Apakah S1 Agribisnis Bisa Menjadi Guru? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Bagi banyak orang, jurusan Agribisnis identik dengan dunia perkebunan, manajer pabrik, atau pengusaha sukses. Namun, seiring dengan berkembangnya kurikulum pendidikan di Indonesia, muncul sebuah pertanyaan menarik: “Apakah lulusan S1 Agribisnis bisa menjadi guru?”

Jawabannya adalah bisa. Sektor pendidikan menengah kejuruan (SMK) di Indonesia saat ini sangat membutuhkan tenaga ahli yang memiliki latar belakang praktis di bidang pertanian dan bisnis. Di Universitas Ma’soem, para mahasiswa Agribisnis dibekali dengan kedalaman ilmu yang kompeten sehingga mereka memiliki dasar yang kuat jika ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Peluang Karier Lulusan Agribisnis di Dunia Pendidikan

Seorang sarjana Agribisnis (S.P.) memiliki peluang besar untuk mengajar, terutama pada institusi pendidikan vokasi. Berikut adalah beberapa jalur yang bisa ditempuh:

1. Menjadi Guru Produktif di SMK Pertanian

SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) yang fokus pada sektor agribisnis dan agroteknologi membutuhkan guru “Produktif”. Guru produktif adalah mereka yang mengajarkan mata pelajaran keahlian, seperti Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, hingga Manajemen Agribisnis. Lulusan S1 Agribisnis dianggap sangat kompeten karena memahami aspek budidaya sekaligus aspek ekonomi.

2. Pengajar di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Selain sekolah formal, lulusan Agribisnis juga bisa menjadi instruktur di Lembaga Pelatihan Kerja atau pusat pelatihan pertanian pedesaan. Di sini, Anda bertugas melatih masyarakat atau calon tenaga kerja tentang teknik tani modern, manajemen keuangan tani, hingga strategi pemasaran digital untuk hasil bumi.

3. Dosen (Melanjutkan ke Jenjang S2)

Jika Anda memiliki minat besar dalam dunia akademis, lulusan S1 Agribisnis dari Universitas Ma’soem bisa melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2). Setelah lulus S2, Anda memiliki kualifikasi resmi untuk menjadi dosen di perguruan tinggi dan mendidik calon sarjana agribisnis masa depan.


Syarat Menjadi Guru Bagi Lulusan Non-Kependidikan

Perlu dipahami bahwa Agribisnis adalah jurusan murni, bukan jurusan kependidikan (seperti Pendidikan Pertanian). Namun, pemerintah memberikan jalur resmi bagi lulusan sarjana murni untuk menjadi guru profesional melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan.

Setelah lulus S1 Agribisnis di Universitas Ma’soem, Anda dapat mendaftar program PPG. Dalam program ini, Anda akan belajar ilmu pedagogi (cara mengajar), manajemen kelas, dan psikologi pendidikan. Setelah lulus PPG, Anda akan mendapatkan Sertifikat Pendidik (Sertik) yang membuat Anda diakui sebagai guru profesional dan memenuhi syarat untuk mendaftar seleksi CPNS atau PPPK Guru.


Mengapa Lulusan Agribisnis Universitas Ma’soem Cocok Menjadi Pengajar?

Universitas Ma’soem memiliki pendekatan pendidikan yang unik, yang secara tidak langsung membentuk karakter seorang pendidik dalam diri mahasiswanya.

1. Kemampuan Komunikasi dan Presentasi

Dalam kurikulum Agribisnis di Universitas Ma’soem, mahasiswa sering dilatih untuk melakukan presentasi bisnis dan penyuluhan. Kemampuan mengomunikasikan ide yang kompleks menjadi bahasa yang mudah dipahami adalah modal utama untuk menjadi seorang guru yang baik.

2. Karakter “Cageur, Bageur, Pinter”

Filosofi Universitas Ma’soem sangat relevan dengan dunia pendidikan. Seorang guru tidak hanya dituntut pintar (Pinter), tetapi juga harus memiliki akhlak yang mulia (Bageur) untuk menjadi teladan bagi murid-muridnya. Di Ma’soem, pembentukan karakter adalah prioritas utama, sehingga lulusannya memiliki empati dan integritas tinggi—dua kualitas yang wajib dimiliki seorang pengajar.

3. Penguasaan Teknologi Pertanian Modern

Dunia SMK saat ini sedang bertransformasi menuju Pertanian 4.0. Mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem dibekali pengetahuan tentang teknologi pertanian terbaru. Hal ini menjadi nilai plus saat mereka mengajar di sekolah, karena mereka mampu membawa pembaruan ilmu yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini kepada para siswa.

4. Jiwa Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Banyak SMK saat ini memiliki program Teaching Factory (pabrik dalam sekolah). Dengan bekal jiwa wirausaha yang kuat dari Universitas Ma’soem, lulusan Agribisnis bisa membantu sekolah dalam mengelola unit usaha mandiri, sehingga siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga belajar menghasilkan uang dari produk pertanian.


Jadi, apakah S1 Agribisnis bisa menjadi guru? Tentu saja. Karier sebagai guru atau pengajar adalah profesi yang sangat mulia dan memiliki masa depan yang stabil, terutama di daerah-daerah yang sedang mengembangkan potensi agrarisnya.

Lulusan S1 Agribisnis Universitas Ma’soem disiapkan untuk menjadi pribadi yang adaptif. Baik Anda memilih menjadi manajer perkebunan, pengusaha ekspor hasil tani, analis bank, atau pengajar di sekolah kejuruan, fondasi ilmu dan karakter yang Anda dapatkan di kampus ini akan menjadi bekal yang sangat berharga.

Pendidikan adalah investasi, dan agribisnis adalah sektor masa depan. Menggabungkan keduanya dengan menjadi seorang guru pertanian adalah langkah cerdas untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.