IELTS menjadi salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang banyak dipertimbangkan mahasiswa untuk kebutuhan akademik, beasiswa, pertukaran pelajar, hingga rencana melanjutkan studi ke luar negeri. Persiapannya membutuhkan latihan yang konsisten, tetapi mahasiswa tetap harus membagi waktu untuk mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, organisasi, dan kegiatan lainnya.
Belajar IELTS sambil kuliah sebenarnya tidak harus dilakukan berjam-jam setiap hari. Jadwal latihan yang realistis justru lebih mudah dipertahankan. Kuncinya terletak pada pembagian waktu, penentuan prioritas, serta pemilihan materi yang sesuai kebutuhan.
Kenali Empat Bagian dalam Tes IELTS
Sebelum membuat jadwal belajar IELTS, mahasiswa perlu mengetahui kemampuan apa saja yang akan dilatih. IELTS Academic maupun General Training menguji empat keterampilan utama, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
Setiap bagian membutuhkan pendekatan latihan yang berbeda. Listening membutuhkan pembiasaan terhadap berbagai aksen dan kecepatan berbicara. Reading menuntut kemampuan memahami teks sekaligus menemukan informasi secara cepat. Writing memerlukan latihan menyusun gagasan secara terstruktur, sedangkan Speaking membutuhkan kemampuan merespons pertanyaan secara spontan dan jelas.
Pemahaman tersebut membantu mahasiswa membagi waktu secara lebih seimbang. Tidak perlu menghabiskan seluruh waktu hanya untuk menghafalkan vocabulary apabila kemampuan writing atau speaking masih menjadi kendala utama.
Tentukan Target IELTS Sejak Awal
Jadwal latihan akan lebih mudah dibuat jika mahasiswa sudah memiliki target yang jelas. Target tersebut dapat berupa skor IELTS tertentu dan batas waktu pencapaiannya.
Misalnya, mahasiswa ingin mengikuti tes IELTS dalam waktu tiga bulan. Target tersebut dapat dibagi menjadi beberapa tahap:
- Bulan pertama: membangun pemahaman format tes dan memperkuat kemampuan dasar.
- Bulan kedua: meningkatkan kemampuan setiap section melalui latihan rutin.
- Bulan ketiga: memperbanyak simulasi dan mengevaluasi kesalahan.
Target tidak harus terlalu tinggi sejak awal. Mahasiswa dapat melakukan latihan atau tes diagnostik terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan awal. Hasil tersebut menjadi dasar untuk menentukan bagian mana yang membutuhkan perhatian lebih banyak.
Sesuaikan Jadwal IELTS dengan Jadwal Kuliah
Kesalahan yang sering terjadi ketika belajar IELTS sambil kuliah adalah membuat jadwal yang terlalu padat. Jadwal belajar yang berlangsung dua atau tiga jam setiap hari mungkin terlihat ideal di atas kertas, tetapi sulit dipertahankan ketika tugas kuliah sedang menumpuk.
Lebih baik menetapkan waktu latihan yang realistis. Mahasiswa dapat menyediakan sekitar 30–60 menit per sesi, beberapa kali dalam seminggu. Waktu latihan bisa ditempatkan setelah kuliah, sebelum tidur, atau pada waktu lain yang relatif konsisten.
Contohnya:
| Hari | Latihan IELTS |
|---|---|
| Senin | Listening 30 menit |
| Selasa | Vocabulary dan Reading 45 menit |
| Rabu | Istirahat atau menyelesaikan tugas kuliah |
| Kamis | Writing 45–60 menit |
| Jumat | Speaking 30 menit |
| Sabtu | Simulasi atau latihan gabungan |
| Minggu | Evaluasi kesalahan dan latihan ringan |
Jadwal tersebut tidak bersifat wajib. Mahasiswa dapat menyesuaikannya berdasarkan jadwal perkuliahan dan tingkat kesibukan masing-masing.
Gunakan Waktu Singkat untuk Latihan Vocabulary
Vocabulary tidak selalu harus dipelajari dalam sesi khusus yang panjang. Mahasiswa dapat memanfaatkan waktu singkat di sela aktivitas sehari-hari.
Misalnya, 10–15 menit sebelum kelas dapat digunakan untuk mempelajari beberapa kata baru. Kata tersebut sebaiknya tidak hanya dihafalkan, tetapi juga digunakan dalam kalimat.
Pencatatan vocabulary berdasarkan tema juga dapat membantu. Topik seperti education, technology, environment, health, employment, dan society cukup relevan untuk berbagai materi IELTS. Mahasiswa juga perlu memperhatikan sinonim dan collocation agar penggunaan kata terdengar lebih natural.
Latihan Listening dan Reading Secara Bergantian
Listening dan Reading dapat dilatih secara bergantian agar rutinitas tidak terasa monoton. Latihan Listening dapat dilakukan ketika mahasiswa sedang berada dalam perjalanan atau memiliki waktu luang, selama kondisi memungkinkan untuk berkonsentrasi.
Reading dapat dilakukan melalui teks berbahasa Inggris yang relevan dengan topik akademik. Fokus latihan bukan hanya memahami setiap kata, tetapi juga menemukan ide utama, memahami konteks, dan mencari informasi tertentu secara cepat.
Setelah latihan, catat kesalahan yang muncul. Kesalahan tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, misalnya kurang memahami vocabulary, kehilangan fokus, atau terlalu lama membaca satu bagian.
Sisihkan Waktu Khusus untuk Writing dan Speaking
Writing dan Speaking sering terasa lebih sulit karena membutuhkan kemampuan menghasilkan bahasa, bukan sekadar memahami informasi. Karena itu, kedua bagian tersebut sebaiknya memiliki jadwal latihan tersendiri.
Untuk Writing, mahasiswa dapat mulai dari latihan membuat thesis statement, topic sentence, dan paragraf singkat sebelum mengerjakan tulisan lengkap. Setelah terbiasa, latihan dapat dilanjutkan pada struktur essay dan pengembangan argumen.
Speaking dapat dilatih secara mandiri menggunakan pertanyaan yang menyerupai format IELTS. Rekam jawaban selama beberapa menit, kemudian dengarkan kembali. Perhatikan pronunciation, grammar, vocabulary, kelancaran berbicara, serta apakah jawaban sudah menjawab pertanyaan.
Latihan bersama teman juga dapat menjadi pilihan. Saling memberikan pertanyaan dalam bahasa Inggris membuat latihan Speaking terasa lebih komunikatif dan membantu membangun kepercayaan diri.
Manfaatkan Lingkungan Perkuliahan untuk Berlatih Bahasa Inggris
Mahasiswa sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk memasukkan bahasa Inggris ke dalam rutinitas kuliah. Materi perkuliahan, presentasi, diskusi, hingga tugas akademik dapat menjadi sarana latihan.
Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, lingkungan akademik juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan bahasa secara lebih konsisten. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menyediakan program studi Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sesuai kebutuhan akademik dan rencana pengembangan kompetensinya.
Kebiasaan menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas akademik juga dapat membantu mahasiswa lebih terbiasa membaca, menyampaikan pendapat, dan menyusun tulisan.
Jangan Lupakan Hari Istirahat
Belajar IELTS sambil kuliah bukan berarti seluruh waktu luang harus digunakan untuk belajar. Istirahat tetap diperlukan agar mahasiswa dapat menjaga konsentrasi dan tidak cepat merasa jenuh.
Jika jadwal kuliah sedang padat, latihan IELTS dapat dikurangi sementara tanpa harus dihentikan sepenuhnya. Latihan singkat selama 10–15 menit masih lebih baik daripada memaksakan sesi belajar panjang yang akhirnya membuat aktivitas lain terbengkalai.
Konsistensi menjadi bagian penting dalam persiapan IELTS. Jadwal yang sederhana tetapi dapat dilakukan secara rutin biasanya lebih bermanfaat daripada jadwal ideal yang hanya bertahan selama beberapa hari.
Evaluasi Kemajuan Setiap Minggu
Luangkan waktu sekitar 15–30 menit setiap akhir pekan untuk mengevaluasi latihan. Catat bagian yang sudah mengalami perkembangan dan bagian yang masih menjadi kendala.
Beberapa pertanyaan sederhana dapat digunakan sebagai evaluasi:
- Section IELTS mana yang paling sulit minggu ini?
- Kesalahan apa yang paling sering muncul?
- Vocabulary baru apa yang sudah dapat digunakan?
- Apakah waktu latihan sudah sesuai kemampuan?
- Materi apa yang perlu diprioritaskan pada minggu berikutnya?
Evaluasi membuat jadwal belajar IELTS lebih fleksibel. Jika Reading sudah cukup baik, waktu latihan dapat dialihkan lebih banyak ke Writing atau Speaking. Sebaliknya, jika Listening masih sering kehilangan informasi, bagian tersebut dapat memperoleh porsi latihan tambahan.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




