Kenapa Banyak Orang Lebih Suka Bertanya ke AI daripada Google? Ini Perubahan Cara Mencari Informasi

Cara orang mencari informasi di internet sedang mengalami perubahan. Jika sebelumnya Google menjadi pilihan utama ketika seseorang ingin mencari jawaban, kini semakin banyak orang mulai mengetik pertanyaan langsung ke AI. Pertanyaan seperti “bagaimana cara membuat CV yang bagus?”, “apa penyebab perubahan iklim?” atau “tolong jelaskan materi ini dengan bahasa sederhana” dapat langsung diberikan kepada chatbot berbasis kecerdasan buatan.

Perubahan tersebut bukan berarti mesin pencari seperti Google kehilangan fungsi. Justru, munculnya AI menunjukkan bahwa kebutuhan pengguna internet semakin berkembang. Orang tidak hanya ingin menemukan halaman web, tetapi juga menginginkan jawaban yang lebih cepat, terstruktur, dan sesuai konteks pertanyaan.

Dari Mencari Kata Kunci Menjadi Mengajukan Pertanyaan

Pola pencarian menggunakan mesin pencari selama bertahun-tahun banyak bergantung pada kata kunci. Seseorang yang ingin mengetahui cara membuat presentasi, misalnya, mungkin mengetik “tips membuat presentasi mahasiswa” di kolom pencarian. Setelah itu, pengguna perlu memilih beberapa hasil pencarian dan membaca informasi dari berbagai halaman.

AI mengubah pola tersebut menjadi percakapan. Pengguna dapat menuliskan kebutuhan secara lebih panjang dan spesifik, bahkan menggunakan bahasa sehari-hari.

Contohnya, pengguna tidak harus hanya mengetik “materi pronunciation”. Mereka dapat bertanya, “Jelaskan pronunciation untuk mahasiswa semester awal dan berikan contoh kesalahan pengucapan yang sering terjadi.”

AI kemudian berusaha memahami konteks pertanyaan dan menyusun respons berdasarkan instruksi yang diberikan. Pola ini terasa lebih praktis bagi pengguna yang tidak mengetahui kata kunci paling tepat untuk mendapatkan informasi tertentu.

Mengapa AI Terasa Lebih Praktis?

Salah satu alasan AI semakin menarik adalah kemampuannya memberikan respons dalam format yang lebih sesuai kebutuhan pengguna. Informasi dapat diminta dalam bentuk penjelasan singkat, daftar poin, tabel, contoh, atau bahasa yang lebih sederhana.

Beberapa alasan yang membuat orang tertarik menggunakan AI untuk mencari informasi antara lain:

  • Pertanyaan dapat ditulis seperti percakapan biasa. Pengguna tidak perlu selalu memikirkan kata kunci pencarian.
  • Jawaban dapat disesuaikan. Pengguna bisa meminta penjelasan untuk pemula, mahasiswa, siswa sekolah, atau kebutuhan tertentu.
  • Informasi dapat diringkas. AI dapat membantu menyederhanakan teks panjang menjadi poin-poin utama.
  • Percakapan dapat dilanjutkan. Jika jawaban belum sesuai, pengguna dapat memberikan pertanyaan lanjutan tanpa mengulang seluruh konteks.
  • AI dapat membantu mengembangkan ide. Pengguna bukan hanya mencari informasi, tetapi juga dapat meminta contoh, perbandingan, atau alternatif penjelasan.

Kenyamanan tersebut membuat AI terasa berbeda dari pengalaman pencarian informasi yang selama ini dilakukan melalui mesin pencari.

Google dan AI Memiliki Fungsi yang Tidak Selalu Sama

Perubahan kebiasaan mencari informasi tidak berarti Google dan AI harus diposisikan sebagai dua teknologi yang saling menggantikan. Keduanya memiliki keunggulan berbeda.

Google masih sangat berguna ketika pengguna ingin menemukan sumber tertentu, situs resmi, berita terbaru, lokasi, produk, dokumen, jurnal, atau halaman web tertentu. Mesin pencari juga membantu pengguna melihat berbagai sumber dan membandingkan informasi secara langsung.

AI lebih menarik ketika pengguna membutuhkan bantuan untuk memahami informasi, menyusun pertanyaan, mendapatkan penjelasan bertahap, atau mengolah informasi yang sudah dimiliki.

Karena itu, pilihan antara Google dan AI sebaiknya disesuaikan kebutuhan. Mencari alamat resmi sebuah institusi, misalnya, lebih tepat dilakukan melalui sumber resmi. Sebaliknya, ketika seseorang sudah memiliki materi dan ingin memahami bagian yang sulit, AI dapat menjadi alat bantu belajar yang praktis.

Kemudahan AI Tetap Membutuhkan Sikap Kritis

Jawaban AI tidak selalu benar. AI dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat, terlalu menyederhanakan suatu persoalan, atau memberikan referensi yang perlu diperiksa kembali. Masalah tersebut menjadi penting ketika AI digunakan untuk kebutuhan akademik, pekerjaan, kesehatan, hukum, maupun keputusan lain yang membutuhkan akurasi tinggi.

Pengguna perlu membedakan antara mendapatkan jawaban dan memastikan kebenaran jawaban.

Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan ketika menggunakan AI untuk mencari informasi adalah:

  1. Periksa fakta penting melalui sumber yang kredibel.
  2. Gunakan situs resmi atau sumber akademik untuk informasi yang membutuhkan kepastian.
  3. Jangan langsung menganggap semua referensi yang diberikan AI benar.
  4. Bandingkan informasi ketika terdapat perbedaan pendapat atau data.
  5. Gunakan AI sebagai alat bantu berpikir, bukan satu-satunya sumber pengetahuan.

Kemampuan memeriksa informasi menjadi semakin penting karena teknologi membuat proses memperoleh jawaban menjadi jauh lebih cepat.

Perubahan Cara Belajar di Kalangan Mahasiswa

Perubahan cara mencari informasi juga terasa dalam dunia pendidikan. Mahasiswa kini dapat menggunakan AI untuk meminta penjelasan mengenai konsep yang belum dipahami, mencari ide awal untuk tugas, membuat pertanyaan latihan, atau memeriksa struktur tulisan.

Namun, penggunaan tersebut tetap perlu memperhatikan etika akademik. Kemudahan memperoleh jawaban tidak seharusnya membuat mahasiswa berhenti membaca sumber asli atau mengembangkan kemampuan berpikir sendiri.

Di lingkungan perguruan tinggi, AI justru dapat ditempatkan sebagai alat pendukung proses belajar. Mahasiswa dapat menggunakan teknologi untuk memahami materi terlebih dahulu, kemudian memeriksa kembali informasi melalui buku, jurnal, sumber resmi, dan bahan perkuliahan.

Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi lingkungan yang relevan untuk melihat perkembangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran mahasiswa. Pada FKIP Ma’soem University, misalnya, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Mahasiswa dari bidang pendidikan perlu memiliki kemampuan literasi digital agar dapat memanfaatkan teknologi secara tepat sekaligus memahami keterbatasannya.

AI Membuat Pengguna Lebih Aktif Menentukan Bentuk Jawaban

Salah satu perubahan menarik dari penggunaan AI adalah pengguna kini tidak hanya menentukan apa yang ingin dicari, tetapi juga bagaimana informasi tersebut ingin disampaikan.

Seseorang dapat meminta penjelasan dalam lima poin, contoh untuk siswa sekolah dasar, bahasa yang lebih sederhana, atau perbandingan antara dua konsep. Pola tersebut membuat proses pencarian informasi menjadi lebih interaktif.

Pada mesin pencari tradisional, pengguna biasanya berpindah dari satu halaman ke halaman lain untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Dalam percakapan AI, proses tersebut dapat berlangsung melalui beberapa pertanyaan lanjutan.

Kebiasaan ini perlahan mengubah ekspektasi pengguna internet. Informasi tidak lagi hanya diharapkan tersedia, tetapi juga diharapkan mudah dipahami dan relevan terhadap kebutuhan tertentu.

Literasi Digital Semakin Penting di Era AI

Kemampuan menggunakan AI tidak cukup hanya dengan mengetahui cara mengetik pertanyaan. Pengguna juga perlu memahami cara menilai kualitas informasi yang diperoleh.

Literasi digital mencakup kemampuan mencari, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Ketika AI menjadi bagian dari kebiasaan mencari informasi, kemampuan tersebut semakin penting.

AI dapat mempercepat proses mencari dan memahami informasi, tetapi keputusan mengenai apakah suatu informasi layak dipercaya tetap berada pada pengguna. Karena itu, perubahan dari Google menuju AI sebenarnya bukan sekadar perubahan alat pencarian. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa cara manusia berinteraksi dengan informasi juga ikut berkembang.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com