Penggunaan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa. Melalui Instagram, TikTok, WhatsApp, dan berbagai platform digital lainnya, mahasiswa dapat mengetahui aktivitas teman, mengikuti tren terbaru, hingga mendapatkan informasi mengenai kegiatan kampus. Namun, kebiasaan melihat kehidupan orang lain di media sosial terkadang memunculkan perasaan tertinggal, khawatir tidak dilibatkan, atau takut melewatkan pengalaman yang dianggap penting.
Fenomena tersebut dikenal sebagai Fear of Missing Out (FoMO). Pada sebagian mahasiswa, FoMO dapat berkaitan dengan munculnya kecemasan sosial, terutama ketika mereka merasa harus selalu mengikuti aktivitas lingkungan pertemanannya agar tidak dianggap tertinggal. Hubungan antara kedua fenomena ini menarik untuk diteliti, khususnya dalam bidang Bimbingan dan Konseling (BK), karena berkaitan dengan kesejahteraan psikologis dan kemampuan mahasiswa dalam membangun hubungan sosial.
Mengenal Fear of Missing Out (FoMO) pada Mahasiswa
Fear of Missing Out merupakan perasaan takut tertinggal dari pengalaman, informasi, atau aktivitas menyenangkan yang sedang dilakukan orang lain. Istilah ini diperkenalkan dalam kajian psikologi untuk menggambarkan kekhawatiran seseorang ketika merasa bahwa orang lain sedang memperoleh pengalaman berharga tanpa keterlibatan dirinya.
Dalam kehidupan mahasiswa, FoMO dapat muncul melalui berbagai situasi, seperti:
- Merasa khawatir ketika tidak mengikuti kegiatan organisasi atau acara kampus yang dihadiri banyak teman.
- Terus memeriksa media sosial karena takut melewatkan informasi terbaru.
- Merasa kurang percaya diri ketika melihat pencapaian akademik atau kehidupan sosial teman.
- Menganggap kehidupan orang lain lebih menarik dibandingkan pengalaman pribadi.
- Merasa harus selalu hadir dalam setiap kegiatan agar tetap diterima oleh kelompok pertemanan.
FoMO tidak selalu muncul dalam bentuk yang sama pada setiap individu. Ada mahasiswa yang mengalaminya ketika melihat unggahan teman sedang berkumpul, sementara mahasiswa lainnya merasa tertinggal ketika melihat pencapaian akademik, pengalaman magang, atau aktivitas organisasi orang lain.
Apa Hubungan FoMO dengan Kecemasan Sosial?
Kecemasan sosial merupakan kondisi ketika seseorang mengalami ketakutan atau kekhawatiran berlebihan terhadap situasi sosial karena merasa dirinya mungkin dinilai, dipermalukan, atau mendapatkan penilaian negatif dari orang lain.
Pada mahasiswa, kecemasan sosial dapat terlihat ketika seseorang merasa gugup saat berbicara di depan kelas, takut memulai percakapan, menghindari kegiatan kelompok, atau terlalu memikirkan pendapat teman terhadap dirinya.
FoMO dan kecemasan sosial memiliki keterkaitan yang menarik untuk dikaji. Mahasiswa yang takut tertinggal dari lingkungan sosialnya mungkin merasa perlu terus mengikuti aktivitas teman. Namun, ketika berada dalam situasi sosial, mereka justru dapat mengalami kecemasan karena takut tidak diterima atau dinilai negatif.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa melihat unggahan teman-temannya yang sedang berkumpul setelah perkuliahan. Ia merasa sedih karena tidak diajak, kemudian mulai berpikir bahwa dirinya tidak cukup menarik untuk menjadi bagian dari kelompok tersebut. Pada kesempatan berikutnya, ia ingin bergabung, tetapi merasa gugup dan takut tidak diterima.
Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana kekhawatiran terhadap keterlibatan sosial dapat beriringan dengan ketakutan menghadapi interaksi secara langsung. Meski demikian, FoMO tidak otomatis menyebabkan kecemasan sosial. Hubungan keduanya perlu dibuktikan melalui penelitian yang mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti kepercayaan diri, dukungan sosial, dan intensitas penggunaan media sosial.
Mengapa Topik Ini Menarik Dijadikan Skripsi Bimbingan dan Konseling?
FoMO dan kecemasan sosial merupakan topik yang relevan untuk penelitian BK karena keduanya berkaitan dengan perkembangan pribadi dan sosial mahasiswa.
Dalam layanan Bimbingan dan Konseling, pemahaman terhadap kondisi psikososial individu menjadi salah satu dasar untuk membantu mahasiswa mengenali permasalahan, mengembangkan potensi, serta membangun keterampilan sosial yang lebih sehat.
Penelitian mengenai FoMO dan kecemasan sosial dapat memberikan gambaran tentang bagaimana mahasiswa menghadapi tekanan lingkungan sosial dan pengaruh media digital. Hasil penelitian juga berpotensi menjadi bahan pertimbangan dalam merancang layanan konseling yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Beberapa alasan topik ini menarik untuk dikembangkan menjadi skripsi BK antara lain:
- Dekat dengan kehidupan mahasiswa. Penggunaan media sosial dan interaksi digital merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari mahasiswa.
- Memiliki aspek pribadi dan sosial. Kedua variabel berkaitan dengan cara individu memandang dirinya dan membangun hubungan dengan orang lain.
- Dapat dikembangkan dalam penelitian kuantitatif. Hubungan antara FoMO dan kecemasan sosial dapat dianalisis menggunakan pendekatan korelasional.
- Relevan dengan layanan konseling. Temuan penelitian dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan keterampilan sosial dan pengelolaan tekanan psikologis.
Contoh Judul Skripsi BK tentang FoMO dan Kecemasan Sosial
Mahasiswa yang tertarik mengangkat tema ini dapat mengembangkan beberapa alternatif judul penelitian. Pemilihan judul sebaiknya mempertimbangkan ketersediaan responden, kejelasan variabel, serta kemungkinan memperoleh data yang sesuai.
Berikut beberapa ide judul yang dapat dipertimbangkan:
- Hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan Kecemasan Sosial pada Mahasiswa.
- Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Fear of Missing Out pada Mahasiswa.
- Hubungan Fear of Missing Out dengan Kepercayaan Diri dalam Interaksi Sosial Mahasiswa.
- Hubungan antara Fear of Missing Out dan Kecemasan Berkomunikasi pada Mahasiswa.
- Gambaran Fear of Missing Out pada Mahasiswa Pengguna Aktif Media Sosial.
- Hubungan Dukungan Sosial dengan Kecemasan Sosial pada Mahasiswa yang Mengalami Fear of Missing Out.
Dari beberapa pilihan tersebut, judul pertama cukup menarik untuk penelitian kuantitatif karena memiliki dua variabel yang jelas, yaitu FoMO sebagai variabel X dan kecemasan sosial sebagai variabel Y.
Menentukan Metode Penelitian yang Tepat
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meneliti hubungan FoMO dan kecemasan sosial adalah metode kuantitatif korelasional. Pendekatan ini bertujuan mengetahui apakah terdapat hubungan antara dua variabel serta bagaimana arah dan kekuatan hubungannya.
Misalnya, peneliti ingin mengetahui apakah tingkat FoMO yang lebih tinggi berkaitan dengan tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi pada mahasiswa.
Tahapan penelitian dapat disusun sebagai berikut:
1. Menentukan populasi dan sampel
Populasi penelitian dapat berupa mahasiswa aktif pada universitas tertentu. Sampel kemudian dipilih berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian, misalnya mahasiswa yang menggunakan media sosial secara aktif.
2. Menentukan instrumen penelitian
Peneliti dapat menggunakan skala FoMO dan skala kecemasan sosial yang telah dikembangkan atau diadaptasi dari instrumen penelitian terdahulu. Salah satu instrumen FoMO yang sering dijadikan rujukan adalah Fear of Missing Out Scale dari Przybylski et al. (2013).
Untuk mengukur kecemasan sosial, peneliti dapat mempertimbangkan instrumen yang sesuai dengan karakteristik responden dan definisi operasional variabel. Penggunaan instrumen perlu memperhatikan validitas, reliabilitas, serta kesesuaian bahasa dan konteks budaya.
3. Mengumpulkan dan menganalisis data
Data dapat dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria. Setelah itu, peneliti melakukan pengujian instrumen dan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan kedua variabel.
4. Menginterpretasikan hasil penelitian
Hasil analisis perlu dijelaskan berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Peneliti juga perlu menghindari kesimpulan sebab-akibat apabila desain penelitian hanya menguji hubungan antarvariabel.
Teori dan Referensi yang Dapat Digunakan
Penyusunan landasan teori menjadi bagian penting dalam penelitian mengenai FoMO dan kecemasan sosial. Peneliti perlu menggunakan sumber akademik yang relevan agar setiap variabel memiliki dasar konseptual yang jelas.
Beberapa referensi awal yang dapat dipertimbangkan adalah:
- Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014
- La Greca, A. M., & Lopez, N. (1998). Social anxiety among adolescents: Linkages with peer relations and friendships. Journal of Abnormal Child Psychology, 26, 83–94.
Referensi pertama dapat digunakan untuk memahami konsep dan pengukuran FoMO, sedangkan referensi kedua dapat menjadi salah satu landasan untuk mengkaji kecemasan sosial dan hubungannya dengan interaksi teman sebaya.
Peneliti juga sebaiknya mencari penelitian terdahulu yang secara khusus menguji hubungan FoMO dengan kecemasan sosial pada mahasiswa. Hal ini diperlukan untuk menemukan celah penelitian atau research gap yang dapat memperkuat alasan pemilihan topik.
Relevansi Penelitian FoMO bagi Mahasiswa BK Ma’soem University
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling perlu memahami berbagai fenomena yang memengaruhi perkembangan pribadi, sosial, dan emosional individu. Perubahan pola interaksi akibat penggunaan media sosial menjadi salah satu isu yang dapat dikaji melalui perspektif keilmuan BK.
Ma’soem University sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Bagi mahasiswa BK, fenomena FoMO dan kecemasan sosial dapat menjadi alternatif topik penelitian yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Melalui penelitian tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mengidentifikasi permasalahan sosial, memahami karakteristik individu, serta menghubungkan temuan penelitian dengan kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling di lingkungan pendidikan.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





