Apa Itu Amenore dan Mengapa Perempuan Bisa Tidak Mengalami Menstruasi?

Menstruasi merupakan proses alami yang dialami perempuan sebagai bagian dari sistem reproduksi. Siklus menstruasi umumnya terjadi secara berkala, meskipun panjang siklus dan jumlah darah yang keluar dapat berbeda pada setiap individu. Namun, ada kondisi ketika perempuan tidak mengalami menstruasi selama periode tertentu. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai amenore.

Amenore bukan sekadar menstruasi yang terlambat beberapa hari. Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan hormon, gangguan organ reproduksi, kondisi kesehatan tertentu, hingga faktor gaya hidup. Memahami penyebab amenore penting agar perempuan dapat mengenali perubahan pada tubuh dan mengetahui kapan perlu melakukan pemeriksaan medis.

Apa Itu Amenore?

Amenore adalah kondisi ketika perempuan tidak mengalami menstruasi atau haid. Secara medis, amenore dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder.

1. Amenore primer

Amenore primer terjadi ketika seorang perempuan belum mengalami menstruasi hingga usia 15 tahun, meskipun tanda-tanda pubertas lainnya sudah berkembang. Kondisi ini juga perlu dievaluasi apabila belum terdapat perkembangan payudara pada usia 13 tahun.

Beberapa penyebabnya dapat berkaitan dengan kelainan genetik, gangguan perkembangan organ reproduksi, atau masalah pada sistem hormon yang mengatur menstruasi.

2. Amenore sekunder

Amenore sekunder terjadi ketika perempuan yang sebelumnya sudah mengalami menstruasi kemudian berhenti mendapatkan haid selama beberapa waktu. Secara umum, kondisi ini perlu diperiksa apabila menstruasi tidak terjadi selama tiga bulan pada perempuan yang sebelumnya memiliki siklus teratur atau enam bulan pada perempuan dengan siklus yang sebelumnya tidak teratur.

Amenore sekunder lebih sering ditemukan dibandingkan amenore primer. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari kehamilan, perubahan berat badan, stres, hingga gangguan hormonal.

Mengapa Perempuan Bisa Tidak Mengalami Menstruasi?

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan amenore. Menstruasi melibatkan kerja sama antara otak, kelenjar hormon, ovarium, dan rahim. Gangguan pada salah satu bagian tersebut dapat memengaruhi siklus menstruasi.

1. Kehamilan

Kehamilan merupakan salah satu penyebab paling umum menstruasi berhenti pada perempuan usia reproduktif. Ketika terjadi kehamilan, tubuh menghasilkan hormon yang mempertahankan lapisan dinding rahim sehingga tidak terjadi peluruhan seperti pada siklus menstruasi biasa.

Apabila seorang perempuan aktif secara seksual dan mengalami keterlambatan menstruasi, tes kehamilan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui penyebabnya.

2. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon estrogen, progesteron, FSH, dan LH memiliki peran penting dalam mengatur siklus menstruasi. Ketika produksi atau keseimbangan hormon tersebut terganggu, proses ovulasi dan peluruhan dinding rahim dapat terhambat.

Gangguan hormon dapat dipengaruhi oleh masalah pada ovarium, kelenjar tiroid, maupun kelenjar pituitari. Kondisi tersebut dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan berhenti sementara.

3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS merupakan gangguan hormonal yang dapat memengaruhi fungsi ovarium. Perempuan yang mengalami PCOS dapat memiliki kadar hormon androgen yang lebih tinggi, gangguan ovulasi, serta siklus menstruasi yang tidak teratur.

Beberapa gejala yang dapat menyertai PCOS meliputi:

  • Menstruasi yang jarang atau tidak teratur.
  • Pertumbuhan rambut berlebih pada wajah atau tubuh.
  • Jerawat yang cenderung menetap.
  • Kesulitan mengalami ovulasi.
  • Kecenderungan mengalami resistensi insulin.

Tidak semua perempuan dengan PCOS mengalami gejala yang sama. Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis.

4. Stres Berlebihan

Stres tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat berdampak pada sistem hormon. Ketika seseorang mengalami tekanan psikologis berkepanjangan, tubuh dapat mengalami perubahan pada mekanisme pengaturan hormon reproduksi.

Kondisi tersebut dapat mengganggu pelepasan hormon yang berperan dalam ovulasi. Akibatnya, menstruasi bisa datang terlambat, menjadi tidak teratur, atau berhenti sementara.

Tekanan akademik, masalah pekerjaan, kurang tidur, dan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi faktor pemicu stres.

5. Penurunan Berat Badan dan Olahraga Berlebihan

Perubahan berat badan yang signifikan dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi. Perempuan yang mengalami penurunan berat badan secara drastis, kekurangan asupan kalori, atau memiliki kadar lemak tubuh yang terlalu rendah berisiko mengalami gangguan menstruasi.

Olahraga dengan intensitas tinggi tanpa asupan energi yang mencukupi juga dapat mengganggu fungsi reproduksi. Kondisi ini dapat menyebabkan amenore hipotalamik fungsional, yaitu berhentinya menstruasi akibat terganggunya pengaturan hormon dari hipotalamus.

6. Gangguan Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh melalui produksi hormon tiroid. Gangguan pada kelenjar ini, baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme, dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Pada hipotiroidisme, produksi hormon tiroid terlalu rendah. Sementara itu, hipertiroidisme terjadi ketika tubuh menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan. Keduanya dapat menyebabkan perubahan pola menstruasi, termasuk menstruasi yang jarang atau berhenti.

7. Menopause dan Kondisi Menjelang Menopause

Menopause merupakan fase alami ketika perempuan berhenti mengalami menstruasi secara permanen akibat menurunnya fungsi ovarium. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun.

Sebelum menopause, perempuan dapat mengalami perimenopause, yaitu masa transisi ketika produksi hormon mulai berubah. Siklus menstruasi dapat menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur sebelum akhirnya berhenti.

Menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun perlu mendapatkan evaluasi medis karena dapat berkaitan dengan insufisiensi ovarium primer.

Apa Saja Gejala Amenore Selain Tidak Menstruasi?

Tidak mengalami menstruasi merupakan tanda utama amenore. Namun, beberapa perempuan juga mengalami gejala lain bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah.
  • Jerawat dan pertumbuhan rambut berlebih.
  • Rambut rontok atau perubahan kondisi kulit.
  • Keluarnya cairan seperti susu dari puting meskipun tidak sedang menyusui.
  • Sakit kepala dan gangguan penglihatan.
  • Perubahan berat badan yang tidak biasa.
  • Rasa panas mendadak atau hot flashes.
  • Vagina terasa kering.

Gejala tersebut tidak selalu muncul bersamaan. Bahkan, sebagian perempuan hanya mengalami berhentinya menstruasi tanpa keluhan lainnya.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Amenore?

Diagnosis amenore dilakukan melalui pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab berhentinya menstruasi. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat menstruasi, aktivitas fisik, perubahan berat badan, penggunaan obat-obatan, serta kemungkinan kehamilan.

Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan meliputi:

  1. Tes kehamilan, untuk memastikan apakah berhentinya menstruasi berkaitan dengan kehamilan.
  2. Tes darah, untuk memeriksa kadar hormon seperti FSH, LH, prolaktin, dan hormon tiroid.
  3. USG panggul, untuk melihat kondisi rahim dan ovarium.
  4. Pemeriksaan tambahan, seperti MRI, apabila dokter mencurigai adanya gangguan pada kelenjar pituitari atau bagian otak yang mengatur hormon.

Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan usia, gejala, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan awal.

Bagaimana Cara Mengatasi Amenore?

Penanganan amenore bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Tidak semua kondisi membutuhkan pengobatan yang sama. Jika amenore berkaitan dengan kehamilan atau menopause alami, pendekatan penanganannya tentu berbeda dari amenore akibat gangguan hormonal.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing, antara lain:

  • Memperbaiki pola makan dan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi.
  • Menjaga berat badan tetap sehat dan stabil.
  • Mengatur intensitas olahraga agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.
  • Mengelola stres dan menjaga kualitas tidur.
  • Mengikuti pengobatan hormonal apabila direkomendasikan dokter.
  • Menjalani pemeriksaan dan pengobatan untuk kondisi seperti PCOS atau gangguan tiroid.

Perempuan sebaiknya tidak mengonsumsi obat pelancar menstruasi atau hormon tanpa rekomendasi tenaga medis. Pengobatan yang tidak sesuai dapat menutupi penyebab utama gangguan menstruasi.

Kapan Perempuan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Tidak semua keterlambatan menstruasi menandakan gangguan kesehatan serius. Namun, pemeriksaan perlu dilakukan apabila menstruasi berhenti selama tiga bulan pada perempuan dengan siklus yang sebelumnya teratur, atau enam bulan apabila siklus sebelumnya memang tidak teratur.

Pemeriksaan juga dianjurkan bagi remaja yang belum mengalami menstruasi hingga usia 15 tahun. Jika amenore disertai nyeri perut hebat, pingsan, perdarahan, atau kemungkinan kehamilan, segera cari pertolongan medis. Nyeri panggul hebat disertai kemungkinan kehamilan perlu mendapatkan perhatian segera karena dapat menjadi tanda kehamilan ektopik.

Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Perempuan

Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi membantu perempuan mengenali perubahan tubuh dan mengambil keputusan yang tepat ketika mengalami keluhan. Edukasi mengenai menstruasi, hormon, dan sistem reproduksi juga penting untuk mengurangi anggapan keliru bahwa tidak mengalami haid selalu merupakan kondisi normal.

Pengetahuan kesehatan dapat diperoleh melalui sumber medis yang tepercaya, tenaga kesehatan, serta lingkungan pendidikan yang mendukung literasi masyarakat. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung turut menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendorong pengembangan pengetahuan melalui bidang keilmuan yang tersedia.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi juga relevan dalam edukasi dan layanan bimbingan karena berkaitan dengan pemahaman diri, perkembangan individu, serta kesadaran menjaga kesehatan.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253

Instagram: @masoem_university

Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com