Akun online yang sedang menjadi target peretasan biasanya menunjukkan beberapa tanda yang tidak biasa. Misalnya, pengguna menerima notifikasi login dari perangkat asing, menemukan aktivitas yang tidak pernah dilakukan, atau tiba-tiba tidak bisa masuk ke akun sendiri. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena bisa menjadi indikasi adanya pihak lain yang mencoba mendapatkan akses tanpa izin.
Saat ini, akun online digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi, pendidikan, pekerjaan, hingga transaksi keuangan. Media sosial, email, dan aplikasi perbankan menyimpan informasi penting yang perlu dijaga keamanannya. Jika akun berhasil dikuasai orang lain, data pribadi di dalamnya berpotensi disalahgunakan.
Universitas Ma’soem menyediakan program studi S1 Bisnis Digital, S1 Sistem Informasi, dan D3 Komputerisasi Akuntansi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan pengelolaan informasi. Pengetahuan mengenai keamanan akun digital menjadi salah satu hal penting untuk dipahami agar pengguna dapat memanfaatkan layanan online secara lebih bijak.
1. Menerima Notifikasi Login dari Perangkat Asing
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah munculnya pemberitahuan bahwa akun sedang diakses dari perangkat, lokasi, atau waktu yang tidak dikenal.
Contohnya, seseorang menerima email pemberitahuan login dari perangkat Android, padahal biasanya hanya menggunakan laptop untuk membuka akun tersebut. Jika aktivitas itu bukan dilakukan sendiri, ada kemungkinan pihak lain sedang mencoba masuk.
Namun, lokasi yang berbeda tidak selalu berarti akun diretas. Beberapa layanan menggunakan perkiraan lokasi berdasarkan jaringan internet sehingga hasilnya bisa tidak tepat. Karena itu, periksa juga informasi perangkat, waktu akses, dan aktivitas akun lainnya.
2. Mendapatkan Kode OTP Tanpa Meminta
Kode OTP atau One-Time Password merupakan kode verifikasi yang digunakan untuk memastikan identitas pengguna ketika melakukan proses login atau transaksi tertentu.
Jika tiba-tiba menerima kode OTP melalui SMS, email, atau aplikasi autentikasi padahal tidak sedang masuk ke akun, hal tersebut perlu diperhatikan. Bisa jadi ada seseorang yang mencoba login menggunakan nomor telepon atau alamat email pengguna.
Jangan pernah memberikan kode tersebut kepada orang lain. Pelaku terkadang menghubungi korban dengan berpura-pura menjadi petugas layanan pelanggan dan meminta kode OTP untuk alasan verifikasi. Padahal, kode tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan proses masuk ke akun.
3. Kata Sandi Tiba-Tiba Tidak Bisa Digunakan
Tanda berikutnya adalah kata sandi yang biasanya benar tiba-tiba tidak dapat digunakan. Kondisi ini bisa terjadi karena seseorang telah mencoba mengubah kata sandi atau mengambil alih akun.
Jika mengalami hal tersebut, jangan langsung mencoba memasukkan kata sandi berkali-kali tanpa memeriksa penyebabnya. Gunakan fitur pemulihan akun melalui aplikasi atau situs resmi.
Apabila alamat email dan nomor telepon pemulihan masih dikuasai, segera lakukan penggantian kata sandi dengan kombinasi baru yang kuat dan tidak digunakan pada akun lain.
4. Ada Aktivitas yang Tidak Pernah Dilakukan
Perhatikan riwayat aktivitas akun secara berkala. Jika ditemukan perubahan atau tindakan yang tidak pernah dilakukan, hal tersebut dapat menjadi tanda adanya akses tidak sah.
Beberapa contoh aktivitas mencurigakan antara lain:
- Terdapat pesan terkirim yang tidak pernah dibuat sendiri.
- Ada unggahan baru di media sosial tanpa sepengetahuan pemilik akun.
- Muncul transaksi atau pembelian yang tidak dikenal.
- Pengaturan akun berubah secara tiba-tiba.
- Terdapat perangkat asing dalam daftar aktivitas login.
Jika menemukan aktivitas seperti ini, segera lakukan pemeriksaan keamanan. Jangan menunda tindakan karena pihak yang tidak bertanggung jawab mungkin masih memiliki akses ke akun tersebut.
5. Menerima Email Perubahan Informasi Akun
Layanan digital biasanya mengirimkan pemberitahuan ketika terjadi perubahan informasi penting, seperti kata sandi, alamat email, nomor telepon, atau metode verifikasi.
Jika menerima pemberitahuan perubahan tersebut padahal tidak pernah melakukannya, segera periksa kondisi akun. Ada kemungkinan seseorang sedang mencoba mengganti informasi pemulihan agar pemilik asli kesulitan mendapatkan akses kembali.
Pastikan email pemberitahuan benar-benar berasal dari layanan resmi. Hindari langsung mengklik tautan yang terdapat dalam pesan mencurigakan. Lebih aman membuka aplikasi atau situs resmi secara langsung untuk memeriksa status akun.
6. Akun Mengirimkan Pesan Mencurigakan kepada Orang Lain
Akun yang berhasil dikuasai pihak lain terkadang digunakan untuk mengirimkan pesan kepada kontak yang tersimpan. Pesan tersebut bisa berisi tautan palsu, permintaan uang, atau informasi yang bertujuan menipu orang lain.
Misalnya, teman menghubungi dan mengatakan menerima pesan aneh dari akun media sosial pengguna. Padahal, pemilik akun tidak pernah mengirimkannya.
Jika hal tersebut terjadi, segera beri tahu teman atau keluarga melalui saluran komunikasi lain agar tidak mengikuti instruksi maupun membuka tautan yang dikirimkan.
7. Akun Tiba-Tiba Keluar dengan Sendirinya
Beberapa layanan dapat mengeluarkan pengguna secara otomatis ketika mendeteksi perubahan keamanan atau aktivitas login tertentu. Namun, jika akun tiba-tiba keluar dan tidak bisa diakses kembali, kondisi tersebut perlu diperiksa.
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari gangguan aplikasi, perubahan kata sandi, hingga pengambilalihan akun oleh pihak lain. Periksa notifikasi keamanan yang dikirimkan melalui email atau nomor telepon terdaftar.
Jika akun berisi informasi penting, segera lakukan proses pemulihan melalui layanan resmi. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pendidikan dan program akademik, calon mahasiswa juga dapat menghubungi Admin Universitas Ma’soem melalui nomor +62 851 8563 4253.
8. Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun Diduga Sedang Diretas?
Ketika menemukan tanda-tanda mencurigakan, pengguna sebaiknya segera mengambil tindakan. Jangan menunggu sampai akun benar-benar tidak bisa digunakan.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Ganti kata sandi: Gunakan kombinasi yang kuat, unik, dan berbeda dari akun lainnya.
- Keluar dari perangkat asing: Periksa daftar perangkat yang terhubung dan keluarkan sesi yang tidak dikenal.
- Aktifkan autentikasi dua faktor: Tambahkan lapisan keamanan selain kata sandi.
- Periksa informasi pemulihan: Pastikan alamat email dan nomor telepon masih berada dalam kendali sendiri.
- Hubungi layanan resmi: Gunakan pusat bantuan jika akun sudah tidak dapat diakses.
- Periksa perangkat: Pastikan laptop atau ponsel tidak memiliki aplikasi mencurigakan yang dapat membahayakan keamanan akun.
Jika akun yang bermasalah berkaitan dengan layanan keuangan, segera hubungi penyedia layanan melalui saluran resmi untuk memeriksa dan mengamankan transaksi.
9. Bagaimana Cara Mencegah Akun Online Diretas?
Mencegah peretasan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Pengguna tidak harus memahami seluruh aspek keamanan siber untuk melindungi akun digitalnya.
Biasakan menggunakan kata sandi yang sulit ditebak, tidak membagikan kode OTP, serta menghindari tautan dari sumber yang tidak jelas. Selain itu, perbarui aplikasi secara berkala dan jangan sembarangan memberikan izin akses kepada aplikasi pihak ketiga.
Pengguna juga perlu membiasakan diri memeriksa riwayat login dan notifikasi keamanan. Semakin cepat aktivitas mencurigakan diketahui, semakin besar kesempatan untuk mengamankan akun sebelum terjadi kerugian lebih lanjut.
Mengenali ciri-ciri akun online yang sedang berusaha diretas merupakan langkah awal dalam menjaga keamanan digital. Jangan mengabaikan notifikasi yang tidak biasa atau perubahan aktivitas yang tidak dikenal. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan perlindungan secara konsisten, risiko penyalahgunaan akun dapat dikurangi.





