WhatsApp menjadi salah satu aplikasi komunikasi yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia untuk berinteraksi, mulai dari percakapan pribadi hingga grup keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan pekerjaan. Kemudahan berbagi pesan, foto, video, serta tautan membuat informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga memiliki risiko, salah satunya penyebaran berita bohong atau hoaks.
Grup keluarga dan WhatsApp sering menjadi tempat beredarnya informasi yang belum tentu benar. Pesan mengenai kesehatan, bantuan pemerintah, isu politik, hingga kabar kriminal terkadang dibagikan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. Menariknya, hoaks yang beredar di grup keluarga sering kali tidak langsung dicurigai karena dikirim oleh orang-orang yang sudah dikenal dan dipercaya.
Kedekatan Emosional Membuat Informasi Lebih Mudah Dipercaya
Salah satu alasan hoaks mudah menyebar di grup keluarga adalah adanya hubungan emosional antaranggota. Informasi yang dibagikan oleh orang tua, saudara, atau kerabat dekat cenderung mendapatkan kepercayaan lebih besar dibandingkan pesan dari orang yang tidak dikenal.
Ketika seseorang menerima pesan dari anggota keluarga, biasanya muncul anggapan bahwa informasi tersebut sudah diperiksa sebelumnya. Padahal, pengirim mungkin hanya meneruskan pesan yang diterimanya dari grup lain tanpa mengetahui sumber aslinya.
Kedekatan hubungan juga membuat anggota grup terkadang enggan mempertanyakan kebenaran informasi karena khawatir dianggap tidak sopan atau meragukan orang yang lebih tua. Akibatnya, pesan yang belum terverifikasi dapat terus beredar tanpa mendapatkan koreksi.
Kebiasaan Langsung Membagikan Pesan Tanpa Memeriksa Fakta
Fitur penerusan pesan atau forward di WhatsApp membuat penyebaran informasi menjadi sangat cepat. Seseorang tidak perlu menulis ulang pesan atau mencari sumber tambahan untuk membagikannya kepada banyak orang.
Sayangnya, kebiasaan meneruskan informasi tanpa membaca secara menyeluruh menjadi salah satu faktor penyebab penyebaran hoaks. Pesan yang memiliki judul menarik, peringatan mendesak, atau klaim mengejutkan sering kali langsung dibagikan karena dianggap penting.
Beberapa contoh pesan yang sering ditemukan antara lain:
- Informasi bantuan sosial yang meminta penerima mengisi data pribadi melalui tautan tertentu.
- Kabar mengenai obat atau bahan makanan yang diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
- Pesan berantai yang menyebutkan adanya ancaman atau kejadian berbahaya di suatu wilayah.
- Informasi mengenai kebijakan pemerintah yang tidak disertai sumber resmi.
- Pesan yang meminta penerima meneruskan informasi kepada sejumlah orang agar terhindar dari musibah.
Pesan seperti ini perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum diteruskan. Tidak semua informasi yang terlihat meyakinkan memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi yang Memancing Emosi Lebih Cepat Menyebar
Hoaks sering dirancang menggunakan kalimat yang dapat memancing emosi pembaca. Informasi yang menimbulkan rasa takut, marah, sedih, atau khawatir biasanya lebih mudah menarik perhatian dibandingkan informasi biasa.
Misalnya, pesan mengenai ancaman penyakit berbahaya atau penculikan anak dapat membuat anggota keluarga merasa perlu segera memperingatkan orang lain. Karena khawatir informasi tersebut benar, mereka langsung meneruskannya ke grup keluarga maupun grup WhatsApp lainnya.
Kondisi ini berkaitan dengan kecenderungan manusia untuk merespons informasi berdasarkan emosi sebelum melakukan pemeriksaan secara rasional. Ketika emosi lebih dominan, seseorang dapat melewatkan pertanyaan penting seperti siapa sumber informasinya, kapan berita tersebut diterbitkan, dan apakah ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
Kurangnya Literasi Digital Menjadi Faktor Pendukung
Literasi digital merupakan kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi melalui teknologi digital secara bijak. Kemampuan ini penting karena tidak semua informasi yang ditemukan di internet memiliki tingkat kebenaran yang sama.
Kurangnya literasi digital dapat membuat seseorang kesulitan membedakan berita asli, opini, manipulasi informasi, dan konten palsu. Bahkan, foto atau video yang terlihat nyata belum tentu menggambarkan peristiwa sesuai keterangan yang menyertainya.
Beberapa kebiasaan yang menunjukkan pentingnya peningkatan literasi digital antara lain:
- Tidak memeriksa tanggal dan sumber berita sebelum membagikannya.
- Menganggap informasi benar hanya karena dikirim oleh banyak orang.
- Mudah percaya pada judul yang sensasional.
- Tidak membandingkan informasi dengan pemberitaan dari media tepercaya.
- Menganggap semua foto dan video yang beredar sebagai bukti kejadian sebenarnya.
Literasi digital bukan hanya dibutuhkan oleh generasi muda. Orang tua, mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum perlu memiliki kemampuan yang sama agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan.
Efek Ruang Gema dalam Grup WhatsApp
Grup WhatsApp biasanya terdiri atas orang-orang yang memiliki hubungan, pengalaman, atau pandangan yang relatif sama. Kondisi ini dapat menciptakan fenomena echo chamber atau ruang gema, yaitu situasi ketika seseorang lebih sering menerima informasi yang sesuai dengan keyakinan dan pandangannya sendiri.
Ketika sebuah hoaks dibagikan oleh satu anggota grup, anggota lain mungkin ikut membenarkannya karena memiliki pandangan serupa. Informasi tersebut kemudian terus diulang dan dianggap benar hanya karena banyak orang membicarakannya.
Padahal, banyaknya orang yang membagikan informasi tidak menjamin kebenarannya. Sebuah klaim tetap membutuhkan bukti dan sumber yang jelas, sekalipun sudah diteruskan berkali-kali.
Cara Mencegah Hoaks Menyebar di Grup Keluarga
Menghentikan penyebaran hoaks tidak harus dimulai melalui tindakan besar. Kebiasaan sederhana ketika menerima pesan dapat membantu mengurangi peredaran informasi palsu.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
1. Periksa sumber informasi
Pastikan pesan berasal dari lembaga resmi, media terpercaya, atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Hindari langsung percaya pada pesan tanpa identitas pengirim informasi yang jelas.
2. Bandingkan dengan sumber lain
Cari informasi serupa melalui beberapa media terpercaya. Jika sebuah kabar penting benar terjadi, biasanya terdapat pemberitaan atau keterangan resmi yang dapat ditemukan.
3. Periksa foto dan video
Jangan langsung percaya pada gambar atau video yang disertai narasi tertentu. Konten lama bisa digunakan kembali untuk menggambarkan kejadian baru yang sebenarnya tidak berkaitan.
4. Jangan langsung meneruskan pesan
Luangkan waktu untuk membaca dan memeriksa isi pesan. Jika kebenarannya belum dapat dipastikan, lebih baik tidak membagikannya.
5. Koreksi informasi secara sopan
Jika menemukan hoaks di grup keluarga, sampaikan koreksi menggunakan bahasa yang santun. Sertakan sumber terpercaya agar anggota grup dapat memahami alasan informasi tersebut perlu diluruskan.
Pentingnya Pendidikan dan Kesadaran Digital bagi Generasi Muda
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, dan berkomunikasi secara etis perlu dikembangkan sejak lingkungan pendidikan.
Ma’soem University sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung dapat menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Melalui proses pembelajaran di perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kebiasaan mencari informasi dari sumber yang kredibel serta memahami dampak penggunaan teknologi dalam kehidupan sosial.
FKIP Ma’soem University, yang memiliki program studi Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris, juga memiliki bidang pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan individu dan komunikasi. Kesadaran terhadap literasi digital menjadi salah satu keterampilan penting yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan akademik maupun masyarakat.
Kemampuan memilah informasi bukan sekadar kebutuhan ketika menggunakan WhatsApp, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sebagai pengguna teknologi. Setiap orang memiliki peran dalam menciptakan ruang komunikasi digital yang lebih sehat, termasuk ketika berinteraksi dengan anggota keluarga sendiri.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





