Kalimat efektif adalah salah satu materi yang paling sering diujikan dalam TWK Bahasa Indonesia. Di antara berbagai ciri kalimat efektif, kehematan kata adalah yang paling sering menjadi fokus soal. Kehematan kata berarti menggunakan kata-kata yang benar-benar diperlukan tanpa mengurangi makna yang ingin disampaikan. Banyak peserta yang kehilangan poin karena memilih kalimat yang bertele-tele atau menggunakan kata yang berlebihan.
Kehematan kata dalam kalimat efektif mengharuskan kita untuk tidak menggunakan kata-kata yang mubazir (berlebihan). Misalnya, penggunaan kata “sangat” dan “sekali” secara bersamaan dalam satu kalimat adalah pemborosan kata. Artikel ini akan membahas 10 soal kalimat efektif dengan fokus pada kehematan kata yang sering muncul di TWK CPNS.
Ciri-ciri Kalimat Efektif
Sebelum membahas soal, mari kita pahami kembali ciri-ciri kalimat efektif:
1. Kesepadanan Struktur
Subjek dan predikat harus jelas dan sesuai. Kalimat tidak boleh ambigu.
2. Kesejajaran Bentuk
Unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki bentuk yang sejajar.
3. Kehematan Kata
Tidak menggunakan kata yang berlebihan atau mubazir.
4. Ketepatan Diksi
Penggunaan kata yang tepat sesuai dengan makna dan konteks.
5. Kelogisan
Kalimat harus logis dan masuk akal.
10 Soal Kalimat Efektif (Kehematan Kata)
Soal 1
Soal:
“Kalimat yang paling efektif (hemat kata) adalah…”
A. Buku itu sangat menarik sekali.
B. Buku itu sangat menarik.
C. Buku itu menarik sekali.
D. Buku itu menarik.
E. Buku itu sangat menarik.
Jawaban: D
Pembahasan:
Kalimat D paling efektif karena hanya menggunakan satu kata untuk menyatakan ketertarikan (“menarik”). Penggunaan “sangat” dan “sekali” secara bersamaan atau sendiri-sendiri adalah pemborosan kata jika kata dasar sudah cukup kuat.
Soal 2
Soal:
“Kalimat yang paling efektif adalah…”
A. Para peserta didik diharapkan untuk dapat mengikuti upacara bendera dengan khidmat.
B. Para peserta didik diharapkan mengikuti upacara bendera dengan khidmat.
C. Peserta didik diharapkan mengikuti upacara bendera dengan khidmat.
D. Peserta didik mengikuti upacara bendera dengan khidmat.
E. Peserta didik mengikuti upacara bendera.
Jawaban: D
Pembahasan:
Kalimat D paling efektif karena tidak menggunakan kata yang berlebihan. Kata “para” tidak diperlukan karena “peserta didik” sudah jamak. Kata “diharapkan” juga tidak diperlukan jika pernyataan tersebut adalah perintah atau instruksi langsung.
Soal 3
Soal:
“Kalimat yang tidak efektif karena pemborosan kata adalah…”
A. Karena hujan, acara dibatalkan.
B. Karena hujan deras, acara dibatalkan.
C. Dikarenakan hujan, acara dibatalkan.
D. Hujan menyebabkan acara dibatalkan.
E. Acara dibatalkan karena hujan.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kalimat C tidak efektif karena menggunakan kata “dikarenakan” yang tidak baku dan berlebihan. Kata yang benar adalah “karena”.
Soal 4
Soal:
“Kalimat yang paling efektif adalah…”
A. Kami berharap agar Anda dapat segera menyelesaikan tugas ini.
B. Kami berharap Anda dapat segera menyelesaikan tugas ini.
C. Kami berharap Anda segera menyelesaikan tugas ini.
D. Kami berharap agar Anda segera menyelesaikan tugas ini.
E. Kami berharap Anda dapat menyelesaikan tugas ini.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kalimat C paling efektif karena menghilangkan kata “agar” dan “dapat” yang tidak diperlukan. Kata “berharap” sudah cukup untuk menyatakan harapan, dan “segera” sudah cukup untuk menyatakan kecepatan.
Soal 5
Soal:
“Kalimat yang paling efektif adalah…”
A. Dalam rapat itu, dibahas tentang masalah anggaran.
B. Rapat itu membahas masalah anggaran.
C. Dalam rapat itu, masalah anggaran dibahas.
D. Rapat itu membahas tentang masalah anggaran.
E. Di rapat itu, anggaran dibahas.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat B paling efektif karena ringkas dan tidak bertele-tele. Kata “tentang” tidak diperlukan setelah kata “membahas” karena maknanya sudah mencakup.
Soal 6
Soal:
“Kalimat yang tidak efektif karena menggunakan kata berlebihan adalah…”
A. Siswa-siswa kelas XII sedang belajar.
B. Para siswa kelas XII sedang belajar.
C. Siswa kelas XII sedang belajar.
D. Semua siswa kelas XII sedang belajar.
E. Kelas XII sedang belajar.
Jawaban: A
Pembahasan:
Kalimat A tidak efektif karena menggunakan “siswa-siswa” yang sudah menunjukkan jamak, ditambah dengan “kelas XII” yang juga menunjukkan kelompok. Penggunaan ganda ini berlebihan.
Soal 7
Soal:
“Kalimat yang paling efektif adalah…”
A. Kepada seluruh pegawai diharapkan untuk datang tepat waktu.
B. Seluruh pegawai diharapkan datang tepat waktu.
C. Kepada seluruh pegawai diharapkan datang tepat waktu.
D. Seluruh pegawai diharapkan untuk datang tepat waktu.
E. Bagi pegawai diharapkan datang tepat waktu.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat B paling efektif karena memiliki subjek jelas (“seluruh pegawai”) dan tidak menggunakan kata “kepada” atau “untuk” yang berlebihan.
Soal 8
Soal:
“Kalimat yang paling efektif adalah…”
A. Dalam mengerjakan soal, peserta harus membaca petunjuk terlebih dahulu.
B. Sebelum mengerjakan soal, peserta harus membaca petunjuk terlebih dahulu.
C. Sebelum mengerjakan soal, membaca petunjuk terlebih dahulu.
D. Mengerjakan soal, peserta harus membaca petunjuk terlebih dahulu.
E. Peserta mengerjakan soal setelah membaca petunjuk.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat B paling efektif karena memiliki subjek jelas (“peserta”) dan tidak bertele-tele. Kata “terlebih dahulu” tidak diperlukan karena kata “sebelum” sudah menunjukkan urutan waktu.
Soal 9
Soal:
“Kalimat yang tidak efektif karena pemborosan kata adalah…”
A. Anak itu sangat pintar.
B. Anak itu pintar sekali.
C. Anak itu sangat pintar sekali.
D. Anak itu pintar.
E. Anak itu cerdas.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kalimat C tidak efektif karena menggunakan “sangat” dan “sekali” secara bersamaan. Kedua kata ini memiliki fungsi yang sama, yaitu memperkuat makna. Penggunaan keduanya sekaligus adalah pemborosan.
Soal 10
Soal:
“Kalimat yang paling efektif adalah…”
A. Kami sudah selesai mengerjakan tugas.
B. Kami udah selesai ngerjain tugas.
C. Kami sudah selesai ngerjakan tugas.
D. Kami udah selesai mengerjakan tugas.
E. Kami selesai mengerjakan tugas.
Jawaban: E
Pembahasan:
Kalimat E paling efektif karena menggunakan kata baku (“mengerjakan”) dan tidak menggunakan kata “sudah” yang tidak diperlukan jika kata “selesai” sudah cukup menyatakan waktu lampau.
Tabel Ringkasan Kata Berlebihan yang Harus Dihindari
| Kata/Kombinasi | Seharusnya | Contoh Salah | Contoh Benar |
|---|---|---|---|
| sangat + sekali | cukup salah satu | sangat menarik sekali | sangat menarik / menarik sekali |
| para + peserta didik | cukup salah satu | para peserta didik | peserta didik |
| dikarenakan | karena | dikarenakan hujan | karena hujan |
| untuk + dapat | cukup salah satu | untuk dapat mengerjakan | dapat mengerjakan |
| tentang + membahas | cukup membahas | membahas tentang anggaran | membahas anggaran |
| siswa-siswa + kelas XII | cukup salah satu | siswa-siswa kelas XII | siswa kelas XII |
| diharapkan + untuk | cukup diharapkan | diharapkan untuk hadir | diharapkan hadir |
| terlebih dahulu + sebelum | cukup salah satu | sebelum membaca terlebih dahulu | sebelum membaca |
Kawasan Bandung Raya, dengan akses ke berbagai sumber belajar, menjadi tempat yang ideal untuk berlatih kalimat efektif dengan fokus pada kehematan kata.
Universitas Ma’soem, yang terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) tepat di samping gerbang tol Cileunyi, menawarkan berbagai program unggulan bagi generasi muda. Dengan Universitas Ma’soem, Anda dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal melalui 5 fakultas unggulan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” menjadi nilai tambah yang membedakan. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari keluarga besar kami.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




