilakukan dengan metode DPPH dengan pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 517 nm. Aktivitas dihitung sebagai persentase penangkalan radikal bebas dan ditentukan nilai IC50 melalui persamaan regresi linear.

Ekstraksi kulit buah manggis menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh dari ekstrak metanol sampel kering sebesar 21%, diikuti metanol sampel basah 15,5%, air sampel kering 12% dan air sampel basah 11%. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa yang terekstrak lebih banyak larut dalam metanol dibandingkan air. Komponen fenolik dapat diekstraksi menggunakan pelarut seperti air, metanol, etanol, aseton dan etil asetat. Kandungan total fenolik tertinggi dihasilkan oleh ekstrak metanol sampel kering sebesar 141,837 mg/kg. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa fenolik lebih larut dalam pelarut metanol, Senyawa fenolik berperan sebagai antioksidan dan mampu menangkap radikal bebas. Senyawa ini dapat berupa molekul sederhana hingga molekul kompleks seperti tanin.
Aktivitas penangkal radikal bebas DPPH menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktivitas lebih tinggi dibandingkan ekstrak air. Aktivitas tertinggi terdapat pada ekstrak metanol sampel basah sebesar 96,91%, diikuti ekstrak metanol sampel kering, ekstrak air sampel basah dan ekstrak air sampel kering. Penangkalan radikal bebas terjadi melalui mekanisme pengambilan atom hidrogen oleh radikal DPPH sehingga berubah menjadi bentuk netral. Nilai IC50 menunjukkan kemampuan ekstrak dalam menangkal radikal bebas. Ekstrak metanol sampel kering memiliki nilai IC50 sebesar 44,49 mg/l, dan metanol sampel basah sebesar 54,95 mg/L, sedangkan ekstrak air memiliki nilai IC50 sebesar 346,73 mg/L. Semakin kecil nilai IC50 maka semakin besar aktivitas penangkal radikal bebas.

Ekstrak kulit buah manggis memiliki kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan yang besar. Kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada ekstrak metanol sampel kering, diikuti ekstrak metanol sampel basah, ekstrak air sampel kering dan ekstrak air sampel basah.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/





