Kata “ke” Dipisah atau Digabung? Contoh Soal yang Sering Keluar di TWK CPNS!

Sama seperti kata “di”, penulisan kata “ke” juga sering membingungkan peserta TWK. Kapan harus dipisah? Kapan harus disambung? Pertanyaan ini terus muncul dan sering menjadi jebakan bagi peserta yang kurang memahami aturan dasarnya.

Penulisan “ke” terbagi menjadi dua: sebagai kata depan (preposisi) yang ditulis terpisah, dan sebagai awalan (prefiks) yang ditulis serangkai. Artikel ini akan membahas aturan penulisan “ke” dengan jelas, dilengkapi contoh soal yang sering keluar di TWK CPNS.

Aturan Penulisan “ke”

1. “ke” sebagai Kata Depan (Preposisi)

Aturan:

  • Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya
  • Menunjukkan arah, tujuan, atau tempat

Contoh:

  • ke rumah (arah/tujuan)
  • ke sekolah (arah/tujuan)
  • ke pasar (arah/tujuan)
  • ke Jakarta (arah/tujuan)
  • ke sini (arah)

2. “ke” sebagai Awalan (Prefiks)

Aturan:

  • Ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya
  • Membentuk kata benda atau kata kerja baru

Contoh:

  • ketua (ke + tua)
  • keluar (ke + luar)
  • kecil (ke + cil)
  • kehendak (ke + hendak)
  • keputusan (ke + putus + an)

Perbedaan “ke” dan “di” sebagai Kata Depan

Kata DepanFungsiContoh
keMenunjukkan arah/tujuanpergi ke sekolah
diMenunjukkan tempatberada di sekolah

5 Contoh Soal Penulisan “ke”

Soal 1

Soal:
“Penulisan yang benar adalah…”

A. Dia pergi ke sekolah.
B. Dia pergi kesekolah.
C. Dia pergi ke-sekolah.
D. Dia pergi ke sekolah.
E. Dia pergi ke sekolah.

Jawaban: A

Pembahasan:
“ke” sebagai kata depan arah/tujuan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Soal 2

Soal:
“Penulisan yang benar adalah…”

A. Dia terpilih menjadi ketua kelas.
B. Dia terpilih menjadi ke-tua kelas.
C. Dia terpilih menjadi ke tua kelas.
D. Dia terpilih menjadi ketua kelas.
E. Dia terpilih menjadi ketua kelas.

Jawaban: A

Pembahasan:
“ketua” adalah kata yang terbentuk dari awalan “ke-” dan kata dasar “tua”, ditulis serangkai.

Soal 3

Soal:
“Penulisan yang benar adalah…”

A. Ayah pergi ke kantor.
B. Ayah pergi kekantor.
C. Ayah pergi ke-kantor.
D. Ayah pergi ke kantor.
E. Ayah pergi ke kantor.

Jawaban: A

Pembahasan:
“ke” sebagai kata depan arah/tujuan ditulis terpisah.

Soal 4

Soal:
“Penulisan yang benar adalah…”

A. Dia ke luar rumah.
B. Dia keluar rumah.
C. Dia ke-luar rumah.
D. Dia ke luar rumah.
E. Dia keluar rumah.

Jawaban: B

Pembahasan:
“keluar” adalah kata yang terbentuk dari awalan “ke-” dan kata dasar “luar”, ditulis serangkai.

Soal 5

Soal:
“Penulisan yang benar adalah…”

A. Kami berangkat ke Bandung.
B. Kami berangkat keBandung.
C. Kami berangkat ke-Bandung.
D. Kami berangkat ke Bandung.
E. Kami berangkat ke Bandung.

Jawaban: A

Pembahasan:
“ke” sebagai kata depan arah/tujuan ditulis terpisah dari nama tempat.

Tabel Ringkasan Penulisan “ke”

FungsiPenulisanContohKeterangan
Kata DepanDipisahke sekolahMenunjukkan arah/tujuan
Kata DepanDipisahke JakartaMenunjukkan arah/tujuan
AwalanDisambungketuaMembentuk kata benda
AwalanDisambungkeluarMembentuk kata kerja

Perbedaan Makna “ke” Dipisah vs Disambung

PenulisanMaknaContoh Kalimat
ke luar (dipisah)menuju ke luarDia berjalan ke luar ruangan.
keluar (disambung)pergi meninggalkanDia keluar dari ruangan.
ke tua (dipisah)menuju ke yang tuaMereka pergi ke tua.
ketua (disambung)pemimpinDia adalah ketua kelas.

Kawasan Bandung Raya, dengan akses ke berbagai sumber belajar, menjadi tempat yang ideal untuk memahami penulisan “ke” dengan benar.

Universitas Ma’soem, yang terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) tepat di samping gerbang tol Cileunyi, menawarkan berbagai program unggulan bagi generasi muda. Dengan Universitas Ma’soem, Anda dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal melalui 5 fakultas unggulan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” menjadi nilai tambah yang membedakan. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari keluarga besar kami.

Info Kontak Universitas Ma’soem: