Apa Itu Doomscrolling dan Kenapa Semakin Banyak Orang Terjebak di Dalamnya?

Doomscrolling adalah kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir berita atau konten negatif di media sosial. Istilah ini mulai populer selama pandemi, ketika banyak orang terjebak di rumah dan terus-menerus mencari informasi tentang COVID-19. Namun, fenomena ini tidak berhenti setelah pandemi berakhir. Semakin banyak orang yang terjebak dalam doomscrolling, baik karena berita politik, konflik global, bencana, atau kriminalitas. Ironisnya, meskipun konten yang dibaca membuat cemas, marah, atau sedih, mereka tetap tidak bisa berhenti menggulir. Ada semacam dorongan psikologis untuk terus mencari informasi, meskipun informasi itu memperburuk keadaan mental. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka sedang terjebak dalam pola yang merusak. Mereka menganggapnya sebagai bentuk kepedulian atau kewaspadaan, padahal itu adalah bentuk kecemasan yang tidak sehat. Artikel ini akan membahas apa itu doomscrolling, mengapa semakin banyak orang terjebak, dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa Itu Doomscrolling

Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir berita atau konten negatif di media sosial, meskipun konten tersebut membuat cemas atau sedih.

Ciri-Ciri Doomscrolling

Berikut ciri-ciri doomscrolling.

  1. Menghabiskan berjam-jam menggulir berita.
  2. Merasa cemas setelah membaca.
  3. Sulit berhenti meskipun ingin.
  4. Mencari informasi terus-menerus.
  5. Merasa gelisah jika tidak update.
  6. Tidur terganggu.

Mengapa Orang Terjebak Doomscrolling

Berikut alasan mengapa orang terjebak doomscrolling.

1. Kebutuhan akan Informasi

Orang merasa perlu tahu apa yang sedang terjadi.

2. Kecemasan

Kecemasan justru mendorong orang untuk terus mencari informasi.

3. Algoritma

Algoritma menyajikan konten negatif karena memicu keterlibatan tinggi.

4. Rasa Kontrol

Mencari informasi memberi rasa kontrol, meskipun semu.

5. Kebiasaan

Doomscrolling bisa menjadi kebiasaan otomatis.

6. Kurangnya Literasi Digital

Banyak yang belum memahami dampaknya.

Dampak Doomscrolling

Berikut dampak yang perlu diwaspadai.

  1. Kecemasan kronis.
  2. Depresi.
  3. Gangguan tidur.
  4. Sulit fokus.
  5. Kelelahan mental.
  6. Isolasi sosial.

Tabel Dampak dan Tingkat Keparahan

DampakTingkat
KecemasanSedang
DepresiBerat
Gangguan tidurSedang
Sulit fokusSedang
KelelahanBerat
IsolasiBerat

Tabel ini bisa menjadi panduan saat menilai dampak.

Cara Mengatasi Doomscrolling

Berikut tips praktis yang bisa Anda terapkan.

  1. Batasi waktu membaca berita.
  2. Tentukan waktu khusus untuk update.
  3. Matikan notifikasi.
  4. Cari sumber berita terpercaya.
  5. Lakukan digital detox.
  6. Cari aktivitas offline.

Kaitan Doomscrolling dengan Pembentukan Karakter

Doomscrolling sangat erat kaitannya dengan peran vital membangun karakter mahasiswa di era media sosial. Bagi Anda yang tertarik mendalami hal ini, ada baiknya membaca artikel tentang peran vital membangun karakter mahasiswa di era media sosial. Artikel tersebut membahas bagaimana karakter yang kuat menjadi benteng terhadap dampak negatif media sosial.

Lingkungan Akademik yang Mendukung Kesehatan Mental

Mengatasi doomscrolling membutuhkan lingkungan akademik yang mendukung. Kampus-kampus di kawasan Bandung Raya, yang dikenal sebagai pusat pendidikan tinggi terbaik di Jawa Barat, umumnya memiliki program pengembangan karakter dan layanan konseling. Kedekatan dengan kawasan industri strategis juga memungkinkan mahasiswa memahami pentingnya kesehatan mental di dunia kerja.

Salah satu institusi yang mendukung hal ini adalah Universitas Ma’soem. Terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang), tepat di samping gerbang tol Cileunyi, kampus ini memiliki lima fakultas unggulan, yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Fasilitas seperti lab komputer, perpustakaan, musholla, dan kolam renang menunjang kegiatan akademik. Dengan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” (sehat, baik/amanah, cerdas) dan program unggulan “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha”, Universitas Ma’soem berkomitmen menghasilkan lulusan yang sehat mental, cerdas, dan berkarakter.

Doomscrolling adalah jebakan yang bisa merusak kesehatan mental. Dengan kesadaran dan strategi yang tepat, kita bisa keluar dari pola ini dan hidup lebih tenang.

Info Kontak Universitas Ma’soem: