Kalimat Majemuk Bertingkat: 5 Soal TWK yang Sering Bikin Peserta Terjebak!

Kalimat majemuk bertingkat adalah salah satu materi Bahasa Indonesia yang sering membuat peserta TWK terjebak. Banyak peserta yang sudah bisa menjawab soal tentang kalimat efektif atau ejaan, tetapi kesulitan ketika dihadapkan pada soal tentang kalimat majemuk bertingkat. Padahal, materi ini sering muncul dan bisa menjadi penentu kelulusan Anda.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki satu klausa utama dan satu atau lebih klausa bawahan. Klausa bawahan biasanya ditandai dengan kata hubung seperti “yang”, “karena”, “sehingga”, “agar”, “walaupun”, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas 5 contoh soal kalimat majemuk bertingkat yang sering membuat peserta terjebak.

Jenis-jenis Kalimat Majemuk

1. Kalimat Majemuk Setara (Koordinatif)

Ciri:

  • Klausa-klausa memiliki kedudukan yang sama
  • Menggunakan kata hubung: dan, atau, tetapi, melainkan

Contoh:
“Saya pergi ke pasar dan ibu pergi ke kantor.”

2. Kalimat Majemuk Bertingkat (Subordinatif)

Ciri:

  • Satu klausa utama dan satu atau lebih klausa bawahan
  • Klausa bawahan bergantung pada klausa utama
  • Menggunakan kata hubung: yang, karena, sehingga, agar, walaupun, meskipun, jika, ketika

Contoh:
“Saya pergi ke pasar karena ibu meminta saya membeli sayur.”

5 Contoh Soal Kalimat Majemuk Bertingkat

Soal 1

Soal:
“Kalimat majemuk bertingkat terdapat pada kalimat…”

A. Saya pergi ke pasar dan ibu pergi ke kantor.
B. Saya pergi ke pasar karena ibu meminta saya membeli sayur.
C. Saya pergi ke pasar, tetapi ibu pergi ke kantor.
D. Saya pergi ke pasar atau ibu pergi ke kantor.
E. Saya pergi ke pasar, ibu pergi ke kantor.

Jawaban: B

Pembahasan:
Kalimat B memiliki klausa utama “Saya pergi ke pasar” dan klausa bawahan “karena ibu meminta saya membeli sayur” yang ditandai dengan kata hubung “karena”.

Soal 2

Soal:
“Kalimat yang termasuk kalimat majemuk bertingkat adalah…”

A. Dia belajar dengan giat dan dia berhasil lulus ujian.
B. Dia belajar dengan giat sehingga dia berhasil lulus ujian.
C. Dia belajar dengan giat, tetapi dia tidak lulus ujian.
D. Dia belajar dengan giat atau dia tidak lulus ujian.
E. Dia belajar dengan giat, dia berhasil lulus ujian.

Jawaban: B

Pembahasan:
Kalimat B memiliki klausa utama “Dia belajar dengan giat” dan klausa bawahan “sehingga dia berhasil lulus ujian” yang ditandai dengan kata hubung “sehingga”.

Soal 3

Soal:
“Kalimat majemuk bertingkat yang menggunakan kata hubung ‘walaupun’ adalah…”

A. Dia pergi ke sekolah walaupun hujan deras.
B. Dia pergi ke sekolah dan hujan deras.
C. Dia pergi ke sekolah, tetapi hujan deras.
D. Dia pergi ke sekolah atau hujan deras.
E. Dia pergi ke sekolah, hujan deras.

Jawaban: A

Pembahasan:
Kalimat A memiliki klausa bawahan “walaupun hujan deras” yang menunjukkan konsesi (pertentangan).

Soal 4

Soal:
“Kalimat majemuk bertingkat yang menggunakan kata hubung ‘jika’ adalah…”

A. Jika hujan turun, maka acara akan dibatalkan.
B. Hujan turun dan acara dibatalkan.
C. Hujan turun, tetapi acara tetap berlangsung.
D. Hujan turun atau acara dibatalkan.
E. Hujan turun, acara dibatalkan.

Jawaban: A

Pembahasan:
Kalimat A memiliki klausa bawahan “Jika hujan turun” yang menunjukkan pengandaian (syarat).

Soal 5

Soal:
“Kalimat yang termasuk kalimat majemuk bertingkat adalah…”

A. Ibu memasak di dapur dan ayah membaca di ruang tamu.
B. Ibu memasak di dapur sementara ayah membaca di ruang tamu.
C. Ibu memasak di dapur, tetapi ayah membaca di ruang tamu.
D. Ibu memasak di dapur atau ayah membaca di ruang tamu.
E. Ibu memasak di dapur, ayah membaca di ruang tamu.

Jawaban: B

Pembahasan:
Kalimat B memiliki klausa bawahan “sementara ayah membaca di ruang tamu” yang menunjukkan waktu (keterangan waktu).

Tabel Ringkasan Kata Hubung Kalimat Majemuk Bertingkat

Kata HubungFungsiContoh
karenaSebab-akibatDia tidak masuk karena sakit.
sehinggaAkibatDia belajar sehingga lulus.
agarTujuanDia belajar agar lulus.
walaupun/meskipunKonsesiDia pergi walaupun hujan.
jikaSyaratJika hujan, acara dibatalkan.
ketikaWaktuKetika hujan, dia pergi.
yangPenjelasBuku yang dibeli Andi.

Kawasan Bandung Raya, dengan akses ke berbagai sumber belajar, menjadi tempat yang ideal untuk memahami kalimat majemuk bertingkat.

Universitas Ma’soem, yang terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) tepat di samping gerbang tol Cileunyi, menawarkan berbagai program unggulan bagi generasi muda. Dengan Universitas Ma’soem, Anda dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal melalui 5 fakultas unggulan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” menjadi nilai tambah yang membedakan. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari keluarga besar kami.

Info Kontak Universitas Ma’soem: