Benarkah Mengurangi Food Waste Bisa Dimulai dari Hal Sederhana? Ini Langkah yang Sering Diabaikan!

Food waste atau makanan yang terbuang masih menjadi persoalan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Makanan sisa di piring, bahan pangan yang terlupakan di dalam kulkas, hingga produk makanan yang tidak habis terjual merupakan beberapa contoh sederhana yang mudah ditemui.

Mengurangi food waste sebenarnya tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kebiasaan kecil dalam memilih, menyimpan, mengolah, dan mengonsumsi makanan dapat membantu mengurangi jumlah pangan yang berakhir menjadi sampah. Kesadaran seperti ini juga semakin penting bagi mahasiswa yang ingin memahami bagaimana pangan dikelola dari proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen.

Mengenal Food Waste dari Kebiasaan Sehari-hari

Food waste dapat terjadi pada berbagai tahapan, bukan hanya ketika makanan sudah berada di meja makan. Kesalahan dalam penyimpanan bahan pangan, pembelian berlebihan, pengolahan yang kurang tepat, sampai makanan yang tidak segera dikonsumsi dapat menjadi penyebabnya.

Beberapa kebiasaan sederhana yang sering diabaikan antara lain:

  • Membeli bahan makanan tanpa memperhatikan kebutuhan.
  • Menyimpan makanan tanpa memperhatikan kondisi dan masa simpannya.
  • Mengambil makanan terlalu banyak ketika makan.
  • Tidak memanfaatkan bahan pangan yang masih layak dikonsumsi.
  • Membiarkan makanan tersimpan terlalu lama hingga kualitasnya menurun.

Kebiasaan tersebut terlihat kecil, tetapi jika dilakukan terus-menerus dapat membuat lebih banyak makanan terbuang.

Mulai dari Merencanakan Makanan

Salah satu langkah sederhana mengurangi food waste adalah membuat perencanaan sebelum membeli bahan pangan. Menentukan menu dan memperhatikan bahan yang masih tersedia di rumah dapat membantu seseorang membeli sesuai kebutuhan.

Kebiasaan ini juga berkaitan dengan pemahaman mengenai karakteristik bahan pangan. Sayuran, buah, daging, produk susu, dan berbagai bahan lainnya memiliki karakteristik penyimpanan yang berbeda.

Pemahaman mengenai bahan pangan menjadi salah satu bagian penting dalam bidang Teknologi Pangan. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai makanan sebagai produk konsumsi, tetapi juga mempelajari bagaimana kualitas, keamanan, pengolahan, dan daya simpan pangan dapat dipertahankan.

Penyimpanan yang Tepat Sering Diabaikan

Food waste juga dapat muncul karena bahan pangan disimpan dengan cara yang kurang tepat. Bahan makanan yang sebenarnya masih dapat digunakan bisa menjadi rusak lebih cepat akibat suhu, kelembapan, atau tempat penyimpanan yang tidak sesuai.

Mengenali kebutuhan penyimpanan setiap bahan menjadi kebiasaan penting. Produk tertentu membutuhkan suhu rendah, sementara bahan lainnya perlu ditempatkan di area yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Pengetahuan seperti ini memiliki hubungan erat dengan Teknologi Pangan. Di Universitas Ma’soem, program studi Teknologi Pangan di Fakultas Pertanian memberikan pembelajaran yang berkaitan dengan karakteristik pangan, mikrobiologi pangan, keamanan pangan, pengawasan mutu, hingga teknologi pengolahan.

Jangan Terburu-buru Membuang Bahan Pangan

Langkah lain yang sering diabaikan adalah mengecek kondisi bahan makanan sebelum memutuskan untuk membuangnya. Tidak semua bahan yang mengalami perubahan tampilan ringan otomatis tidak dapat dimanfaatkan. Namun, keamanan tetap harus menjadi perhatian utama.

Pemanfaatan bahan pangan juga dapat dilakukan melalui pengolahan menjadi produk lain. Bahan yang masih aman dan layak dapat dikembangkan menjadi makanan dengan bentuk atau fungsi berbeda.

Kemampuan mengembangkan produk pangan menjadi salah satu keterampilan yang menarik untuk dipelajari di Teknologi Pangan. Mahasiswa dapat mengenal proses pengolahan, pengembangan produk, pengendalian mutu, hingga aspek keamanan pangan.

Food Waste Juga Berkaitan dengan Agribisnis

Mengurangi food waste tidak hanya berkaitan dengan makanan yang tersisa di rumah. Persoalan tersebut juga berhubungan dengan rantai pasok pangan, mulai dari produksi, distribusi, perdagangan, sampai konsumen.

Di sinilah Agribisnis memiliki peran. Mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem mempelajari bagaimana aktivitas bisnis di bidang pertanian dan pangan dapat dikelola secara lebih efektif. Pemahaman terhadap pemasaran, manajemen, rantai pasok, dan peluang usaha dapat menjadi bekal untuk melihat persoalan pangan dari sisi bisnis.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, bahan pangan dapat memiliki peluang lebih besar untuk terserap pasar dan dimanfaatkan secara optimal.

Belajar Mengelola Pangan di Universitas Ma’soem

Universitas Ma’soem melalui Fakultas Pertanian memiliki dua program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Keduanya dapat memberikan sudut pandang berbeda terhadap persoalan pangan dan pertanian.

Teknologi Pangan lebih dekat dengan proses pengolahan, kualitas, keamanan, dan pengembangan produk pangan. Sementara itu, Agribisnis berkaitan dengan pengelolaan kegiatan bisnis di bidang pertanian, pangan, pemasaran, dan rantai pasok.

Kombinasi pengetahuan tersebut relevan dengan kebutuhan industri pangan yang terus berkembang. Isu seperti food waste, keamanan pangan, efisiensi produksi, inovasi produk, hingga pemasaran produk pangan membutuhkan sumber daya manusia yang memahami proses dari berbagai sisi.

Kuliah di Ma’soem University Bisa Jadi Langkah Awal

Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia pangan dan pertanian, memilih program studi yang sesuai dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Universitas Ma’soem menghadirkan pilihan Teknologi Pangan dan Agribisnis di Fakultas Pertanian.

Pembelajaran juga didukung dengan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan mahasiswa. Universitas Ma’soem menerapkan sistem pembelajaran hybrid yang menggabungkan perkuliahan tatap muka dan pembelajaran online. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel bagi mahasiswa.

Informasi pendaftaran mahasiswa baru Universitas Ma’soem dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa dapat menanyakan informasi mengenai proses pendaftaran, pilihan program studi, serta informasi perkuliahan secara langsung.

Kebiasaan Kecil Bisa Membentuk Cara Pandang Baru

Mengurangi food waste dapat dimulai dari kebiasaan yang sederhana. Membeli sesuai kebutuhan, menyimpan bahan pangan dengan benar, memperhatikan kondisi makanan, serta mengolah bahan yang masih layak merupakan langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi mahasiswa, persoalan food waste juga dapat menjadi peluang untuk melihat dunia pangan secara lebih luas. Ada sisi teknologi, keamanan, pengolahan, bisnis, pemasaran, hingga rantai pasok yang saling berhubungan.

Melalui Teknologi Pangan dan Agribisnis di Universitas Ma’soem, mahasiswa dapat mempelajari dunia pangan dan pertanian dengan perspektif yang lebih luas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri dan peluang usaha yang terus berkembang.