Teaching anxiety merupakan salah satu tantangan paling umum yang dialami mahasiswa kependidikan ketika menjalani Program Pengenalan Lapangan (PPL). Rasa cemas, gugup, takut salah, hingga kurang percaya diri saat mengajar di kelas adalah hal yang wajar, terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali terjun langsung ke dunia pendidikan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, teaching anxiety dapat mengganggu performa mengajar dan menghambat proses pembelajaran.
Bagi mahasiswa FKIP Ma’soem University, PPL bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga proses pembentukan jati diri sebagai calon pendidik profesional. Oleh karena itu, memahami cara mengatasi teaching anxiety saat PPL menjadi bekal penting agar pengalaman praktik mengajar dapat berjalan optimal dan bermakna.
Apa Itu Teaching Anxiety?
Teaching anxiety adalah kondisi psikologis berupa kecemasan yang muncul sebelum atau saat mengajar. Gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap individu, mulai dari jantung berdebar, tangan berkeringat, suara gemetar, sulit berkonsentrasi, hingga rasa takut tidak mampu menguasai kelas.
Teaching anxiety biasanya muncul karena beberapa faktor, seperti:
- Kurangnya pengalaman mengajar
- Takut dinilai oleh guru pamong atau dosen pembimbing
- Kekhawatiran tidak mampu menguasai materi
- Rasa minder saat menghadapi siswa
- Tekanan untuk tampil “sempurna” di kelas
Penting untuk dipahami bahwa kecemasan ini bukan tanda ketidakmampuan, melainkan bagian dari proses belajar menjadi guru.
Mengapa Teaching Anxiety Perlu Diatasi?
Jika teaching anxiety dibiarkan, dampaknya bisa cukup serius. Mahasiswa PPL bisa kehilangan kepercayaan diri, sulit membangun komunikasi dengan siswa, bahkan mengalami stres berkepanjangan. Padahal, mengajar yang efektif membutuhkan ketenangan, kejelasan berpikir, dan kemampuan berinteraksi secara positif.
Dengan mengelola teaching anxiety, mahasiswa akan:
- Lebih percaya diri saat mengajar
- Mampu menyampaikan materi dengan jelas
- Lebih mudah membangun hubungan dengan siswa
- Menikmati proses PPL sebagai pengalaman belajar yang berharga
Cara Mengatasi Teaching Anxiety Saat PPL
1. Persiapan Mengajar yang Matang
Persiapan adalah kunci utama untuk menekan rasa cemas. Teaching anxiety sering muncul karena perasaan “tidak siap”. Oleh karena itu, pastikan Anda:
- Menguasai materi pembelajaran
- Menyusun RPP dengan baik
- Menyiapkan media dan metode pembelajaran yang sesuai
- Memprediksi kemungkinan pertanyaan siswa
Mahasiswa FKIP yang terbiasa dengan microteaching dan simulasi mengajar akan lebih siap secara mental saat PPL karena sudah terbiasa berdiri di depan kelas.
2. Ubah Pola Pikir tentang Kesalahan
Banyak mahasiswa PPL merasa takut salah saat mengajar. Padahal, kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Tidak ada guru yang langsung sempurna di awal kariernya.
Alih-alih berpikir “Saya tidak boleh salah”, ubahlah menjadi:
- “Saya sedang belajar menjadi guru”
- “Kesalahan adalah bahan evaluasi”
- “Setiap pertemuan membuat saya lebih baik”
Pola pikir positif akan sangat membantu menurunkan tingkat kecemasan.
3. Bangun Hubungan yang Nyaman dengan Siswa
Teaching anxiety sering berkurang ketika mahasiswa mampu membangun kedekatan dengan siswa. Jangan memposisikan diri sebagai sosok yang kaku dan menakutkan. Cobalah:
- Menyapa siswa dengan ramah
- Menggunakan bahasa yang komunikatif
- Menyisipkan humor ringan yang relevan
- Mendengarkan pendapat siswa
Ketika suasana kelas terasa lebih akrab, rasa gugup akan berangsur menghilang.
4. Manfaatkan Bimbingan Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Mahasiswa PPL tidak berjalan sendirian. Guru pamong dan dosen pembimbing adalah sumber belajar yang sangat berharga. Jangan ragu untuk:
- Bertanya tentang strategi mengajar
- Meminta masukan setelah mengajar
- Berdiskusi tentang kendala di kelas
Di lingkungan Ma’soem University, mahasiswa FKIP dibekali budaya akademik yang suportif, sehingga proses bimbingan PPL menjadi ruang aman untuk berkembang, bukan untuk menghakimi.
5. Latihan Pengelolaan Emosi dan Pernapasan
Saat rasa cemas muncul, teknik sederhana seperti pengaturan napas bisa sangat membantu. Sebelum masuk kelas, cobalah:
- Tarik napas dalam selama 4 detik
- Tahan selama 4 detik
- Hembuskan perlahan selama 6 detik
Latihan ini membantu tubuh menjadi lebih rileks dan pikiran lebih fokus. Selain itu, lakukan afirmasi positif untuk menenangkan diri.
6. Evaluasi Diri secara Objektif
Setelah mengajar, luangkan waktu untuk melakukan refleksi. Catat:
- Hal yang sudah berjalan baik
- Bagian yang perlu diperbaiki
- Respons siswa selama pembelajaran
Evaluasi yang objektif akan membuat Anda menyadari bahwa tidak semua hal berjalan buruk, bahkan sering kali lebih baik dari yang dibayangkan.
7. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
Kondisi fisik dan mental sangat memengaruhi tingkat kecemasan. Pastikan Anda:
- Cukup istirahat
- Makan teratur
- Mengatur waktu dengan baik
- Tidak memaksakan diri secara berlebihan
Mahasiswa FKIP yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menghadapi tantangan PPL.
Peran FKIP Ma’soem University dalam Membantu Mahasiswa Mengatasi Teaching Anxiety
FKIP Ma’soem University memiliki pendekatan pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Melalui mata kuliah microteaching, observasi sekolah, serta pembinaan karakter pendidik, mahasiswa dilatih untuk menghadapi realitas kelas sejak dini.
Selain itu, nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika profesional yang ditanamkan selama perkuliahan membantu mahasiswa lebih siap secara mental ketika menjalani PPL. Lingkungan akademik yang kondusif juga mendorong mahasiswa untuk berkembang tanpa rasa takut berlebihan.
Teaching anxiety saat PPL adalah hal yang normal dan dialami oleh hampir semua calon guru. Yang terpenting bukan menghilangkannya sepenuhnya, melainkan mengelolanya dengan bijak. Persiapan matang, pola pikir positif, dukungan lingkungan akademik, serta kemauan untuk terus belajar, teaching anxiety dapat berubah menjadi motivasi untuk berkembang.





