Banyak calon mahasiswa yang tertarik masuk jurusan agribisnis, tapi masih ragu karena merasa belum punya kemampuan komunikasi yang baik. Pertanyaannya, apakah skill komunikasi benar-benar wajib dimiliki sejak awal kuliah? Atau justru bisa dilatih selama proses perkuliahan?
Jawabannya menarik: komunikasi memang penting di jurusan agribisnis, tetapi bukan berarti kamu harus sudah jago sejak awal. Justru selama kuliah, kemampuan tersebut akan terus diasah dan dikembangkan.
Di kampus seperti Universitas Ma’soem, mahasiswa jurusan agribisnis tidak hanya belajar teori bisnis dan pertanian, tetapi juga dibekali keterampilan komunikasi, presentasi, hingga negosiasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Kenapa Skill Komunikasi Penting di Jurusan Agribisnis?
Jurusan agribisnis adalah program studi yang memadukan ilmu pertanian dan manajemen bisnis. Artinya, mahasiswa tidak hanya belajar soal produksi, tetapi juga bagaimana mengelola usaha, menjalin kerja sama, dan memasarkan produk.
Dalam praktiknya, lulusan agribisnis akan sering:
- Berkomunikasi dengan petani atau mitra produksi
- Menawarkan produk ke konsumen atau distributor
- Melakukan presentasi proposal bisnis
- Negosiasi harga dan kerja sama
- Menganalisis kebutuhan pasar
Semua aktivitas tersebut tentu membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Namun tenang, kemampuan ini bukan bakat bawaan semata. Komunikasi adalah skill yang bisa dilatih.
Apa yang Dipelajari di Jurusan Agribisnis?
Di jurusan agribisnis, kamu akan mempelajari berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis berbasis pertanian dan pangan, seperti:
- Pengantar Agribisnis
- Manajemen Pemasaran
- Ekonomi Pertanian
- Kewirausahaan
- Manajemen Rantai Pasok
- Analisis Kelayakan Usaha
Selain itu, mahasiswa juga sering mendapatkan tugas presentasi, diskusi kelompok, dan proyek perencanaan bisnis. Dari sinilah kemampuan komunikasi mulai terbentuk secara alami.
Pengalaman Kuliah di Universitas Ma’soem
Salah satu keunggulan belajar di Universitas Ma’soem adalah pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif.
Mahasiswa jurusan agribisnis tidak hanya duduk mendengarkan dosen, tetapi aktif terlibat dalam:
- Diskusi kelas
- Studi kasus bisnis nyata
- Presentasi kelompok
- Penyusunan proposal usaha
- Observasi dan praktik lapangan
Kegiatan-kegiatan ini secara tidak langsung melatih mahasiswa untuk berbicara di depan umum, menyampaikan ide dengan jelas, serta bekerja sama dalam tim.
Lingkungan kampus yang suportif juga membantu mahasiswa yang awalnya pemalu menjadi lebih percaya diri.
Apakah Introvert Bisa Masuk Jurusan Agribisnis?
Tentu saja bisa. Banyak mahasiswa jurusan agribisnis yang awalnya merasa kurang percaya diri dalam berbicara di depan umum. Namun, seiring waktu dan latihan yang konsisten, kemampuan mereka berkembang.
Komunikasi dalam agribisnis bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang. Ada juga komunikasi tertulis, seperti menyusun laporan, membuat proposal bisnis, atau merancang strategi pemasaran.
Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan berkembang.
Hubungan Komunikasi dengan Dunia Kerja
Lulusan jurusan agribisnis memiliki prospek kerja yang luas, seperti:
- Manajer pemasaran produk pertanian
- Analis bisnis pangan
- Konsultan agribisnis
- Supply chain coordinator
- Wirausaha
Di dunia kerja, komunikasi menjadi salah satu soft skill yang sangat dibutuhkan. Misalnya, saat mempresentasikan ide bisnis kepada investor atau saat menjalin kerja sama dengan mitra.
Karena itulah, selama kuliah mahasiswa sudah dibiasakan untuk aktif berbicara dan berdiskusi.
Jadi, apakah jurusan agribisnis harus punya skill komunikasi yang baik sejak awal? Jawabannya tidak wajib, tetapi sangat penting untuk dikembangkan.
Kemampuan komunikasi akan terus diasah selama perkuliahan melalui berbagai tugas, presentasi, dan kerja kelompok. Dengan sistem pembelajaran yang interaktif di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu manajemen dan bisnis pertanian, tetapi juga soft skill yang menunjang kesuksesan karier.
Jika kamu tertarik pada dunia bisnis berbasis pertanian dan ingin berkembang secara akademik maupun personal, maka jurusan agribisnis bisa menjadi pilihan yang tepat. Skill komunikasi bukan penghalang, melainkan kemampuan yang bisa tumbuh bersama proses belajar.





