Di tengah banyaknya mahasiswa yang masih fokus mencari arah setelah lulus, Ameylia Susilawanti justru sudah melangkah lebih dulu. Lulusan Universitas Ma’soem dari jurusan Manajemen Bisnis Syariah angkatan 2021 ini berhasil menunjukkan bahwa masa kuliah bisa menjadi waktu terbaik untuk mulai membangun sesuatu yang nyata.
Tidak hanya unggul secara akademik dengan IPK 3,91, Ameylia juga sukses merintis bisnis kuliner bernama Brownrich. Brand ini dikenal dengan produk brownies fudgy yang menjadi andalan sekaligus identitas utamanya.
Awal yang Berangkat dari Ketertarikan
Perjalanan Ameylia tidak dimulai dari ambisi besar, tetapi dari ketertarikannya pada dunia baking. Dari aktivitas yang awalnya sederhana, ia mulai melihat peluang yang bisa dikembangkan lebih serius.
Brownrich kemudian hadir dengan beberapa pilihan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, di antaranya
• brownies fudgy sebagai produk utama
• cake dengan berbagai varian rasa
• cinnamon roll dengan tekstur lembut
• hampers cake yang biasanya hadir di momen tertentu seperti Idul Fitri
Meski memiliki beberapa lini produk, Ameylia tetap menjaga fokus bisnisnya. Brownies fudgy menjadi kekuatan utama yang terus dipertahankan kualitasnya.
Ilmu Kuliah yang Diterapkan Secara Nyata
Salah satu hal yang membuat perjalanan Ameylia terasa kuat adalah bagaimana ia mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah. Ia tidak hanya memahami teori, tetapi juga menerapkannya dalam praktik bisnis sehari-hari.
Melalui kuliah Manajemen Bisnis Syariah, ia belajar bahwa bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan menjaga nilai.
Beberapa prinsip yang ia pegang dalam menjalankan usahanya antara lain
• menjaga kualitas bahan yang digunakan
• memastikan rasa tetap konsisten
• memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan
• mengedepankan kejujuran dalam setiap transaksi
Nilai-nilai ini membuat Brownrich berkembang tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi juga reputasi.
Menjaga Keseimbangan antara Kuliah dan Bisnis
Menjalankan bisnis sambil kuliah tentu membutuhkan manajemen waktu yang baik. Ameylia mampu membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan seimbang jika dijalankan dengan disiplin.
Ia mampu
• menyelesaikan kewajiban akademik dengan baik
• mengelola pesanan secara profesional
• menjaga kualitas produk di tengah kesibukan
• lulus dengan IPK tinggi yaitu 3,91
Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga ritme antara dua tanggung jawab tersebut.
Perkembangan Karier yang Terus Bertumbuh
Tidak hanya fokus pada bisnis, Ameylia juga mulai aktif berbagi pengalaman. Ia pernah menjadi pemateri dalam seminar di Universitas Ma’soem dan berbagi cerita tentang perjalanan usahanya.
Selain itu, ia juga menjadi pemandu dalam baking class, membantu peserta memahami teknik dasar sekaligus membuka wawasan tentang peluang bisnis di bidang kuliner.
Peran ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya berkembang secara pribadi, tetapi juga memberi dampak bagi orang lain.
Tantangan yang Dihadapi dalam Proses
Seperti perjalanan bisnis pada umumnya, Ameylia juga menghadapi berbagai tantangan yang menguji konsistensinya.
Beberapa tantangan yang pernah ia alami antara lain
• menjaga kualitas produk saat permintaan meningkat
• membagi waktu antara produksi dan aktivitas kuliah
• membangun kepercayaan pelanggan dari awal
• menghadapi persaingan bisnis kuliner
Namun, dari setiap tantangan tersebut, ia terus belajar dan melakukan perbaikan agar bisnisnya tetap berjalan dengan baik.
Hal yang Bisa Dipelajari dari Kisah Ini
Perjalanan Ameylia memberikan gambaran bahwa memulai bisnis tidak harus menunggu waktu yang “sempurna”.
Beberapa hal penting yang bisa dipetik antara lain
• memulai dari apa yang disukai bisa menjadi langkah awal yang kuat
• konsistensi lebih penting daripada hasil instan
• ilmu kuliah bisa langsung diterapkan dalam kehidupan nyata
• keberanian mencoba menjadi kunci utama
Kisah Ameylia Susilawanti menjadi contoh bahwa masa kuliah bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang membangun pengalaman dan membuka peluang. Apa yang ia lakukan menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, sesuatu yang dimulai dari ketertarikan sederhana bisa berkembang menjadi usaha yang memiliki nilai dan arah yang jelas.





