Peribahasa dan ungkapan adalah salah satu materi TWK yang sering dianggap mudah oleh peserta. Banyak yang berpikir bahwa karena mereka sudah sering mendengar peribahasa dalam kehidupan sehari-hari, mereka pasti bisa menjawab soal tentang peribahasa dengan mudah. Namun, kenyataannya, soal peribahasa dan ungkapan sering menjadi jebakan karena makna peribahasa tidak selalu sama dengan makna harfiahnya.
Peribahasa adalah kalimat atau ungkapan yang memiliki makna kiasan dan sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Peribahasa sering digunakan untuk menyampaikan nasihat, kritik, atau pelajaran hidup. Artikel ini akan membahas 8 soal peribahasa dan ungkapan yang sering muncul di TWK, lengkap dengan pembahasan agar Anda tidak terjebak.
Jenis-jenis Peribahasa
1. Peribahasa (Ungkapan Tetap)
Peribahasa adalah kalimat tetap yang memiliki makna kiasan dan sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Contoh:
- “Bagai air di daun talas” (orang yang tidak punya pendirian)
- “Seperti katak di bawah tempurung” (orang yang tidak tahu perkembangan zaman)
2. Pepatah
Pepatah adalah peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran moral.
Contoh:
- “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”
- “Tong kosong nyaring bunyinya”
3. Perumpamaan
Perumpamaan adalah peribahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda.
Contoh:
- “Bagai pinang dibelah dua” (sangat mirip)
- “Seperti harimau pulang ke sarang” (kembali ke tempat asal)
8 Contoh Soal Peribahasa dan Ungkapan
Soal 1
Soal:
“Makna peribahasa ‘Bagai air di daun talas’ adalah…”
A. Orang yang sangat kaya
B. Orang yang tidak punya pendirian
C. Orang yang sangat pandai
D. Orang yang sangat miskin
E. Orang yang sangat berani
Jawaban: B
Pembahasan:
Peribahasa “Bagai air di daun talas” menggambarkan orang yang tidak punya pendirian atau mudah berubah-ubah pendapat, seperti air yang mudah bergerak di atas daun talas yang licin.
Soal 2
Soal:
“Makna peribahasa ‘Seperti katak di bawah tempurung’ adalah…”
A. Orang yang sangat kaya
B. Orang yang sangat pandai
C. Orang yang tidak tahu perkembangan zaman
D. Orang yang sangat berani
E. Orang yang sangat sabar
Jawaban: C
Pembahasan:
Peribahasa “Seperti katak di bawah tempurung” menggambarkan orang yang tidak tahu perkembangan zaman atau terbatas pengetahuannya, seperti katak yang hanya melihat dunia di bawah tempurung.
Soal 3
Soal:
“Peribahasa ‘Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’ mengandung makna…”
A. Pentingnya kerja sama
B. Pentingnya persaingan
C. Pentingnya kekayaan
D. Pentingnya kecerdasan
E. Pentingnya keberanian
Jawaban: A
Pembahasan:
Peribahasa ini mengajarkan bahwa persatuan dan kerja sama membuat kita kuat, sedangkan perpecahan membuat kita lemah.
Soal 4
Soal:
“Makna peribahasa ‘Tong kosong nyaring bunyinya’ adalah…”
A. Orang miskin suka bicara
B. Orang bodoh suka bicara banyak
C. Orang kaya suka bicara
D. Orang pandai suka bicara
E. Orang berani suka bicara
Jawaban: B
Pembahasan:
Peribahasa “Tong kosong nyaring bunyinya” menggambarkan orang yang tidak berilmu atau tidak berpengetahuan tetapi suka berbicara banyak dan keras.
Soal 5
Soal:
“Makna peribahasa ‘Bagai pinang dibelah dua’ adalah…”
A. Sangat berbeda
B. Sangat mirip
C. Sangat jauh
D. Sangat dekat
E. Sangat besar
Jawaban: B
Pembahasan:
Peribahasa ini menggambarkan dua hal yang sangat mirip, seperti pinang yang dibelah dua akan menghasilkan dua bagian yang sama persis.
Soal 6
Soal:
“Makna peribahasa ‘Seperti harimau pulang ke sarang’ adalah…”
A. Kembali ke tempat asal
B. Menemukan sesuatu yang hilang
C. Mendapatkan kekayaan
D. Mendapatkan kekuasaan
E. Mendapatkan kebahagiaan
Jawaban: A
Pembahasan:
Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang kembali ke tempat asalnya atau kembali ke kebiasaan lamanya.
Soal 7
Soal:
“Makna peribahasa ‘Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit’ adalah…”
A. Kesabaran akan membawa hasil
B. Keberanian akan membawa hasil
C. Kekayaan akan datang dengan sendirinya
D. Kecerdasan akan membawa hasil
E. Kekuatan akan membawa hasil
Jawaban: A
Pembahasan:
Peribahasa ini mengajarkan bahwa usaha yang dilakukan secara bertahap dan konsisten akan membuahkan hasil yang besar pada akhirnya.
Soal 8
Soal:
“Makna peribahasa ‘Air beriak tanda tak dalam’ adalah…”
A. Orang tenang itu bijaksana
B. Orang banyak bicara itu tidak berilmu
C. Orang pandai itu diam
D. Orang kaya itu sombong
E. Orang miskin itu rendah hati
Jawaban: B
Pembahasan:
Peribahasa ini menggambarkan bahwa orang yang banyak bicara atau terlalu banyak menunjukkan diri sering kali tidak memiliki pengetahuan yang mendalam.
Tabel Ringkasan Peribahasa dan Maknanya
| No | Peribahasa | Makna |
|---|---|---|
| 1 | Bagai air di daun talas | Tidak punya pendirian |
| 2 | Seperti katak di bawah tempurung | Tidak tahu perkembangan zaman |
| 3 | Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh | Pentingnya kerja sama |
| 4 | Tong kosong nyaring bunyinya | Orang bodoh suka bicara banyak |
| 5 | Bagai pinang dibelah dua | Sangat mirip |
| 6 | Seperti harimau pulang ke sarang | Kembali ke tempat asal |
| 7 | Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit | Konsistensi membawa hasil |
| 8 | Air beriak tanda tak dalam | Orang banyak bicara tidak berilmu |
Kawasan Bandung Raya, dengan akses ke berbagai sumber belajar, menjadi tempat yang ideal untuk memahami peribahasa dan ungkapan.
Universitas Ma’soem, yang terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) tepat di samping gerbang tol Cileunyi, menawarkan berbagai program unggulan bagi generasi muda. Dengan Universitas Ma’soem, Anda dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal melalui 5 fakultas unggulan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” menjadi nilai tambah yang membedakan. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari keluarga besar kami.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




