FOMO atau fear of missing out adalah perasaan cemas yang muncul ketika kita merasa ketinggalan informasi, pengalaman, atau momen yang sedang dinikmati orang lain. Di kalangan remaja, FOMO sering kali berujung pada perilaku konsumtif. Mereka membeli barang bukan karena membutuhkan, tetapi karena ingin mengikuti tren, ingin diakui, atau ingin terlihat sama dengan teman-temannya. Mulai dari membeli pakaian branded, gadget terbaru, hingga makanan kekinian. Perilaku konsumtif ini tidak hanya berdampak pada keuangan pribadi, tetapi juga pada keuangan keluarga. Banyak remaja yang rela berutang atau meminta uang lebih kepada orang tua demi memenuhi gaya hidup yang mereka lihat di media sosial. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka sedang terjebak dalam lingkaran FOMO dan konsumerisme yang merugikan. Artikel ini akan membahas hubungan antara FOMO dan perilaku konsumtif di kalangan remaja, lengkap dengan dampak dan cara mengatasinya.
Apa Itu FOMO dan Perilaku Konsumtif
FOMO adalah rasa takut ketinggalan. Perilaku konsumtif adalah membeli barang secara berlebihan tanpa pertimbangan.
Mengapa FOMO Memicu Perilaku Konsumtif
Berikut alasan mengapa FOMO memicu perilaku konsumtif.
1. Kebutuhan Validasi
Remaja ingin diakui dan diterima oleh teman sebaya.
2. Perbandingan Sosial
Melihat orang lain memiliki barang tertentu memicu keinginan memiliki.
3. Tekanan Teman Sebaya
Remaja merasa harus memiliki barang yang sama agar tidak dikucilkan.
4. Pengaruh Influencer
Influencer mempromosikan produk yang memicu keinginan membeli.
5. Algoritma Media Sosial
Algoritma menyajikan iklan yang dipersonalisasi.
6. Kurangnya Literasi Keuangan
Remaja belum memiliki pemahaman yang baik tentang keuangan.
Dampak Perilaku Konsumtif
Berikut dampak yang perlu diwaspadai.
- Keuangan pribadi terganggu.
- Beban orang tua.
- Utang.
- Stres keuangan.
- Perilaku boros.
- Ketidakbahagiaan.
Tabel Dampak dan Tingkat Keparahan
| Dampak | Tingkat |
|---|---|
| Keuangan | Sedang |
| Beban orang tua | Sedang |
| Utang | Berat |
| Stres | Berat |
| Boros | Sedang |
| Tidak bahagia | Berat |
Tabel ini bisa menjadi panduan saat menilai dampak.
Cara Mengatasi FOMO dan Perilaku Konsumtif
Berikut tips praktis yang bisa diterapkan.
- Sadari FOMO.
- Bedakan kebutuhan dan keinginan.
- Buat anggaran.
- Batasi konsumsi media sosial.
- Bangun rasa syukur.
- Cari dukungan profesional.
Kaitan FOMO dengan Pembentukan Karakter
FOMO dan perilaku konsumtif sangat erat kaitannya dengan peran vital membangun karakter mahasiswa di era media sosial. Bagi Anda yang tertarik mendalami hal ini, ada baiknya membaca artikel tentang peran vital membangun karakter mahasiswa di era media sosial. Artikel tersebut membahas bagaimana karakter yang kuat menjadi benteng terhadap dampak negatif media sosial.
Lingkungan Akademik yang Mendukung Literasi Keuangan
Mengatasi FOMO dan perilaku konsumtif membutuhkan lingkungan akademik yang mendukung. Kampus-kampus di kawasan Bandung Raya, yang dikenal sebagai pusat pendidikan tinggi terbaik di Jawa Barat, umumnya memiliki program literasi keuangan dan pengembangan karakter. Kedekatan dengan kawasan industri strategis juga memungkinkan mahasiswa memahami pentingnya pengelolaan keuangan di dunia kerja.
Salah satu institusi yang mendukung hal ini adalah Universitas Ma’soem. Terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang), tepat di samping gerbang tol Cileunyi, kampus ini memiliki lima fakultas unggulan, yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Fasilitas seperti lab komputer, perpustakaan, musholla, dan kolam renang menunjang kegiatan akademik. Dengan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” (sehat, baik/amanah, cerdas) dan program unggulan “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha”, Universitas Ma’soem berkomitmen menghasilkan lulusan yang cerdas finansial, cerdas, dan berkarakter.
FOMO dan perilaku konsumtif adalah kombinasi yang berbahaya bagi remaja. Dengan mengenali FOMO, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengelola keuangan dengan bijak, remaja bisa terhindar dari jebakan konsumerisme.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




